NASEHAT-NASEHAT SYETHAN
((KATA-KATA HIKMAH DARI SOSOK ABI MURRAH))
KARYA : 'ISHAM ABDUL FATTAH
KATA IBLIS:
SUNGGUH MENGHERANKAN MANUSIA ITU,
KATANYA MEREKA CINTA KEPADA ALLAH TETAPI MEREKA MEMBANGKANG PERINTAHNYA
KATANYA MEREKA BENCI KEPADAKU TETAPI MEREKA JUGA MENTAATIKU.
Muqaddimah
Rasulullah saw bersabda: "Hikmah adalah senjatanya orang mukmin". Kata-kata hikmah dapat disampaikan oleh siapa saja dan semua orang berhak mengatakannya.
Dari mana saja sumber datangnya hikmah yang penting hikmah itu mengandung kebenaran pada kata dan isi kalimatnya.
Orang-orang kuno mengatakan "Kebenaran yang disampaikan oleh orang yang buruk perangainya tetap saja yang dikatakan itu mengandung kebatilan", akan tetapi yang sebenarnya adalah ucapan yang benar itu tetap benar dan kebenaran itu harus diikuti.
Mereka juga mengatakan "Ambillah kata-kata hikmah dari mulutnya orang-orang gila" artinya orang yang hilang akal kadang-kadang mengatakan sesuatu yang mengandung hikmah.
Maka apakah kata-kata Syetan mengandung hikmah? Dan apakah ucapannya mengandung nasehat?
Apakah kita bisa mengambil hikmah dari "mulutnya Syetan"?.
Sebagian orang mengatakan, kalau kita mengambil hikmah dari syetan maka kita melakukan perbuatan terlarang bahkan ditolak oleh akal sehat manusia. Tetapi sebenarnya kita perlu mengkaji beberapa buku sejarah nabi dan buku sejarah lainnya yang menceritakan pembahasan tentang "Iblis" dan pengikutnya. Banyak ucapan-ucapan mereka yang mengandung hikmah tetapi untuk diwaspadai bukan untuk diikuti. Seperti kisah sahabat Abu Hurairah bersama salah satu Syetan yang direkam dalam sebuah hadits sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw memberikan amanat kepadaku untuk menjaga harta zakat Ramadhan (di Baitul Mal-pen), maka tiba-tiba ada seseorang menyelinap ke Baitul Mal dan mengambil makanan, maka saya tangkap dan saya ancam: “Demi Allah akan saya adukan kamu kepada Rasulullah saw!. Orang itu berkata: saya sangat membutuhkan bahan makanan ini dan keluargaku sangat banyak. Kemudian saya (Abu Hurairah) melepaskannya.
Ketika pagi, Rasulullah saw bertanya: Wahai Abu Hurairah, apa yang telah dikatakan oleh tawananmu tadi malam? Saya jawab: ya Rasulullah saw, tawanan itu menyebutkan bahwa ia sangat membutuhkan makanan dan mempunyai banyak keluarga, maka saya merasa kasihan dan melepaskannya, Rasulullah saw mengatakan: ia membohongimu dan ia akan kembali lagi, saya tahu bahwasanya ia akan kembali karena Rasulullah saw mengatakan demikian Di malam berikutnya saya mengintainya, maka orang tersebut datang lagi mengambil makanan, kemudian saya menangkapnya dan saya ancam lagi : “Akan saya laporkan kamu kepada Rasulullah saw!, orang tersebut itu menjawab: biarkan saya berlalu, saya sangat membutuhkan makanan karena keluargaku sangat banyak, dan saya tidak akan kembali lagi ke sini.
Saya merasa kasihan dan melepaskannya, ketika hari sudah pagi, Rasulullah saw kembali bertanya kepadaku: wahai Abu Hurairah apa yang telah dikatakan oleh tawananmu tadi malam?, saya jawab: wahai Rasulullah saw ia bilang sangat membutuhkan sekali makanan karena keluarganya sangat banyak, saya merasa kasihan dan melepaskannya lagi. Rasulullah saw mengatakan “ia membohongimu dan suatu saat akan kembali lagi”, pada malam ketiga, saya mengintainya lagi untuk ketiga kalinya, tiba-tiba orang asing tersebut datang lagi mengambil makanan, saya menangkapnya lagi, kembali saya ancam “akan saya laporkan kamu kepada Rasulullah saw, ini yang terakhir kalinya, tiga kali kamu bilang tidak akan kembali lagi kesini tetapi kamu kembali lagi.
Orang asing itu itu berkata: “biarkan saya pergi, akan saya ajarkan kepadamu suatu kalimat, yang dapat memberikan kemanfaatan kepadamu.
Saya tanya: apa itu?
Ia menjawab: jika kamu mau tidur, maka bacalah ayat kursi اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ sampai akhir ayat, maka sesungguhnya Allah akan selalu menjagamu dan tidak ada syetanpun yang akan mendekatimu sampai pagi, maka saya melepaskannya lagi, ketika sudah pagi Rasulullah saw kembali bertanya “apa yang telah dikatakan oleh tawananmu tadi malam?”.
Saya jawab: Ya Rasulullah saw ia mengajariku suatu kalimat semoga Allah memberikan kemanfaatan kepadaku dengan kalimat tersebut, maka saya melepaskan lagi.
Rasulullah saw bertanya: kalimat apa itu?
Saya jawab: Ia mengatakan: jika kamu mau tidur, maka bacalah ayat kursi dari awal sampai akhir ayat, ia mengatakan: Allah swt akan selalu menjagamu dengan bacaan ayat kursi tadi dan tidak ada syetanpun yang akan mendekatimu sampai subuh, Rasulullah saw mengatakan: apa yang dikatakan itu benar walalupun ia terkenal sebagai pendusta, wahai Abu Hurairah apakah kamu tahu siapa yang bercakap-cakap denganmu dalam tiga malam kemarin itu? Saya jawab: tidak tahu. Rasulullah saw mengatakan: itu adalah Syetan.
* * *
Pernyataan dari salah satu pengikut iblis ini mengandung hikmah yaitu bahwa ayat kursi mengandung kekuatan untuk menjauhkan manusia dari tipu daya syetan. Rasulullah saw mengatakan bahwa Syetan itu "Pendusta dan ucapannya kadang-kadang benar", untuk memberikan jawaban dari pertanyaan yang kita lontarkan yaitu adanya kemungkinan bahwa ucapan Syetan itu kadang-kadang mengandung kebenaran. Maka benarlah kalau kalimat, perbuatan dan ucapan Rasulullah saw adalah "wahyu yang diwahyukan oleh Allah" ia berkata bukan berdasarkan hawa nafsunya, beliau mensifati Syetan dengan sifat yang pas dan tepat. Kita perlu memahami bahwa ucapan Iblis beserta para pengikutnya kadang-kadang mengandung kebenaran, khususnya ucapan yang dapat kita ambil manfaatnya di kala kita menginginkan dan merealisasikannya.
* * *
Sebagaimana kami katakan bahwa dalam buku-buku sejarah nabi terdapat beberapa kejadian kisah antara Iblis, Nabi-nabi Allah, para Waliyullah, para sahabat nabi dan para pengikut nabi.
Sebagian besar Nabi dan Rasul pernah bermasalah dengan Iblis mulai dari nabi Adam as bapak semua manusia sampai nabi Muhammad saw. Terdapat catatan kisah antara para nabi dan Iblis, diantara mereka sering terjadi perdebatan. Allah menyempurnakan para nabi-Nya dengan wahyu sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal yang akan disebutkan dalam kitab ini.
Mari kita kaji ucapan-ucapan dan nasehat-nasehat dari "Abi Murrah" dan para pengikutnya.
Isham Abdul Fattah
* * *
BAB I
SIAPA ITU IBLIS
Iblis termasuk jenis jin. Jin dulunya tinggal di bumi ribuan tahun sebelum diciptakannya sayyidina Adam. Mereka berbuat kerusakan di muka bumi, saling membunuh satu sama lain, saling berperang, kemudian Allah mengirimkan balatentara dari bangsa malaikat untuk memerangi mereka. Akhirnya para tentara malaikat tersebut dapat menang atas kehendak Allah swt. Konon, mereka diusir ke pulau-pulau yang berada di tengah-tengah lautan dan samudera, sehingga lautan dan samudera menjadi tempat tinggal jin sampai sekarang ini.
Dari Ibnu Abbas ra berkata:
Jin mendiami bumi kurang lebih 2000 tahun sebelum diciptakannya Adam as, mereka banyak berbuat maksiat, berbuat kerusakan, saling membunuh, saling mengucurkan darah, kemudian Allah mengirimkan kepada mereka tentara dari jenis Malaikat untuk memerangi mereka akibat kerusakan yang telah mereka timbulkan serta mengusirnya ke pulau-pulau yang berada di tengah-tengah lautan dan samudera.
* * *
Arti kata Iblis
Kata Iblis disebutkan dalam Alquran sebanyak 11 kali, diantaranya 9 kali menceritakan tentang pembangkangan Iblis dan penolakannya melaksanakan perintah Allah swt untuk bersujud kepada Adam as.
Akan tetapi kenapa dinamakan dengan Iblis dan apa artinya?
Nama Iblis dalam pengertian secara umum berarti “orang yang bingung”
Ada yang mengatakan kata Iblis berasal dari bahasa Arab wazannya إِفْعِيْلٌ berasal dari kata أَبْلَسَ, masdarnya adalah kata “بَلَسُ”. Adapun kata “بَلَسٌ” itu sendiri adalah akar kata yang diketahui oleh orang arab kuno karena sifatnya yang tidak pernah taat, maka orang-orang Arab menamakannya dengan nama tersebut kepada orang yang tidak pernah mentaati perintah. Dari sini, mulailah penamaan Iblis dan dikatakan “أبلس الرجل إبلاسا فهو مبلس” orang itu terdiam karena kebingungan.
Bingungnya Iblis berasal dari sikapnya yang membingungkan antara melaksanakan perintah Allah dengan bersujud kepada Adam karena khawatir tidak dapat melaksanakan perintah Tuhan atau tidak mau sujud karena merasa sombong dan dirinya merasa mulia dibandingkan Adam.
Ablasa dari rahmat Allah artinya putus asa, menyesal dan bersedih, dikatakan اُبْلِسَ dari rahmat Allah berarti putus asa dari rahmat Allah, firman Allah: “وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَ " artinya "Pada hari kiamat berputus asalah orang-orang yang berdosa" (QS ar-Rum: 12). Pengertiannya mereka putus asa dari segala kebaikan itu karena mereka selalu melakukan kemaksiatan dan tidak pernah melakukan kebaikan.
اَلْبَلَسُ artinya orang yang tidak punya kebaikan sama sekali.
إِبْلاَسُ artinya terputus dan terdiam disertai kebingungan, penyesalan, putus harapan dan putus asa. Dengan demikian dinamakan dengan Iblis karena terputus semua argumennya, menjadi kebingungan dan putus asa dari kerahmatan Allah karena ia tidak mempunyai harapan untuk melakukan kebaikan sama sekali.
Ada yang mengatakan, dinamakan dengan Iblis karena ketika ia putus asa dari rahmat Allah أَبْلَسَ يَأْسًا ia terdiam dan putus asa.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas ra berkata: “Allah menjadikan Iblis berputus asa untuk melakukan semua kebaikan dan dijadikannya Syetan yang terkutuk akibat pembangkangannya”.
Ibnu Katsir berkata: tatkala Iblis menolak untuk bersujud, Allah membuatnya putus asa" artinya dibuatnya putus asa untuk berbuat semua kebaikan dan dijadikannya syetan yang terkutuk akibat dari pembangkangannya.
Ia menolak bersujud karena itu dibuatnya putus asa dari rahmat Allah dan Allah menjauhkannya dari pintu rahmat-Nya, menurunkan derajatnya, mengusir dari pintu rahmat-Nya, mengusirnya dari tempat kesenangannya, tempat sucinya dan dinamakanlah dengan Iblis sebagai tanda bahwa ia telah putus asa dari rahmat Allah dan akhirnya diturunkan dari langit dalam keadaan terhina dan terusir.
Iblis belum dinamakan dengan Iblis kecuali setelah melakukan pembangkangan, adapun sebelum pembangkangan dan penolakannya untuk bersujud kepada Adam belum dinamakan dengan Iblis sebagaimana yang terdapat dalam beberapa riwayat.
Sebagian yang lain ada yang berpendapat bahwa kata “Iblis” merupakan nama ajam (non Arab) bukan berasal dari bahasa Arab tetapi kemudian di ta’rib, kata jamaknya adalah أَبَالِسَةٌ dan أَبَالِيْسُ.
Dalam beberapa hal, nama Iblis menjadi nama bagi syaithan, tidak ada nama lain selainnya.
* * *
Nama-nama Iblis sebelum membangkang kepada Allah
Penamaan iblis terkait dengan penciptaan Adam as, apakah dinamakan dengan Iblis sebelum menolak bersujud dengan Adam as?. Beberapa literatur sejarah menyebutkan beberapa nama bagi Iblis sebelum membangkang, diantaranya adalah:
Al-Harits, ‘Azazil, Nail, al-Hakam, Yafil.
Ada beberapa nama julukan bagi Iblis, yaitu: Abu Murrah, Abu Kadus, dan Abu al-Karabiyyin.
* * *
Kenapa dinamakan Syaithan?
Iblis dinamakan juga dengan Syetan.
شَيْطَانٌ berasal dari kata “شَطَنَ”, dalam fiqh lughah kata شَطَنَ bermakna salah satu tali yang menarik tali ember untuk mengambil air dalam sumur dan dua tali yang diikat untuk menarik kuda.
شُطُوْنٌ bermakna sumur yang jauh dasarnya, luas bagian atasnya dan sempit bagian bawahnya, bermakna juga ember yang ditarik dengan dua tali dari sisi-sisinya, jika ember itu ditarik dengan hanya satu tali maka bisa terputus dan bisa jatuh ke pinggir sumur. Dan kata مُشَاطِنٌ yaitu sesuatu yang menarik ember dengan dua tali (kerekan) supaya tidak menyentuh dasar sumur.
Setiap pembangkang dari jenis jin, manusia, dan binatang dinamakan dengan “Syaithan”, pertama-tama sifat Iblis adalah pembangkang oleh karena itu dinamakan dengan Syaithan. Dari kata شَيْطَانٌ diambil kata “شُطُوْنٌ” bermakna jauh, شَطَنَ عَنِ الشَّيْئِ yaitu jauh dari sesuatu.
شَيْطَانٌ berasal dari wazan فَيْعَالٌ dari kata شَطَنَ maknanya "menjauh", ia menjauh apabila disebutkan nama Allah, dikatakan شَيْطَانٌ karena berasal dari dua fiil yaitu dari kata شَاطَ يَشِيْطُ artinya terbakar dan marah, karena syetan terbakar dan marah apabila ada hamba taat kepada Tuhannya dan hamba itu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syetan.
Inti dari perbuatan syetan kepada manusia adalah menjauhkan manusia semaksimal mungkin untuk tidak beribadah kepada Allah, penamaan Syetan ini akibat dari perbuatan Syetan kepada manusia bukan karena perbuatan syetan itu kepada dirinya sendiri.
* * *
Kapan dinamakan dengan Syetan?
Dinamakan dengan Syetan setelah ia menggoda Adam dan membangkang perintah Allah, sehingga dikeluarkan dari surga, maka Allah menamakannya dengan Syetan.
Sebelum menggoda Adam dan setelah keluar dari surga, Alquran belum menamakannya dengan Syaitan. Sebelum Allah memerintahkan Syetan untuk sujud kepada Adam, syetan belum menjadi makhluk yang kebingungan, Alquran belum menamakannya “Iblis”. Pada dua nama tadi (Syetan dan Iblis) Alquran menggunakan isim isyarah هذا yang menunjukkan pada dzat bukan sifat.
Nama Syetan karena perbuatannya, nama syetan melekat padanya dan tidak melekat pada manusia.
Nama-nama Iblis
Diriwayatkan bahwa Iblis mempunyai beberapa nama di kerajaan langit dunia dan yang mengherankan semua nama yang dinisbahkan kepadanya menunjukkan pada kualitas ibadah makhluk ini karena kadar keimanannya yang tinggi kepada Allah dan termasuk dari hamba yang paling taat di muka dunia sampai ia ditempatkan dalam majlis-majlis dan tempat-tempat para malaikat terpilih dan terbaik di langit, kedudukan Iblis itu seperti halnya burung merak yang elok dan dilingkari dengan sayap-sayap keimanan pada tubuh mereka, Iblis dikenal dengan nama: Al-'Abid, az-Zahid, al-‘Arif, al-Wali, at-Taqi, al-Khazin dan Azazil.
Semua nama-nama Iblis tersebut maknanya berlawanan dengan keadaan yang sebenarnya sebab mengarah pada sifat ketaqwaaan dan keistimewaannya.
Di Lauh Mahfud
Di Lauh Mahfud hanya dikenal dengan nama Iblis. Alquran menamakannya dengan “waswasil khannas” artinya menurut Ibnu Abbas: Syetan yang menetap dalam hati manusia, apabila manusia terlupa dan khilaf, ia (iblis) membisik-bisiki manusia, apabila manusia ingat kepada Allah ia bersembunyi".
Ibnu Qayyim berkata: (Para syetan mengepung diri manusia dan mereka menjadikan manusia sebagai musuhnya, maka apa pendapatmu dengan seseorang yang telah terkepung oleh musuh-musuhnya yang penuh nafsu amarah dan angkara murka, mereka selalu mengelilinginya, setiap syetan mendapatkan bagian tugas sesuai dengan kemampuannya untuk melakukan keburukan dan membuat masalah, tidak ada jalan bagi manusia untuk memecah belah persatuan mereka kecuali hanya dengan ingat kepada Allah azza wa jalla.
Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya “al-Bidayah wan Nihayah”:
“Ketika Allah menginginkan penciptaan Adam beserta keturunannya untuk ditempatkan di muka bumi dalam bentuk jasad, Iblis selaku pemimpin para Jin, pada waktu itu namanya “Azazil” mengelilingi Adam, ketika ia melihat bahwa fisik Adam berongga tahulah Iblis bahwa Adam makhluk yang tidak berdaya.
Ia (Iblis) berkata: jika aku dapat menguasaimu maka akan aku rusak dirimu dan jika kamu menguasai aku, maka pasti aku akan menentangmu. Tatkala Allah meniupkan ruhnya kepada Adam dan memerintahkan malaikat untuk sujud kepadanya, Iblis menyusup dalam bentuk badan yang besar dan menolak untuk sujud kepada Adam, Iblis berkata: saya lebih baik dari Adam, Engkau (Allah) ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan Adam dari tanah, Iblis membangkang, menentang Allah dan Allah menjauhkannya dari rahmat-Nya, derajatnya diturunkan yang tadinya seorang hamba yang giat beribadah dan hidup bersama para malaikat, hanya saja bukan dari jenis malaikat karena Iblis diciptakan dari api bukan dari cahaya, maka Allah menurunkan derajat Iblis dari derajat yang paling tinggi dan diharamkan baginya untuk tinggal di dalam surga dan diturunkan ke dunia dalam keadaan terhina, rendah, terusir dan dijanjikan siksa api neraka dengan para pengikutnya yang terdiri dari jin dan manusia. Iblis berupaya sekuat tenaga untuk menyesatkan manusia dengan segala cara dan kiat, sebagaimana terdapat dalam firman Allah:
Iblis berkata: Kabarkanlah kepadaku tentang orang ini (Adam) yang Engkau muliakan lebih dari padaku. Demi, jika Engkau berikan tempo kepadaku sampai hari kiamat, niscaya aku musnahkan (perdayakan) anak-anak cucunya, kecuali sedikit saja (al-Isra':62).
Allah swt menjawabnya dengan mengatakan.
Allah berfirman: Pergilah engkau, barangsiapa mengikuti engkau di antara mereka, maka sesungguhnya neraka jahanamlah balasanmu, sebagai balasan yang setimpal. Gerakanlah orang yang dapat engkau kuasai di antara mereka dengan suara engkau dan kerahkanlah kepada mereka lasykar berkudamu dan laskar infantrimu dan ikut sertakanlah mereka pada (godaan) harta dan anak-anak dan janjikanlah kepada mereka. Tak ada yang dijanjikan oleh syetan kepada mereka melainkan semata-mata tipuan. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, tak ada bagi engkau kekuasaan atas mereka itu. Cukuplah Tuhanmu menjadi wakil (al-Isra': 63-65). .
Bagaimana Iblis diciptakan?
Iblis sebagaimana Jin diciptakan dari api. Dikatakan ia diciptakan dari “nyala api yang menjilat-jilat” yaitu sisi nyala api yang menjilat-njilat atau dari api yang paling bersih dan paling baik.
Hallaj berkata: (Tidak ada penduduk langit yang mengesakan Allah seperti halnya Iblis, dilaknat ketika sampai pada derajat penyatuan dengan Dzat Tuhan, diusir ketika meminta lebih, Allah berkata kepadanya: sujudlah (kepada Adam), ia menjawab Tidak, Allah kembali berkata: Jika kamu tidak melakukan sujud, kamu akan terkena laknat-Ku, Iblis menjawab: tidak ada madharat bagiku, Allah mengatakan: kamu telah melakukan kesombongan, Iblis menjawab: Saya tidak pernah sedikitpun dan sifat kesombongan serta kepongahan melekat padaku, maka bagaimana jika saya banyak menghabiskan waktu untuk tidak beribadah kepadamu? Maka siapa yang lebih mulia dan lebih terhormat? Saya yang lebih mengenal Engkau dibandingkan Adam di zaman azali (saya lebih baik darinya) karena saya lebih lama beribadah kepada-Mu ya Allah untuk berbakti, tidak ada di alam semesta yang lebih mengenal-Mu dibandingkan aku, kehendakku adalah kehendak-Mu dan kehendak-Mu adalah kehendakku, kehendak-Mu telah mendahului kehendakku dan kehendakku menyusul kehendak-Mu, jika saya sujud kepada selain-Mu, maka kembalikanlah saya ke ujud asliku, karena Engkau ciptakan aku dari api, api kembali ke api, kehendak-Mu yang menentukan dan memilih.
Sisi logis dari kisah Iblis
Dikatakan oleh Hallaj dalam perdebatannya dengan syetan sebagaimana tersebut dalam teks berikut:
Hallaj mengatakan bahwa ia telah mengetahui kebaikan Iblis, bahwasanya Hallaj melindungi dirinya dengan lingkaran penjagaan Allah dari segala tipu daya Iblis:
Lingkaran pertama: Kehendak-Nya, lingkaran kedua: Hikmah-Nya, lingkaran ketiga: kuasa-Nya dan lingkaran keempat: pengetahuan dan sifat Azali-Nya.
Iblis menjawab dengan berkata: (Jika kamu masuk pada lingkaran pertama, saya dicoba dengan lingkaran yang kedua, jika kamu mendapatkan lingkaran yang kedua saya dicoba dengan lingkaran ketiga, jika kamu ditolak di lingkaran ketiga, saya dicoba di lingkaran keempat: maka tidak, tidak, tidak dan tidak. Saya tetap pada kata (tidak) yang pertama, maka saya dilaknat pada kata (tidak) yang kedua, kemudian saya dilempar pada kata (tidak) yang ketiga, dan dimana bagianku yang keempat, seandainya saya tahu dengan sujud kepada Adam menyelamatkanku pasti saya akan sujud, akan tetapi saya tahu bahwa di balik semua itu ada lingkaran yang selalu berputar).
Singgasana Iblis
Disebutkan sebelumnya bahwa singgasana Iblis berada di permukaan air laut, ia duduk mengarahkan para pengikutnya, dengan mengirimkan para laskarnya agar hidup bersama dengan manusia untuk melakukan keburukan dan fitnah.
Rasulullah saw bersabda: ((Singgasana Iblis berada di lautan, Iblis mengirimkan pasukannya setiap hari untuk melakukan fitnah di kalangan manusia, maka jin yang kedudukannya paling mulia di sisi Iblis adalah yang paling besar melakukan fitnah di kalangan manusia.
Gambaran Iblis
Iblis paras mukanya gagah, bagus dipandang, sayapnya ada empat, berilmu dan banyak beribadah.
Ia dijuluki "malaikat yang paling elok” “malaikat yang paling mulia” ia malaikat yang paling dekat dengan komandan para malaikat pemanggul Ars mereka adalah Jibril dan Mikail.
Ali bin abi thalib ra berkata: Iblis mempunyai celak, bubuk celak dan sendok. Celaknya adalah tidur, bubuknya adalah marah dan sendoknya adalah kebohongan.
Nabi Isa as berdoa kepada Allah supaya diperlihatkan wujud syetan yang ada pada manusia, maka Allah memperlihatkannya, kepalanya seperti kepala ular, kepalanya terdapat pada hati manusia, apabila disebutkan nama Allah ia bersembunyi, apabila tidak disebutkan nama Allah, ia meletakan kepalanya di pusat hati manusia.
Perubahan Fisik Iblis
Apabila iblis maksiat kepada Allah, maka Allah merobah dan merendahkannya seperti halnya babi, menjadikan kepalanya seperti kepala hewan ternak, dadanya seperti punuk onta besar, kedua matanya terbelah sepanjang mukanya, hidungnya terbuka seperti cangkir tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir banteng, taringnya keluar seperti taring babi hutan, jenggotnya hanya ada tujuh rambut, Allah mengusirnya dari surga dan melaknatnya sampai hari kiamat.
Malaikat menangis sebab Iblis membangkang perintah Allah
Ketika Iblis membangkang kepada Allah, malaikat Jibril dan Mikail menangis, Allah berkata kepada keduanya: apa yang menyebabkan kalian berdua menangis?
Keduanya menjawab: Tuhan kami, tidaklah kami merasa aman dengan segala tindakan-Mu
Allah mengatakan: demikianlah kalian berdua, janganlah kalian berdua merasa aman dengan tindakan-Ku.
* * *
Iblis di dalam Alquran
Banyak beberapa ayat dalam Alquran yang menyebutkan tentang iblis, semua ayat menyebutkan gambaran secara sekilas tentang makhluk yang melakukan maksiat kepada Allah ini.
Allah SWT berfirman: "Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, supaya mereka mengatakan perkataan yang terbaik. Sesungguhnya syetan menghasut antara mereka itu. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagi manusia".
"Wahai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu maka mereka akan melakukan tipu daya kepadamu. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagi manusia".
"Janganlah kamu terhalang oleh syetan, sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu"
"Tidakkah aku janjikan kepadamu, hai anak Adam, bahwa janganlah kamu menyembah syetan, karena ia musuh yang nyata bagimu".
"Sesungguhnya syetan itu musuhmu, sebab itu jadikanlah ia sebagai musuhmu. Dia hanya menyeru pengikutnya supaya mereka masuk neraka (sa’ir)".
"Lalu Iblis memperdayakan keduanya, supaya terbuka bagi keduanya kemaluannya yang tertutup, serta ia berkata: Tiadalah Tuhanmu melarang menghampiri pohon itu, melainkan supaya jangan kamu menjadi malaikat atau tetap kekal di dalam surga. Ia bersumpah terhadap keduanya: Sesungguhnya aku memberi nasihat kepadamu. Lalu ia menjatuhkan keduanya dengan segala tipu daya. Setelah keduanya merasakan buah pohon itu, terbukalah bagi keduanya kemaluannya, sehingga keduanya menutupinya dengan daun pohon surga. Kemudian Tuhan menyeru kepada keduanya: bukankah Kularang kamu menghampiri pohon itu dan Kukatakan kepadamu, bahwa syetan itu musuh yang nyata bagimu?".
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Siapa yang menurut langkah syetan itu, maka ia menyuruh membuat yang keji dan yang mungkar. Kalau tiadalah karunia Allah kepadamu dan rahmat-Nya, niscaya tidak suci seorang juga di antara kamu selama-lamanya, tetapi Allah mensucikan siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Maha mendengar lagi Mahamengetahui".
"Wahai umat manusia, makanlah apa saja yang ada di bumi, makanan yang halal dan baik dan janganlah kalian mengikuti langkah syetan, sesungguhnya syetan itu musuh yang utama".
"Wahai orang-orang yang beriman masuklah dalam agama Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian mengikuti langkah-lagkah syetan. Sesungguhnya setan musuh yang nyata".
"Syetan menjanjikanmu kefakiran dan memerintahkanmu perbuatan keji dan Allah menjanjikanmu ampunan dan keutamaan. Allah Maha mendengar lagi Mahamengetahui".
"Kemudian keduanya (Adam dan Hawa) diperdayakan oleh syetan, sampai dikeluarkan dari kesenangan yang telah didapatinya. Kami katakan: Turunlah kamu, sebagian kamu dengan yang lain bermusuh-musuhan dan untukmu tempat kediaman di atas bumi dan kesenangan, hingga datang ajalnya"
"Sesungguhnya syetan-syetan itu hanya menakut-nakuti para pengikutnya, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman".
" Dan juga orang-orang yang membelanjakan hartanya, karena riya kepada manusia, dan mereka tiada beriman kepada Allah dan tiada pula kepada hari kemudian. Barang siapa menjadikan syetan sebagai temannya, maka amat jahatlah temannya itu"
"Apabila mereka ditimpa suatu hal rasa aman atau rasa takut, mereka siarkan (kepada musuh) dan kalau mereka serahkan hal itu kepada Rasul atau kepada pemimpin mereka, niscaya orang-orang yang meneliti diantara mereka mengetahui hal itu, kalau tiada karunia Allah kepadamu dan rahmat-Nya, niscaya kamu mengikuti syetan kecuali sedikit diantara kamu"
" Hai-hai orang yang beriman, sesungguhnya arak, judi, berhala, dan bertenung adalah pekerjaan keji dari perbuatan syetan, sebab itu hendaklah kamu menjauhinya mudah-mudahan kamu mendapat kemenangan. Sesungguhnya syetan menghendaki, supaya menjeremuskan kamu dalam permusuhan dan saling benci sesama kalian karena arak dan berjudi, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan mengerjakan shalat, maka apakah kamu mau berhenti?. Taatlah kepada Allah, kepada Rasul dan waspadalah, jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban rasul kami hanya menyampaikan dengan nyata".
" Berkata pemuda itu kepadanya (kepada Musa) apakah engkau melihat ketika kita berada di batu besar tadi lalu aku melupakan ikan itu, dan tiadalah yang melupakanku untuk mengingatnya melainkan syetan sehingga ikan itu mencari jalan ke laut dengan ajaib".
" Apabila engkau lihat orang yang bercakap-cakap (mengolok-ngolok) ayat kami, maka berpalinglah engkau dari mereka, sehingga mereka berkata dengan perkara yang lain. Jika engkau lupa karena syetan maka janganlah engkau duduk bersama bersama kaum yang dhalim setelah kamu ingat".
" Mereka telah dikuasai (diperintah) oleh syetan lalu dia melupakan mereka untuk mengingat Allah. Mereka itulah golongan pengikut syetan, sesungguhnya pengikut syetan itu orang-orang yang merugi".
" Hai anak-anak Adam: Janganlah kamu terpedaya oleh syetan sebagaimana syetan telah mengeluarkan bapak ibumu dari surga sedang ia menanggalkan pakaian keduanya supaya terbuka kemaluannya, sesungguhnya syetan dan balatentaranya melihat kamu dan kamu tidak melihat mereka, sesungguhnya kami angkat syetan-syetan itu menjadi pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman".
"Bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami turunkan kepadanya ayat-ayat kami, lalu dibuanglah ayat-ayat itu sampai ia diikuti syetan, oleh karena itu ia termasuk orang-orang yang sesat".
" Jika syetan menghasut engkau dengan suatu tipuan, maka hendaklah berlindung kepada Allah. Sesungguhnya Dia Mahamendengar lagi Mahamengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, apabila disentuh oleh syetan, mereka ingat kepada Allah, lalu melihat kebenaran. Teman-temannya syetan membantu mereka dalam kesesatan, kemudian mereka tiada berhenti membantunya".
" Ketika kamu sangat mengantuk sebagai keamanan dari Allah, dan diturunkan-Nya air dari langit, supaya dibersihkan-Nya kamu dengan air itu, dan dihapuskan-Nya darimu bisikan syetan dan supaya dikuatkan-Nya hatimu dan ditetapkan-Nya telapak kakimu".
" Ketika syetan menghiasai usaha mereka (yang jahat) lalu katanya: Kamu takkan kalah oleh orang-orang (Muslimin) pada hari ini ; sesungguhnya aku akan menolong kamu. Tetapi tatkala bertempur kedua golongan itu, syetan itu mundur ke belakang, lalu katanya: aku keluar dari golonganmu, karena aku melihat apa yang tidak kamu lihat, lagi aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksaann-Nya".
"Kemudian Yusuf berkata kepada orang yang telah disangkanya, bahwa ia akan bebas: Ingatkanlah aku kepada tuanmu (mudah-mudahan aku dibebaskannya). Tetapi syetan melupakannya untuk mengingatkan kepada tuannya, sehingga Yusuf tinggal dalam penjara beberapa tahun".
“Kemudian Yusuf mendudukan ibu bapaknya di atas singgasananya, lalu mereka itu sujud (tunduk) kepada Yusuf. Berkata Yusuf: Ya ayahanda! Inilah takwil mimpi saya yang dahulu, sesungguhnya Tuhanku telah menjadikan dia dengan sebenarnya. Sungguh Allah telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia mengeluarkanku dari penjara, serta mendatangkanmu dari dusun, sesudah syetan menghasut antara saya dan antara saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Mahahalus (urusan-Nya) tentang apa yang dikehendaki-Nya. Sungguh Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana".
"Berkata syetan, setelah diputuskan hukuman itu: sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar dan aku telah menjanjikan pula kepadamu, tetapi aku memungkiri janjiku. Tidak ada kekuasaan bagiku atas kamu, kecuali bahwa aku menyerumu lantas kamu terima. Sebab itu janganlah kamu mencercaku dan cercalah dirimu sendiri. Aku tiada dapat menolongmu, dan kamu tiada dapat menolongku. Sesungguhnya aku ingkar akan apa yang kamu persekutukan denganku masa dahulu. Sesungguhnya untuk orang-orang dhalim bagi mereka siksaan yang pedih".
" Sesungguhnya telah kami jadikan bintang-bintang di langit dan Kami hiasi langit untuk orang-orang yang melihatnya. Dan kami peliharakan dia dari tiap-tiap syetan yang terkutuk".
" Demi Allah, sesungguhnya telah Kami utus beberapa Rasul kepada beberapa umat sebelum engkau, lalu syetan menghiaskan (memandangkan baik) kepada mereka perbuatannya (yang jahat), sebab itu dialah pemimpin mereka pada hari ini (di dunia) dan untuk mereka siksaan yang pedih".
"Maka apabila kamu membaca Alquran, mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan yang terkutuk".
“Sesunguhnya orang-orang yang melakukan perbuatan mubadzir (boros) itu adalah temannya syetan dan syetan itu kafir terhadap Tuhannya”.
“Gerakanlah orang yang engkau kuasai di antara mereka dengan suara engkau dan kerahkanlah kepada mereka lasykar engkau yang berkuda atau berjalan kaki dan temanilah mereka dengan harta dan anak-anak dan janjikanlah kepada mereka. Tak ada yang dijanjikan syetan kepada mereka, melainkan hanya tipu daya”. Sesungguhnya hamba-Ku, tak ada bagi engkau kekuasaan atas mereka itu. Cukuplah Tuhanmu menjadi wakil”.
“Ya bapakku (kata Ibrahim), janganlah engkau sembah syetan. Sesungguhnya syetan itu durhaka kepada Yang Mahapengasih. Ya bapakku, sesungguhnya aku takut, (khawatir), bahwa engkau akan ditimpa siksaan dari Yang Mahapengasih, lalu engkau menjadi wali (teman) bagi syetan”.
“Kemudian syetan membisik-bisikannya, katanya: Hai Adam! Maukah kutunjukkan kepadamu sepohon kayu khuldi (kekal) (siapa yang memakannya niscaya kekal dalam surga) dan kerajaan yang tiada akan habis”.
“Diantara manusia ada orang yang membantah kepada Allah tanpa ilmu pengetahuan, dan mengikuti tiap-tiap syetan yang durhaka. Telah diputuskan kepada syetan, bahwa siapa yang mengikutinya, maka syetan itu akan menyesatkannya dan menunjukinya kepada azab neraka”.
“Tiadalah Kami utus sebelum engkau seorang rasul dan tidak pula seorang nabi, melainkan apabila ia bercita-cita (dalam hatinya), maka syetan menghalang-halangi cita-citanya itu, lalu Allah menghapuskan halangan syetan itu, kemudian Allah menetapkan ayat-ayat-Nya. Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana”. Supaya Dia menjadikan halangan syetan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang yang kasar hatinya. Sesungguhnya orang-orang yang dhalim itu dalam perselisihan yang jauh”.
“Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari peringatan (Alquran) setelah sampai kepadaku. Adalah syetan itu amat khianat kepada manusia. Berkata rasul: ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah meninggalkan Alquran ini”.
Syetan selalu menghias-hiasi perbuatan buruk
Firman Allah: “Dan syetan itu menghiaskan kepada mereka (mengatakan baik) pekerjaannya itu, lalu ia menghalangi mereka melalui jalan yang lurus sampai mereka tidak mendapat petunjuk”.
Nabi Musa ketika melakukan pembunuhan tersalah, Allah berfirman: “Pada suatu hari Musa masuk ke dalam kota, ketika sunyi penduduknya, lalu didapatinya dua orang lelaki yang berkelahi, seorang dari golongannya (bani Israil) dan yang lain musuhnya (bangsa Qibty). Kemudian minta tolong orang yang dari golongannya melawan musuhnya, lalu Musa memukulnya, lantas mati. Berkata Musa: Ini pekerjaan syetan. Sungguh syetan itu musuh yang menyesatkan dan nyata”.
Umat-umat terdahulu dihias-dihiasi oleh syetan untuk melakukan perbuatan yang dapat menghalang-halangi mereka menuju jalan Allah:
Firman Allah: “Dan (telah Kami binasakan) ‘Ad dan Tsamud. Sesungguhnya telah terang bagimu tempat tinggal mereka (negerinya, karena masih ada bekas-bekasnya). Dan syetan telah menghiaskan kepada mereka amalannya (yang jahat), lalu ia menghalangi mereka dari jalan (yang lurus), padahal mereka mempunyai penglihatan”.
“Apabila dikatakan kepada mereka: Turutlah apa-apa yang diturunkan Allah, mereka menjawab: Bahkan kami menuruti apa-apa yang telah kami dapatkan dari bapak-bapak kami. Adakah mereka akan menurut juga, kalau syetan menyeru mereka ke dalam siksa neraka?.
“ Jika engkau dihasut oleh syetan dengan suatu hasutan, maka berlindunglah engkau kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahamendengar lagi Mahamengetahui”.
“Sesungguhnya orang-orang yang mundur ke belakang (kembali kepada kekafiran), sesudah terang petunjuk kepada mereka, syetan selalu menghiaskan kepada mereka dan memanjangkan angan mereka”.
“Berbisik-bisik (tentang kejahatan) merupakan perbuatan syetan, supaya berduka-cita orang yang beriman, tetapi tiadalah melarat kepada mereka sedikitpun, kecuali dengan izin Allah. Kepada Allah hendaknya bertawakal orang-orang mukmin”.
“Seperti halnya syetan, ketika berkata kepada manusia, kafirlah kamu, maka tatkala manusia itu telah kafir, syetan berkata: saya tidak mau tahu (lepas tangan) dengan apa yang terjadi dengan kalian, sesungguhnya saya takut kepada Allah Tuhan semesta alam”.
“Katakanlah: “Adakah (patut) kita sembah, selain dari Allah, sesuatu yang tiada bermanfaat kepada kita dan tiada pula menimbulkan madharat dan kita kembali menjadi kafir, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syetan di muka bumi, sehingga menjadi heran; baginya ada beberapa orang teman yang menyerunya kepada petunjuk: Marilah bersama kami! Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah ialah sebenar-benar petunjuk . kami diperintah, supaya kami patuh kepada Tuhan semesta alam”.
“Satu golongan mendapat petunjuk dan satu golongan menjadi sesat, karena mereka telah mengangkat syetan menjadi pelindung selain Allah, sedangkan mereka mengira, bahwa mereka itu mendapatkan petunjuk”.
Sebagian nama anak-anak Iblis dan tugas-tugasnya
Imam Ghazali menyebutkan dalam kitab Ihya Ulumuddin. Iblis mempunyai 5 orang anak masing-masing mendapatkan perintah darinya, sebagaimana disebutkan dalam beberapa kitab sirah (sejarah) ada nama-nama lain, dan yang paling terkenal adalah nama-nama berdasarkan pembagian tugasnya, mereka adalah:
Khun : syetan ini bertugas merusak kekhusuan shalatnya hamba Allah.
Alwilhan: syetan ini bertugas merusak wudhunya hamba Allah
Hifan: syetan ini bertugas menyakiti manusia dan menakut-nakuti mereka dengan menampakan kepada mereka dalam bentuk hewan yang menakutkan.
Mabsut: syetan ini bertugas menggoda manusia untuk selalu berbohong
Zalnabur: syetan ini bertugas menggoda manusia untuk berkata omong kosong, berbohong, melakukan sumpah palsu dengan memuji barang-barang dagangannya, sebab syetan inilah manusia saling melakukan kedhaliman.
Wallaha: syetan ini bertugas membisik-bisiki (membuat keraguan) ketika bersuci dan ketika shalat.
Abyadh: syetan ini bertugas membisik-bisiki para nabi dan mengobarkan kemarahan
Tsabar: syetan ini bertugas menggoda orang yang tertimpa musibah untuk mencakar-cakar muka, menyobek-nyobek pakaian dan menampar-nampar pipi (karena tidak ikhlas menerima musibah-pen).
A’war: syetan ini bertugas menggerakan shahwat kepada kaum lelaki dan perempuan dengan membujuk mereka melakukan zina, syetan ini merupakan pakarnya zina, memerintahkan manusia untuk berzina dan menghias-hiasi perbuatan zina.
Dasim: syetan ini bertugas menyebarkan fitnah di dalam keluarga, antara ayah ibu, saudara-saudara lelaki dan perempuan, memasukkan orang lain dalam lingkup keluarga, saling melemparkan aib dan saling memarahi sesama mereka dengan menebarkan kecemburuan dan saling dengki sehingga menyebabkan kesengsaraan.
Mutrasy: syetan ini bertugas menyebarkan berita bohong
Dahhar: syetan ini bertugas menggoda orang-orang mukmin tatkala tidur dengan mimpi-mimpi buruk, tidur dalam bayangan yang menakutkan dan mimpi basah dengan perempuan lain.
Tamrih: syetan ini bertugas menyibukkan waktu manusia sehingga mereka lalai melaksanakan kewajiban beribadah.
Laqis: ia merupakan anak perempuan Iblis yang mengajari kaum perempuan Luth melakukan perbuatan lesbian, sebagaimana kaum lelakinya hanya senang kepada sesamanya (homosexsual), tugasnya sampai sekarang menyesatkan anak-anak perempuan manusia dan menggoda mereka untuk melakukan perbuatan lesbian.
Miqlas: syetan ini bertugas menghias-hiasi permainan judi kemudian menimbulkan permusuhan dan kebencian antara para pemainnya.
Sebagian anak-anaknya Iblis yang tidak mempunyai tugas khusus yaitu,
Khanzab, al-Ajda’, al-Ajda Syaishoban, Miturwan dan Syamharus
Anak Panah Iblis
Imam Auza’i menyebutkan bahwa suatu hari Iblis bertanya kepada para pemimpin syetan:
Iblis bertanya: Dari arah mana saja kamu mendatangi manusia?
Mereka (para pemimpin syetan) menjawab: dari setiap pintu
Iblis bertanya: apakah kamu mendatangi mereka dari pintu istighfar?
Mereka menjawab: sesungguhnya istighfar itu tidak pernah kita lafalkan, mereka yang telah membaca istighfar telah menyatakan tauhid.
Iblis berkata: akan aku datangi mereka dari pintu yang manusia tidak membaca istighfar kepada Allah, kami menghembuskan kepada mereka hawa nafsu dan perbuatan bid’ah.
Dari Rasulullah saw bersabda: “penglihatan adalah anak panah beracunnya Iblis”.
Iblis dan Kebenaran Imannya
Dalam hadits al-Asy’ats al-Aghbar diceritakan bahwa ada seseorang memasuki majlisnya Rasulullah saw beserta sahabatnya. Orang tersebut tidak ada sama sekali bekas setelah melakukan perjalanan jauh, orang tersebut adalah pembawa wahyu yaitu malaikat Jibril. Jibril bertanya kepada Rasulullah saw beberapa pertanyaan, diantaranya apa iman itu? Rasulullah saw menjawab iman adalah kamu bersaksi adanya Allah azza wajalla, malaikat-Nya, kitab-Nya, rasul-Nya dan Qadar baik dan buruk
Ini adalah pemahaman iman secara kata dan substansi, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah saw tadi. Berpijak pada hal ini apakah ada orang yang meragukan keimanan Iblis, ia pernah berbicara dengan Allah, mendebat-Nya, bersumpah atas nama-Nya, kebesaran-Nya subhanahu wa ta’ala, dia bersumpah atas nama Alquran yang selalu ia baca sampai hari kiamat, dialah makhluk yang diciptakan sebelum Adam diciptakan kemudian ditiupkanlah ruh kepada iblis sebagai makhluk yang paling rajin beribadah di alam semesta ini, bahkan ia dinamakan sebagai “malaikat yang paling baik” karena keikhlasannya dalam beribadah akan tetapi keimanannya berkurang sebab tidak mau beriman dengan takdir Allah tentang penciptaan Adam, ketika Allah memerintahkannya untuk bersujud, ia menolak dan memang sudah menjadi ketentuan Allah kepada Iblis dan anak-anaknya bahwa tingkah laku mereka yang sombong dengan meminta derajat yang lebih tinggi di dunia.
Dengan demikian kita jangan mengatakan bahwa jiwa Iblis setengahnya adalah muslim, karena pengertian “Islam” adalah menyerahkan diri sepenuhnya terhadap perintah Allah tanpa ada batasan apapun atau syarat apapun, tanpa perdebatan, tanpa penentangan akan tetapi Iblis menolak hal tersebut, menentang untuk sujud kepada Adam dan menentang perintah-perintah-Nya.
Allah swt berfirman: “Akan kusesatkan mereka itu semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas” (al-Hijr: 39-40).
Firman Allah: “..niscaya aku (Iblis) musnahkan (perdayakan) anak-anak cucunya, kecuali sedikit saja (al-Isra':62).
Macam-macam kekufuran
Beberapa macam kekufuran menurut para ulama:
Kufur syak (ragu-ragu) : yaitu kufur dengan meragukan apa yang telah dibawa oleh Rasulullah saw, tidak membenarkannya dan tidak mendustakannya.
Allah swt berfirman: Dan mereka berkata: Sesungguhnya kami mengingkari apa yang diutuskan kepadamu dan kami dalam keraguan dan bimbang tentang apa yang kamu serukan kepada kami”.
Kufur I’radh (menentang): yaitu kufur dengan menentang apa yang telah dibawa oleh Rasulullah saw tidak membenarkannya, tidak mendustakannya akan tetapi menentangnya.
Allah swt berfirman: “Siapakah yang lebih dhalim dari orang-orang yang diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami menyiksa orang-orang yang berdosa”.
Kufur Juchud (ingkar): yaitu kufur dengan mengingkari keseluruhan ayat yang telah diturunkan oleh Allah atau mengingkari ajaran Islam yang telah diketahui kebenarannya.
Allah swt berfirman: “Mereka mengingkarinya padahal hati mereka meyakininya, karena dhalim dan sombong”.
Allah swt berfirman: “Sesungguhnya Kami mengetahui, bahwa engkau (ya Muhammad) berduka cita karena karena perkataan mereka, sesungguhnya mereka tiada mendustakan engkau (dalam hatinya), tetapi orang-orang yang dhalim dengan menyangkal ayat-ayat Allah”.
Kufur Takdzib (mendustakan) : yaitu kufur karena adanya keyakinan bahwa apa yang telah dibawa oleh Rasulullah saw itu adalah dusta.
Firman Allah swt: “Jika mereka mendustakan engkau, maka sesungguhnya telah mendustakan pula orang-orang sebelum mereka. Telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa keterangan, kitab-kitab dan kitab yang menerangi. Kemudian Aku siksa orang-orang kafir, maka bagaimanakah siksaan-Ku terhadap mereka?”.
Kufur karena penolakan dan kesombongan: Kufur ini seperti halnya kufurnya Iblis karena ia tidak menentang perintah Allah dan tidak mengingkarinya akan tetapi apa yang ia lakukan adalah penolakan dan kesombongan, ini seperti halnya keadaan orang yang tahu bahwa agama Islam adalah agama yang benar, Allah tidak akan menerima agama lain selain agama Islam yang dapat memberikan kebaikan di dunia maupun di akhirat kemudian orang itu tidak memeluk agama Islam karena penolakannya dan kesombongannya dengan menjadikan agama atau madzhab lain buatan manusia.
Allah swt berfirman: “Ketika Kami mengatakan kepada para malaikat, bersujudlah kepada Adam, maka mereka para malaikat bersujud kecuali Iblis, ia menolak dan sombong dan ia termasuk orang-orang kafir”.
Dengan demikian, kafirnya Iblis karena penolakan dan kesombongan sebagaimana terdapat dalam teks ayat di atas.
Iblis tidak mengingkari bahwa Allah adalah pencipta alam semesta dan tidak mengkafiri-Nya akan tetapi kafirnya Iblis terkait atau adanya syarat pada sesuatu yang terjadi.
Hadits Gharib
Disebutkan dalam kitab “شرح أصول اعتقاد أهل السنة والجماعة من الكتاب والسنة وإجماع الصحابة والتابعين من بعدهم (Penjelasan tentang dasar keyakinan Ahlussunnah wal Jama’ah berdasarkan Alquran, sunnah nabi, ijma sahabat, tabi’in dan yang datang sesudahnya) karya Hafidz Abi al-Qasim Hibatullah ibn al-Hasan ibn Mansyur at-Thabari al-Alkai (beliau termasuk penyusun kitab-kitab akidah shahih musannadah (yang bersanad) dan mashur (terkenal) dalam kitab tersebut Abu Hanifah pernah berkata:
“Imannya Abu Bakar dan Imannya Iblis sederajat, Abu Bakar berdoa: ya Allah, demikian juga Iblis berdoa: Ya Allah.
Pernyataan Iblis tentang dirinya sendiri
Iblis mengatakan tentang dirinya sendiri: “Sumpah dusta menimbulkan kebahagiaan dalam hatiku”, Iblis mengatakan lagi: “Berdusta itu dariku, saya adalah yang pertama berdusta, siapa yang berdusta adalah temanku, siapa yang bersumpah dusta atas nama Allah adalah kekasihku”. Sebenarnya apa yang dikatakan Iblis itu tidak benar sama sekali, kecuali Allah telah memerintahkannya untuk bertemu para nabi-Nya, dalam beberapa situasi dan kondisi yang terkait dengan Iblis ada hikmah yang terkandung di dalamnya, banyak beberapa nasehat Iblis yang mengandung kebenaran walaupun Iblis dikenal sebagai pembohong, seperti halnya Rasulullah saw mengatakan kepada Abu Hurairah dalam sebuah hadits bahwa apa yang diucapkan Iblis itu benar walaupun sejatinya Iblis adalah pembohong.
Konflik antara Iblis dan Manusia
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya syetan itu berjalan pada peredaran darah manusia”.
Rasulullah saw memberi kita informasi bahwa syetan berjalan pada peredaran darah manusia dan dalam diri manusia tidak ada bagian manapun tanpa dialiri darah ini artinya bahwa syetan melakukan aktifitas dan berjalan dalam jasad semua manusia sehingga sampai ke hatinya dan menggodanya, manusia tidak merasakan hal itu akan tetapi syetan bisa melakukan hal itu. Ada tiga makhluk Allah yang Allah menutupi gambaran asli mereka kepada kita, sebagai hikmah yang hanya diketahui oleh Allah azza wa jalla, mereka adalah : Malaikat, Jin dan Syetan. Demikian juga ruh manusia tidak bisa dilihat karena itu sudah menjadi kehendak Allah.
Darimana Iblis masuk ke dalam diri manusia?
Diriwayatkan bahwa Iblis berkata: lima hal yang saya tidak punya daya untuk menipu manusia karena semua manusia berada dalam genggamanku, kecuali orang yang berpegang teguh kepada Allah dengan niat yang benar serta bertawakal kepada Allah dalam semua urusan, banyak bertasbih kepada Allah di waktu malam dan siang, orang yang ridha kepada saudaranya sesama mukmin sebagaimana ridha kepada dirinya sendiri, orang yang tidak gelisah terhadap musibah ketika menimpanya, orang yang ridha dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya dan tidak lemah untuk mencari rezki -Nya.
Benteng Hati
Ibnu Jauzi rahimahullah mengilustrasikan konflik antara manusia dan syetan dengan ilustrasi yang retorik dan menakjubkan, ia berkata: sesungguhnya hati itu seperti benteng, di benteng itu ada tembok, di setiap tembok ada pintu dan di pintu-pintu itu terdapat beberapa keretakan, penghuni benteng adalah akal, malaikat sering datang ke benteng itu, disamping benteng ada usus yang di dalamnya ada udara, syetan bolak-balik ke usus itu tanpa ada penghalang, perang terjadi antara penghuni benteng dengan penghuni usus, syetan selalu berputar-putar sekitar benteng menunggu penjaga benteng lalai dan dapat menyeberang lewat celah benteng.
Semestinya penjaga benteng mengetahui semua pintu benteng dan semua celah-celahnya, penjaga benteng tidak boleh lengah dalam mengawasi setiap sudut benteng barang sekejap, karena musuh tidak pernah lengah.
Benteng ini disinari dengan dzikir sebagai sumber keimanan, di dalam benteng itu ada cermin mengkilap yang dapat terlihat di dalamnya gambar setiap benda yang lewat, maka pertama yang dilakukan syetan di dalam usus adalah memperbanyak asap, maka dinding benteng menjadi hitam, cermin menjadi berkarat, akal fikiran menjadi sempurna dengan menolak adanya asap, mengkilapkan dzikir dan mengosongkan cermin, musuh selalu menyerang, mereka (syetan) kadang-kadang menyerang dan dapat memasuki benteng dengan menyergap penjaga kemudian keluar masuk benteng sehingga merusak semua yang ada di dalamnya, barangkali hal itu dilakukan untuk melenakan penjaga dan barangkali angin tidak berhembus agar dapat mengusir asap, maka tembok benteng menjadi hitam, cermin menjadi berkarat, maka syetan melewatinya tanpa ada yang mengetahuinya, syetan melukai penjaga benteng karena kelalaian penjaga, kemudian menawan dan memanfaatkannya serta bertindak sesuai dengan persetujuan hawa nafsu dan membantu kemauan hawa nafsu.
Ajakan Iblis
Ibnu Qayyim menyebutkan dalam kitabnya “samahu badai’ul fawaid”:
Sesungguhnya syetan berupaya menggoda manusia dan mendoakannya agar terjerumus dalam lima perkara atau enam perkara, jika dapat menjerumuskan manusia pada ajakan yang pertama maka tidak mengajaknya pada ajakan kedua, tetapi jika tidak berhasil mengajaknya pada ajakan pertama, maka syetan mengajaknya pada ajakan kedua. Ajakan pertama; mengajak manusia untuk kufur, apabila manusia terjerumus dalam kekafiran dan sirik, berarti syetan dapat mengalahkan manusia dan ia dapat beristirahat, jika syetan merasa putus asa menjerumuskan manusia ke dalam kekufuran, maka ajakan yang kedua; syetan mengajak manusia untuk melakukan perbuatan bid’ah, jika manusia terjerumus dalam perbuatan bid’ah dan menganggap baik perbuatan bidah itu, ia merasa senang dan puas, jika putus asa tidak bisa menjerumuskannya ke dalam perbuatan bid’ah, maka ajakan yang ketiga; ia mengajak manusia melakukan suatu perbuatan yang dapat menjerumuskannya ke dalam dosa besar, apabila tidak mampu menjerumuskanya ke dalam dosa-dosa besar, maka ajakan yang keempat; ia mengajak manusia kepada suatu perbuatan yang dapat menjerumuskannya melakukan dosa-dosa kecil, apabila tidak mampu menjerumuskannya ke dosa-dosa kecil, maka ajakan yang kelima; ia mengajak manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan mubah dan perbuatan-perbuatan yang merusak sehingga perbuatan-perbuatan tersebut menyibukannya untuk tidak mentaati Allah dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang lebih utama. Ini semua merupakan kiat-kiat Iblis menggoda manusia, apabila tidak bisa menjerumuskan manusia dengan kiat-kiat tadi, tersisa satu muslihat atau tipu daya lagi karena iblis tidak pernah menyerah untuk menggoda kepada siapapun, seandainya ada orang yang menyerah untuk digoda oleh iblis, maka Nabi-nabi dan Rasul-rasul Allah juga akan menyerah digodanya, dengan kiat terakhir ini iblis akan mengerahkan balatentara dan saudara-saudaranya sesama syetan dari jenis manusia untuk komitmen tidak akan menyerah menggoda manusia..
Jalan Masuk Iblis
Ujub
Iblis berkata kepada balatentaranya: apabila kamu menggoda manusia maka godalah dalam tiga perkara, manusia tidak akan memperhatikan tiga perkara yang telah dikerjakan tersebut, tiga perkara tersebut tidak akan diterima pahalanya, yaitu apabila manusia memperbanyak amalnya dan melupakan dosanya kemudian timbul perasaan ujub dalam dirinya”.
Rasulullah saw bersabda: ((Tiga amalan yang dapat merusak, yaitu rakus, mengikuti hawa nafsu dan ujub pada dirinya sendiri)).
Rasulullah saw kembali bersabda: ((Seandainya dosa tidak lebih baik dari sifat ujub, Allah tidak akan membiarkan hambanya yang mukmin melakukan dosa selama-lamanya)).
Nabi Isa as berkhotbah di depan para pendukungnya (kaum Hawariyyin): Wahai kaum Hawariyyin berapa banyak lampu mati tertiup angin, berapa banyak orang yang beribadah dirusak oleh perilaku ujub.
Allah swt berfirman: ((Janganlah kamu memuji dirimu sendiri. Dia lebih mengetahui siapa yang taqwa di antara kamu)).
Ali bin abi thalib Amirul mukminin berkata: ((Ujub dapat merusak akal pikiran, ujub sumber malapetaka, ujub dapat merusak, merusak orang yang merasa ridha terhadap dirinya sendiri dan merasa percaya diri dengan apa yang ditanyakan kepadanya )).
Ali bin abi thalib kembali berkata: tidaklah perlu bagi manusia melakukan ujub, karena manusia awalnya berupa setetes air yang hina dan akhirnya menjadi bangkai yang kotor dan apa hal itu menjadi alasan untuk melakukan ujub)).
Imam al-Kadhim as ditanya tentang ujub yang dapat merusak amal shalih. Ia menjawab: ujub ada beberapa level, pertama: ujub dapat menghiasi manusia dengan perbuatan buruk maka dilihatnya perbuatan buruk itu sebagai perbuatan baik, dia menjadi ujub dan mengira apa yang dilakukannya tersebut adalah perbuatan baik. Kedua, ujub dapat berbentuk keimanan kepada Allah, bersumpah atas nama Allah dan kepada Allahlah segala kebajikan.
Termasuk diantara bentuk ujub, ketiga bahwa ujub itu dapat memotifasi pelaku ujub untuk sombong, merasa tinggi hati, merasa besar diri dibandingkan orang lain dan menaruh kebencian yang lain, ujub dapat membutakan pelakunya dari segala kekurangan, kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa besar yang ada pada dirinya, dapat merusak amal-amal shalihnya dan menjerumuskan pelakunya ke level paling rendah dan hina.
* * *
Apa yang dinamakan ujub?
Ujub madzmum (tercela) adalah memperbanyak perbuatan shalih dan mengeksposnya.
Apabila ada orang yang merasa senang sambil tawadhu kepada Allah, bersyukur kepada-Nya berdasarkan taufik-Nya dan taat kepada-Nya hal ini bukanlah dinamakan dengan ujub karena tidak menimbulkan madharat, adapun jika ada seseorang yang serba terbatas dan kekurangan, tetapi mengaku merasa sempurna, shalih dan mengaku mendapatkan karunia yang lebih oleh Allah dibandingkan hamba yang lain, maka itulah yang dinamakan dengan ujub madzmum (tercela) sebab mengutamakan dosa daripada taubat dan istighfar, sifat ujub itu lebih banyak dosanya dibandingkan dengan dosa-dosa anggota badan yang lain, ujub adalah dosa hati dan ini berbahaya, dosa anggota badan yang lain dapat hilang dengan taubat dan ditutupi dengan taat, ujub merupakan perilaku akhlak yang tercela sulit untuk dihilangkan, ujub dapat merusak ketaatan kepada Allah dan menurunkan derajat seseorang ke derajat yang lebih rendah.
* * *
Menangis dan Tertawa
Diceritakan bahwa ada seseorang ulama yang cerdas di masanya mendatangi seorang ‘abid (orang yang taat beribadah), berkata ulama tersebut kepada ‘abid:
Alim : Wahai abid bagaimana shalatmu?
Abid : “dengan perasaan ujub”: apakah orang seperti saya ditanya kualitas ibadahnya? Saya selalu beribadah kepada Allah sepanjang tahun.
Alim: kalau begitu berarti anda selalu menangis?
Abid: saya selalu menangis sampai air mataku bercucuran.
Alim: saya ingin mengatakan kepadamu wahai abid: jika kamu banyak tertawa dan kamu takut kepada Allah itu lebih baik daripada kamu menangis tetapi kamu merasa bangga dengan ibadahmu kepada Allah, maka sesungguhnya merasa bangga itu tidak akan mengangkat derajat perbuatan shalihnya tersebut.
* * *
Keyakinan
Diriwayatkan dari Imam Ja’far as-shadiq as: bahwa Isa as disyariatkan oleh Allah untuk berkelana ke sebuah negeri, dalam perjalanannya tersebut beliau ditemani seorang sahabatnya yang sangat patuh kepada Isa as, pada suatu saat Isa as menyeberangi lautan, ia berkata: dengan menyebut asma Allah dan dengan keyakinan yang benar. Beliau dapat berjalan di atas permukaan air. Tatkala sahabat yang menyertainya melihat Isa as menyeberangi lautan, ia berkata: dengan menyebut asma Allah dan keyakinan yang benar. Sahabatnya berjalan di atas permukaan air sehingga dapat menyusul nabi Isa as, di sini ada perasaan ujub dalam dirinya, ia bergumam sendiri: ini Isa ruhullah dapat berjalan di atas air, saya juga dapat berjalan di atas air, maka alangkah istimewanya saya.
Isa as berkata kepadanya: apa yang anda katakan?
Lelaki tersebut menjawab dengan perasaan malu: saya mengatakan, ini ruhullah saja dapat berjalan di atas permukaan air dan saya juga dapat berjalan di atas permukaan air, maka ada perasaan ujub yang merasukiku.
Isa berkata kepadanya: kamu telah menempatkan dirimu bukan pada tempat yang telah diberikan Allah kepadamu maka Allah akan membencimu dengan apa yang telah kamu katakan, bertaubatlah kepada Allah dengan apa yang telah kamu katakan tadi.
Sahabatnya tersebut bertaubat dan kembali lagi ke derajat yang telah diberikan Allah kepadanya.
* * *
Mencela dirinya sendiri
Diriwayatkan dari Imam Ali bin Musa ar-Ridha: bahwa ada seseorang dari Bani Israil beribadah kepada Allah swt selama 40 tahun dan ibadahnya itu tidak diterima di sisi Allah, ia berkata pada dirinya sendiri:
Abid: Tidaklah aku datang kecuali karena-Mu dan tidaklah aku mempunyai apapun kecuali karena itu adalah kepunyaan-Mu.
Maka Allah swt mewahyukan kepadanya: mencela dirimu sendiri itu lebih baik daripada ibadahmu selama 40 tahun.
* * *
Teriakan Iblis karena perbuatan Manusia
Ada kisah langka dari seseorang yang terkenal akan kefasikan dan leluconnya (melawak tanpa tahu rasa malu), konon ia percaya kepada omongannya Iblis. Orang ini bernama “Abdullah bin Hilal al-Kufi al-Humairi”. Pada suatu hari tetangganya (si pencerita) mendatangi Abdullah bin Hilal al-Kufi al-Humairi untuk meminta tolong kepadanya menuliskan surat kepada Iblis sebab ada suatu keperluan, maka “al-Humairi” menuliskan surat yang akan diberikan kepada Iblis, ia memberitahukan kepada tetangganya dimana tempat agar bisa ketemu dengan Iblis, tetangganya tersebut berjalan dan menyampaikan surat kepada Iblis, maka Iblis membacanya, menerimanya dan meletakan surat tersebut di depannya. Iblis berkata: saya mendengar dan saya patuh kepada Abi Muhammad, apa keperluanmu?
Tetangganya itu menjawab: saya mempunyai tetangga (Abdullah bin Hilal al-Kufi al-Humairi-pen) yang menghormatiku, sangat perhatian kepadaku, sangat menyayangiku dan anak-anakku, jika saya ada keperluan ia selalu memenuhinya atau jika saya butuh pinjaman ia meminjamiku dan membantu meringankan bebanku, jika saya tidak ada ia selalu menggantikanku menemani keluarga dan anak-anakku, banyak kebaikan padanya, ia tidak pernah menunggu-nunggu pengembalian pinjaman dariku dan ia selalu bersyukur.
Iblis mendengarkan dengan seksama cerita tamunya ini tentang kebaikan dan keistimewaan tetangganya tersebut dengan panjang lebar, Iblis menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata: ini baik, bagus, baik.
Tatkala tamunya sudah selesai menceritakan kebaikan tetangganya tersebut, Iblis berkata: apa yang kamu inginkan dari saya? Lelaki itu menjawab: saya ingin kamu melenyapkan kenikmatan yang ada padanya, buatlah ia faqir, apa-apa yang ada padanya dengan banyaknya harta, panjang umurnya dan keselamatannya semua itu membuatku susah, maka Iblis berteriak yang tidak pernah didengar teriakan sepertinya sebelumnya, kemudian berkumpullah jin Ifrit beserta balatentaranya, mereka bertanya kepada Iblis: ada gerangan berita apakah?
Iblis berkata kepada mereka: apakah kalian tahu bahwa Allah swt menciptakan makhluk yang lebih buruk kelakukannya daripada aku?
Mereka menjawab: tidak
Iblis berkata: lihatlah kepada orang yang membawa surat yang ada di depan saya ini, dia lebih jahat dariku!!.
Imam ibnu Qayyim al-Juziyah menyebutkan dalam kitabnya: “إغاثة اللهفان من مصائد الشيطان” (Permintaan tolong dari orang yang tertimpa musibah dari perangkap syetan) sebagai berikut, Qatadah berkata: tatkala Iblis turun ke dunia, Iblis berkata: wahai Tuhanku, Engkau telah laknat aku, maka apa perbuatanku?
Allah menjawab: Sihir
Iblis bertanya; apa bacaanku?
Allah menjawab: syair
Iblis bertanya: apa bukuku?
Allah menjawab : tato
Iblis bertanya: apa makananku?
Allah menjawab: setiap binatang yang disembelih bukan atas nama Allah
Iblis bertanya: apa minumanku?
Allah menjawab: setiap minuman yang memabukan
Iblis bertanya: dimana tempat tinggalku?
Allah menjawab: di pasar
Iblis bertanya: apa suaraku?
Allah menjawab: seruling
Iblis bertanya: apa perangkap berburuku?
Allah menjawab: kaum wanita
Hadits lain
Dalam hadits lain disebutkan, menceritakan kepada kami Abu Bakar at-Tamimi, menceritakan kepada kami Ibnu Abi Maryam, menceritakan kepada kami Yahya bin Ayub ia berkata, menceritakan kepada kami Ibnu Zajir dari Ali bin Yazid, dari Qasim dari abi Umamah dari Rasulullah saw bersabda: ketika iblis turun ke bumi, iblis itu berkata:
Wahai Tuhanku, Engkau telah turunkan hamba ke bumi, Engkau telah jadikan hamba sebagai makhluk terkutuk, maka berikanlah hamba rumah!.
Allah menjawab: rumahmu kamar mandi
Iblis bertanya: berikanlah hamba majlis
Allah menjawab: majlismu adalah pasar-pasar dan tempat-tempat nongkrong di jalan
Iblis bertanya: berikanlah hamba makanan
Allah menjawab: setiap makanan yang dimakan tidak menyebut asma Allah
Iblis bertanya: berikanlah hamba minuman
Allah menjawab: setiap minuman yang memabukan
Iblis bertanya: berikanlah hamba alat pemanggilku
Allah menjawab: seruling
Iblis bertanya: berikanlah hamba bacaan
Allah menjawab: syair
Iblis bertanya: berikanlah hamba buku
Allah menjawab: tato
Iblis bertanya: apa ucapanku
Allah menjawab: kebohongan
Iblis bertanya: siapa rasulku
Allah menjawab: para dukun
Iblis bertanya: apa perangkapku
Allah menjawab: kaum perempuan
Dalil-dalil hadits sangat banyak, ada beberapa dalil yang terdapat dalam sunnah nabi dan Alquran.
Dalil-dalil dalam Alquran menguatkan hadits
Hadits tadi terdapat juga dalilnya dalam Alquran dan juga hadits-hadits yang lain menegaskan pernyataan tersebut:
Sihir
Sihir adalah perbuatan syetan, dalilnya adalah firman Allah swt : (Mereka mengikuti apa yang dibacakan syetan pada masa kerajaan Sulaiman; dan Sulaiman itu bukan orang kafir, tetapi syetanlah yang kafir, mereka ajarkan sihir kepada manusia).
Syair adalah bacaannya
Dalilnya: diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sunannya, hadits dari Jabir bin Mat’am: bahwasanya Rasulullah saw ketika shalat membaca: allahu akbar kabira, allahu akbar kabira, allahu akbar kabira. Alhamdulillah katsira…..subhanallahi bukrataw waatshila 3 X, aku berlindung kepada Allah dari godaannya, sihirnya dan umpatannya. Beliau bersabda: sihirnya adalah syair, godaannya adalah sifat sombong, dan umpatannya adalah. Allah mengajarkan kepada Rasul-Nya Alquran dan Alquran ini adalah firman-Nya, Allah melindunginya dari pengajaran bacaan syetan, dan Allah memberitahukan bahwa syair itu tidak patut bagi Rasulullah saw, firman Allah swt: (Kami tiada mengajarkan syair kepada Muhammad dan syair itu tidak patut baginya).
Tato
Tulisan syetan adalah tato, Rasulullah saw melaknat perempuan pembuat tato dan perempuan yang ditato. Dan yang dimaksud dengan wasyimah adalah penulis tato di badan para perempuan dan perempuan yang ditato, yaitu penulis tato dan perempuan yang ditato.
Makanan
Binatang yang disembelih dengan tidak membaca asma Allah ketika memakannya, maka sesungguhnya syetan menghalalkan makanan tersebut, apabila makan tidak menyebut asma Allah swt maka syetan juga ikut memakannya. Hal inilah yang ditanyakan oleh para jin yang beriman kepada Rasulullah saw, Rasulullah saw menjawab: bagi kalian harus menyebutkan asma Allah ketika memakannya dan tidak dibolehkan memakan makanannya syetan yaitu makanan yang tidak dibacakan basmalah.
Minuman
Setiap minuman yang memabukan adalah minumannya syetan, firman Allah swt : (sesungguhnya khamar, judi, berhala dan bertenung adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan).
Syetan itu ikut serta minum minuman yang diminum oleh para pengikutnya berdasarkan perintah syetan itu sendiri, maka syetan itu mengikuti perbuatan apa yang dilakukan pengikutnya, ia ikut minum bersama pengikutnya, dan syetan ikut menanggung dosa dan akibatnya, adapun pasar adalah majlisnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain: syetan memancangkan benderanya di pasar dan selalu mendatanginya.
Kamar mandi
Kamar mandi merupakan rumah syetan, karena sebagai tempat najis, disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abi Said: Bumi semuanya adalah masjid kecuali kuburan dan kamar mandi, karena kamar mandi itu tempat membuka aurat, sebagai rumah yang lantainya terbuat dari api dan api itu merupakan bahan dasar penciptaan syetan, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah saw ketika masuk kamar mandi: (اللهم إنى أعوذبك من الخبث والخبائث) artinya “saya berlindung kepada-Mu ya Allah dari kejahatan syetan laki-laki dan syetan perempuan. Khabaits adalah jenis syetan, hanya saja syetan itu tinggal di tempat ini tidak meminta perlindungan kepada Allah sebagaimana doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw.
Seruling
Seruling adalah panggilan setan, nyanyian adalah bacaan syetan, joged dan tepuk tangan adalah siulan syetan, tepuk tangan adalah shalatnya, dalam shalat ada muadzin, imam dan mamum. Muadzinnya seruling, imamnya penyanyi dan makmumnya para penonton.
Berbohong adalah ucapannya
Berbohong adalah ucapannya, pembohong yang memerintahkan untuk berbohong dan menghiasi kebohongan itu, setiap kebohongan yang terjadi di dunia termasuk dari ajaran dan perkataannya.
Dukun adalah utusan syetan
Para dukun adalah utusan syetan karena orang-orang musrik pergi ke dukun meminta tolong untuk menyelesaikan masalah-masalah besar, membenarkannya, meminta penentuan hukum kepada mereka dan rela dengan keputusan hukumnya, orang-orang musrik menempatkan dukun sebagaimana para pengikut rasul dengan para rasulnya, mereka meyakini mengetahui hal-hal ghaib dan mengkhabarkan hal-hal yang gaib yang tidak diketahui selain para rasul, dan dukun posisinya sebagaimana para Rasul, dukun adalah para utusannya syetan yang diutus kepada para pemuka musrikin dan mereka menyerupakan dukun-dukun itu sebagaimana para Rasul sebenarnya, sehingga dukun itu mengabulkan keinginan-keinginan mereka, dukun-dukun itu dimisalkan seperti utusan Allah sehingga mereka (orang-orang musrik) berpaling dari Rasul-rasul Allah yang sebenarnya, mereka (orang-orang musrik) menjadikan utusan-utusan itu (dukun-dukun) sebagai orang-orang yang benar, mengetahui hal-hal ghaib, padahal posisi antara Rasul-rasul Allah dengan dukun-dukun sangatlah berlawanan, Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang datang kepada dukun dan membenarkan apa yang telah dikatakan dukun, maka sungguh orang itu telah kafir dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad”.
Dua suara hina dan nista
Ini merupakan penamaan dari Rasulullah saw sebagai sosok orang yang sangat jujur yang tidak pernah mengatakan berdasarkan hawa nafsunya. Diriwayatkan dari at-Tarmidzi dari hadits Ibnu Abi Laila dari Atha, dari Jabir ra berkata: Rasulullah saw keluar bersama Abdurrahman bin Auf menuju ke sebuah pohon kurma, maka ketika itu anaknya Rasulullah saw yang bernama Ibrahim menghembuskan nafas terakhir, maka Rasulullah saw menempatkannya di kamarnya, maka ia menangis. Abdurrahman berkata: apakah engkau menangis dan engkau melarang orang lain untuk menangis?, Rasulullah saw menjawab: saya tidak melarang orang untuk menangis melainkan saya larang orang itu mengucapkan dua suara yang hina dan nista, pertama; suara nyanyian, omong kosong, bermain-bermain dan seruling syetan. Kedua; suara orang yang tertimpa musibah, yaitu dengan cara mencakar-cakar muka, merobek-robel pakaian, dan meratap. Tangisanku ini adalah bentuk kasih sayang, siapa orang yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi walaupun orang itu memerintahkan dan menjanjikan yang benar, maka sesungguhnya setiap orang yang terakhir diantara kita akan menyusul orang yang pertama diantara kita (meninggal), kami bersedih kepadamu wahai Ibrahim, dengan mata menangis, hati bersedih dan janganlah diantara kita mengatakan sesuatu yang dibenci oleh Allah.
Berkata Imam Hasan: dua suara yang dapat menimbulkan laknat yaitu bunyi seruling dalam nyanyian dan ratapan dalam musibah. Abu bakar al-Hadzali berkata: saya mengatakan kepada Hasan: apakah kaum perempuan muhajirin melakukan perbuatan sebagaimana yang diperbuat kaum perempuan pada saat sekarang ini?, Hasan menjawab: tidak ada, yang ada hanya orang-orang yang mencakar-cakar muka, merobek-robek pakaian, mencabut-cabuti rambut, menampar-nampar pipi dan meniup seruling syetan.
BAB II
IBLIS, PARA AHLI IBADAH DAN PARA AHLI ZUHUD
Kisah sebuah pohon
Di kalangan bani Israil ada seorang ahli ibadah. Dikatakan kepadanya bahwa di tempatnya fulan ada sebuah pohon yang disembah oleh masyarakat, mereka bukan menyembah Allah, kemudian marahlah ahli ibadah ini marah karena Allah, timbul dalam dirinya semangat membela agamanya, maka ia bergegas membawa kapak dan pergi untuk merobohkan pohon tersebut.
Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Iblis yang berubah wujudnya menjadi orang tua renta, Iblis bertanya kepadanya:
- kemana anda pergi?
- Ia menjawab : ke tempat pohon yang banyak disembah oleh banyak manusia selain Allah saya akan merobohkannya.
- Iblis bertanya: Pikirkan saja ibadahmu kamu tidak akan mampu untuk merobohkannya.
Ahli ibadah tesebut terus berusaha sekuat tenaga berjalan melewati segala gangguan iblis, Iblis berusaha menahannya, maka keduanya bergulat, ahli ibadah tersebut mampu mengalahkan Iblis dan membantingnya ke tanah kemudian mendekam dadanya.
- Berkata Iblis: tinggalkan saya, akan saya katakan padamu sesuatu yang bermanfaat bagimu.
Maka ahli ibadah meninggalkannya,
- Iblis berkata: Wahai ahli ibadah, sesungguhnya Allah mempunyai beberapa nabi, apabila kamu tidak merobohkan pohon, Allah pasti akan mengutus nabi untuk merobohkannya dan kamu tidaklah diperintahkan untuk itu (merobohkan pohon).
- Berkata ahli ibadah: saya harus memotong pohon, saya tidak akan menyerah sampai saya datang ke tempat tersebut dan merobohkannya dan sekali lagi keduanya bergulat maka kemenangan berpihak kepada ahli ibadah.
- Iblis berkata: wahai pemuda, anda adalah pemuda fakir, banyak orang memberi nafkah kepadamu, dan apa madharatmu seandainya kamu membiarkan saja pohon itu, kamu juga tidak pernah diperintahkan untuk merobohkannya dan tidak ada seorangpun membebanimu untuk merobohkannya, begini saja, saya memberimu uang dua dinar setiap hari yang akan kamu dapatkan setiap bangun tidur di bawah bantalmu, uang tersebut akan bermanfaat bagimu dan dapat menafkahimu ketika kamu melakukan aktifitas ibadah.
- Ahli ibadah tersebut mendengar perkataan Iblis ini dengan seksama, ia ragu-ragu, berkata pada dirinya sendiri: apakah Iblis itu benar memberikan beberapa dinar, saya dapat menafkahi diriku sendiri dan itu lebih baik daripada merobohkan pohon, tidaklah aku diperintahkan untuk itu dan nabipun tidaklah memerintahkanku untuk itu. Kemudian ahli ibadah itu kembali pulang dari tempat ia datang sebelumnya.
Pada pagi hari berikutnya, ia mendapatkan dua dinar di bawah bantalnya, maka ia mengambilnya dan pada hari berikutnya ia mendapatkan seperti itu juga, sampai pada hari ketiga ia tidak mendapatkan uang itu lagi di bawah bantalnya, marahlah ahli ibadah tersebut, maka ia membawa kapak, pergi untuk merobohkan pohon, Iblis kembali menemuinya, Iblis berkata kepadanya:
- Tinggalkan perbuatan tersebut (merobohkan pohon) kamu tidak akan mampu melakukannya.
Lalu keduanya bergulat, jatuhlah ahli ibadah tersebut, .lemah tergolek dalam pegangan Iblis, tatkala Iblis ingin menghabisinya, ahli ibadah itu berkata:
- Biarkan saya pulang, akan tetapi katakan kepadaku: bagaimana saya dapat mengalahkanmu waktu pertama kali ketemu kamu dan sekarang kamu dapat mengalahkanku?.
- Iblis menjawab: Di saat pertama itu kamu marah karena Allah dan kamu bersemangat membela agama Allah, maka Allah memberikan kuasa kepadamu untuk mengalahkanku, siapa yang berbuat amal shalih ikhlas karena Allah swt maka tidak ada kekuasaan bagiku, adapun sekarang dirimu telah diliputi ketamakan, kamu murka karena duniamu dan kamu mengikuti hawa nafsumu, kamu tidak akan dapat mengalahkanku dan sekarang akulah yang memaksamu.
Cobaan bagi ahli ibadah
Ada seorang ahli ibadah dari Bani Israil. Iblis berkata kepada balatentaranya: siapa yang bertugas menggodanya? Ia telah menyusahkanku?, berkata salah satu dari balatentara Iblis itu: saya akan bertugas menggodanya.
Iblis berkata: menggoda dengan apa?
Anak buah Iblis itu menjawab: saya menghiasinya dengan harta duniawi
Iblis berkata: kamu tidak mungkin bisa menggodanya
Anak buah yang lain berkata: saya bertugas menggodanya
Iblis berkata: dengan apa?
Ia menjawab: dengan wanita
Iblis berkata: kamu tidak mungkin bisa menggodanya dengan wanita
Berkata anak buah iblis yang ketiga: saya akan menggodanya
Iblis berkata: dengan apa?
Ia menjawab: dengan ibadahnya.
Iblis berkata: ya benar, kamu berhak menggodanya.
Ketika malam sudah gelap, anak buah iblis (jin) itu mengetuk pintu rumah ahli ibadah, ahli ibadah berkata pada dirinya sendiri: ada tamu saya akan mengajaknya masuk. Tamu itu menghabiskan malamnya dengan melakukan ibadah shalat sampai subuh, ia tinggal selama tiga hari dengan banyak melakukan shalat tetapi tidak makan dan minum, ahli ibadah itu berkata kepadanya: wahai hamba Allah, tidak pernah saya lihat orang beribadah sepertimu.
Jin itu berkata kepada ahli ibadah: kamu juga tidak pernah melakukan perbuatan dosa tetapi ibadahmu lemah.
Ahli ibadah berkata: apa dosa yang telah saya lakukan?
Jin itu berkata: ambillah uang empat dirham, maka akan datang seorang perempuan pelacur, maka berikanlah satu dirham kepadanya untuk penghangat badannya, satu dirham lagi untuk minumannya, satu dirham untuk wewangiannya dan satu dirham lagi untuk nafkah perempuan tersebut, maka perempuan itu akan memenuhi kebutuhanmu.
Ahli ibadah itu mengambil empat dirham, maka ia mendatangi perempuan tersebut dan mengetuk pintunya, ia mengatakan:
Wahai fulanah, wahai fulanah. Perempuan tersebut keluar, ketika melihat ahli ibadah itu, ia berkata:
Demi Allah akan jadi fitnah ini, demi Allah akan jadi fitnah.
Perempuan itu berkata: apa yang kamu inginkan?
Ahli ibadah itu menjawab: ambillah uang 4 empat dirham ini, sediakanlah bagiku makanan, minuman dan wewangian, kamu sini saja nanti saya datang lagi.
Perempuan itu pergi berputar-putar, ia mendapatkan potongan daging bangkai himar maka diambilnya, kemudian dengan sengaja ia menungkan air kencing kuda ke dalam cangkir, kemudian disediakan ke ahli ibadah tersebut.
Ahli ibadah itu bertanya: ini makananmu?
Ia menjawab: iya
Kata ahli ibadah: saya tidak mau makananmu, kembali ia bertanya : ini minumanmu? Saya tidak mau meminumnya, pergilah dan sediakanlah, perempuan itu berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan semuanya, kemudian perempuan itu datang lagi padanya, maka ketika ahli ibadah itu mencium bau yang ada pada perempuan itu, ahli ibadah itu berkata:
Saya tidak perlu kamu. Maka ketika hari sudah pagi, tertulis di pintu rumah perempuan tersebut “sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa perempuan pelacur itu karena perantaraan ahli ibadah tersebut”.
Keinginan melakukan perbuatan baik merupakan salah satu pintu masuk syetan
Diriwayatkan dari Rahib bin Manbah ia berkata: ada seorang ahli ibadah di kalangan Bani Israil, dia adalah orang yang paling rajin beribadah di zamannya, sezaman dengan ahli ibadah tersebut hidup 4 orang bersaudara 3 orang saudara lelaki dan 1 orang saudari perempuan yang masih lajang. Pada suatu hari, ketiga saudara lelakinya tersebut akan pergi berperang, mereka tidak tahu siapa yang akan menunggui saudari perempuannya sepeninggal mereka, tidak ada seorangpun yang dapat mereka percayai, dan tidak tahu kemana mereka menitipkannya.
Rahib bin Manbah berkata: mereka sepakat untuk menitipkan saudari mereka sepeninggalnya kepada ahli ibadah tersebut, ia adalah sosok yang dapat dipercaya menurut pandangan mereka, mereka mendatangi dan bertanya-tanya kepadanya bahwa saudari mereka akan ditinggal ke medan perang, ia dititipkan kepada ahli ibadah itu sampai mereka kembali dari perang, ahli ibadah itu menolaknya, ia berlindung kepada Allah dari mereka dan dari saudari perempuan mereka, mereka terus berusaha meyakinkan ahli ibadah tersebut sampai akhirnya ahli ibadah itu menerimanya, ahli ibadah itu mengatakan : taruhlah saudari perempuanmu itu di pemondokan depan pertapaanku, tempatkanlah di pemondokan itu, kemudian mereka pergi dan meninggalkannya. Akhirnya saudari mereka tinggal di samping ahli ibadah beberapa waktu, ia menyediakan makanan bagi perempuan itu dari pertapaannya, kemudian memerintahkannya keluar dari pemondokannya dan mengambil makanan yang telah disediakan kepadanya.
Syetan membujuknya untuk selalu melakukan perbuatan baik dengan melarang perempuan itu keluar dari rumahnya pada waktu siang dan menakut-nakutinya jikalau ada orang lain melihatnya, maka orang lain itu akan bercerita macam-macam, seandainya kamu mengantarkan makanannya dan kamu meletakannya di pintu rumahnya, maka perbuatan itu akan lebih besar pahalanya.
Rahib bin Manbah berkata: ahli ibadah itu selalu mengantarkan makanan ke pemondokannya dan meletakan makanan itu di pintu pemondokannya dan tidak pernah bercakap-cakap dengannya, hal ini berlangsung sangat lama, kemudian datanglah Iblis, mengajaknya untuk melakukan kebaikan agar mendapatkan pahala..
Kata Iblis: seandainya kamu (ahli ibadah) berjalan menuju ke pemondokannya dengan mengantarkan makanan itu sehingga kamu letakan di dalam rumahnya, maka pahalamu akan lebih besar lagi.
Ahli ibadah itu berjalan ke pertapaannya dan mengantarkan makanan ke pemondokannya, hal ini berlangsung lama, kemudian datanglah Iblis membujuknya untuk melakukan perbuatan baik dan mendorongnya melakukan hal itu, Iblis berkata:
Seandainya kamu bercakap-cakap dengannya maka kamu dapat bersikap ramah dengan ucapanmu, maka sesungguhnya perempuan itu merasa sangat risau karena kesepian.
Akhirnya, ahli ibadah ini berbicara kepada perempuan tersebut dari atas pertapaannya, kemudian Iblis mendatangi ahli ibadah tersebut, dan berkata:
Seandainya kamu turun dan duduk di pintu pertapaanmu, berbicaralah dengannya dan duduklah di pintu pemondokannya, perempuan itu dapat bercakap-cakap denganmu, maka kamu dapat bersikap ramah kepadanya. Sampai kemudian ahli ibadah itu turun dan duduk di pintu pertapaannya sambil bercakap-cakap dengan perempuan tersebut, sehingga perempuan itu bisa keluar dari pemondokannya dan kamu bisa duduk di depan pintu rumahnya. Keduanya melakukan hal ini berlangsung dalam tempo waktu yang lam, kemudian datanglah Iblis membujuknya agar melakukan perbuatan lebih baik lagi dan akan mendapatkan pahala yang lebih besar.
Kata Iblis: “seandainya kamu keluar dai pintu pertapaanmu, kemudian kamu duduk lebih dekat dari pintu rumahnya, maka kamu bisa lebih banyak berbicara kepadanya dan bersikap ramah kepadanya”, ahli ibadah itu melakukan hal ini dalam tempo waktu yang lama, kemudian datanglah Iblis menggodanya untuk melakukan perbuatan lebih baik lagi agar mendapatkan pahala dari Allah swt dengan apa yang telah dilakukannya., Iblis berkata kepada ahli ibadah:
“Seandainya kamu lebih dekat kepadanya dan kamu duduk di pintu pemondokannya, kamu dapat berbicara dengannya, kamu jangan keluar dari pemondokanya”, maka ahli ibadah itu melakukannya. Ahli ibadah itu turun dari pertapaannya dan berdiri di pintu pemondokannya dengan berbicara kepadanya, ia lama melakukan hal ini, kemudian datanglah Iblis, kata Iblis:
“Seandainya kamu masuk ke pemondokannya, kamu bisa lebih leluasa berbicara dengannya, janganlah kamu biarkan mukanya terlihat oleh orang yang lebih baik darimu”. Ahli ibadah itu senantiasa melakukan hal tersebut sampai ia masuk ke pemondokannya dan berbicara dengannya sepanjang siang, kalau sudah malam ahli ibadah itu naik ke pertapaannya, kemudian datanglah Iblis merayunya sampai kemudian ahli ibadah itu menepuk paha perempuan tersebut dan menciumnya, Iblis menghias-hiasi kedua matanya dan menggodanya sampai kemudian ia melakukan zina dan menghamilinya, maka lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan tersebut, datanglah Iblis dan berkata kepadanya:
“Apakah kamu tidak berpikir apabila saudara-saudara lelaki perempuan tersebut datang dan ia telah melahirkan anak bagimu, apa yang akan kamu lakukan? Kamu tidak akan aman, perempuan itu akan membuka aibmu atau mereka (saudara-saudara lelakinya) yang membuka aibmu”. Maka ahli ibadah itu mengambil anak lelakinya, menyembelihnya dan memakamkannya, maka perempuan itu akan dapat menutup-nutupi keburukanmu, khawatir kalau saudara-saudaranya membeberkan perbuatan yang telah kamu lakukan, maka ahli ibadah itu melakukan anjuran Iblis itu. Iblis kembali berkata:
“Apakah kamu percaya dia dapat menutup-nutupi perbuatanmu kepada saudara-saudara lelakinya akibat kamu membunuh anak lelakinya? Ambillah perempuan itu, sembelihlah dan makamkanlah di samping makam anaknya, akhirnya ahli ibadah itu menyembelihnya dan menguburkannya di lubang yang sama dengan lubang anaknya dan menutupnya dengan batu padas besar dan meratakannya dengan tanah, kemudian ahli ibadah itu kembali ke pertapaannya dan kembali beribadah, ia tetap berada di pertapaanya atas kehendak Allah sehingga datang saudara-saudara lelaki perempuan itu dari medan perang dan menanyakannya, maka ahli ibadah itu memberitahukan bahwa saudari perempuannya telah wafat, ia berbela sungkawa dan menangisinya, kata ahli ibadah:
“Ia merupakan perempuan yang paling baik, ini kuburannya, mereka melihatnya dan mendatangi kuburan itu, mereka menangisinya dan mereka begitu menyayanginya, mereka berada di kuburannya beberapa hari kemudian mereka pulang ke rumah, ketika malam, mereka beranjak ke tempat tidur, datanglah syetan lewat mimpi dalam bentuk seorang lelaki musafir, syetan itu mendatangi saudara lelakinya yang paling besar, lelaki musafir itu menanyakan keberadaan saudari perempuannya, kemudian kakak lelaki yang paling besar memberitahunya berdasarkan ucapan ahli ibadah itu tentang kematian saudarinya, ahli ibadah itu begitu ramah kepadanya dan ahli ibadah itu telah memperlihatkan kepada semua saudara lelakinya posisi makamnya, maka syetan itu mendustakan omongan ahli ibadah itu dan berkata:
“Ahli ibadah itu tidak jujur kepadamu tentang masalah saudarimu, ia telah menghamili saudarimu, dan saudarimu telah melahirkan anak lelakinya, ahli ibadah itu telah menyembelih anak dan saudari perempuanmu takut ketahuan olehmu dan melemparkannya ke lubang yang ia gali di belakang pintu pemondokannya sebelah kanan pintu ketika kamu memasukinya, maka pergilah dan masuklah ke pemondokan itu maka kalian akan mendapatkan jasad keduanya (saudara perempuan dan anaknya), sebagaimana nanti saya akan beritahukan kalian semuanya. Iblis itu juga mendatangi saudara lelaki yang kedua dalam mimpinya dan mengatakannya seperti halnya kepada saudara lelaki yang pertama, demikian juga kepada saudara lelaki yang paling kecil. Tatkala mereka terbangun mereka terheran-heran dengan mimpi mereka masing-masing, mereka bertemu, salah satunya berkata, saya telah bermimpi tadi malam dan saya heran dengan mimpi itu, akhirnya mereka sama-sama memberitahukan mimpinya, saudara lelaki yang paling besar berkata:
Ini bukan mimpi biasa, biarlah yang berlalu biar berlalu, tinggalkan masalah ini.
Saudara lelaki yang paling kecil berkata: demi Allah saya tidak akan membiarkan hal ini. saya akan datang ke tempat tersebut sampai saya dapat melihatnya sendiri.
Mereka semua pergi dan mendatangi pemondokan saudari perempuannya, mereka menggalinya dan mendapatkan mayat saudari perempuan dan anak lelakinya dalam keadaan tersembelih di lobang tersebut, sebagaimana yang dikatakan Iblis kepada mereka, mereka bertanya kepada ahli ibadah itu, maka ahli ibadah itu jujur telah melakukannya karena mempercayai bujukan Iblis yang memerintahkan untuk membunuh keduanya, maka mereka mengadukan ahli ibadah itu ke penguasa dan menurunkannya dari pertapaannya kemudian dibawa ke suatu tempat untuk disalib, mereka mengikatnya pada papan, Syetan datang kepada ahli ibadah, syetan berkata:
“Saya tahu bahwa sayalah sahabatmu yang telah memfitnahmu dengan seorang wanita sampai kamu menghamilinya dan menyembelihnya beserta anaknya, maka jika kamu menurutiku sekarang dan kamu mengkafiri Allah yang telah menciptakanmu maka saya akan menyelamatkanmu dari hukuman di kayu salib ini”.
Ahli ibadah itu mengkafiri Allah, ketika ahli ibadah itu sudah kafir, syetan lepas tangan darinya dan mereka akhirnya menyalibnya. Para mufassir mengatakan: berkaitan dengan kisah ini, terdapat ayat: ((Seperti halnya syetan ketika berkata kepada manusia, kafirlah, maka ketika manusia itu kafir, syetan berkata saya lepas tangan dengan apa yang terjadi padamu, saya takut kepada Allah Tuhan semesta alam. Maka akibat ulah keduanya, keduanya masuk ke dalam neraka, serta kekal di dalamnya. Itulah balasan untuk orang-orang dhalim (al-Hasr:16-17).
Keistimewaan orang yang berilmu dengan orang yang ahli beribadah
Diriwayatkan dari Ibnu Jauzi sanadnya sampai Wahab bin Munbih, ia berkata: ada seorang pendeta tinggal di pertapaan di zaman nabi Isa as, Iblis ingin menggodanya tetapi ia tidak sanggup, Iblis selalu datang dengan segala tipu daya (muslihat) ia tetap tidak mampu, kemudian iblis datang kepadanya menyerupai nabi Isa dan memanggilnya:
Wahai pendeta: apakah merupakan kehormatan bagiku apabila saya berbicara kepadamu?
Jawab pendeta: pergilah kamu, saya tidak menginginkanmu, umurku sia-sia dilewatkan begitu saja kalau berbicara denganmu.
Iblis berkata: hormatilah saya, saya adalah al-Masih (Isa as)
Pendeta itu berkata: jika kamu al-Masih saya tidak butuh kamu, bukankah kamu memerintahkan kami untuk beribadah dan menjanjikan kepada kami hari kiamat, pergilah kamu saya tidak butuh kamu.
Pergilah si Iblis laknat itu dan meninggalkannya.
Kalau kita dapat membandingkan antara cerita dua ahli ibadah sebelumnya tadi, maka kisah yang pertama, disesatkan syetan karena kebodohannya, kisah yang kedua dapat terlepas dari godaan syetan karena ilmunya, benarlah sabda Nabi saw:
Keistimewaan orang yang berilmu dengan orang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan orang yang banyak berbuat kebaikan terhadap orang yang sedikit berbuat kebaikan dari sahabatku).
Untaian Doa dari bin Wasi'
Muhammad bin Wasi berdoa setiap hari setelah shalat shubuh:
اللهم إنك سلطت علينا عدوا بصيرا بعيوبنا يرانا هو وقبيله من حيث لا أراهم اللهم أيسه من رحمتك وقنطه من كما قنطته من عفوك وباعد بيننا وبينه كما باعدت بينه وبين رحمتك إنك على كل شيء قدير
Artinya: Ya Allah, Engkau telah kuasakan kepada kami musuh yang dapat melihat aib kita, mereka melihat kita dan kita tidak dapat melihat mereka, Ya Allah, putus asakanlah mereka menggoda kami sebagaimana mereka putus asa dari rahmat-Mu, dan putus harapankanlah mereka untuk merayu kami sebagaimana mereka putus harapan dari maaf-Mu, jauhkanlah antara kami dan syetan sebagaimana engkau jauhkan mereka dari rahmat-Mu, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
Pada suatu hari Iblis berubah menyerupai manusia di suatu jalan menuju mesjid, Iblis berkata kepada Muhammad bin Wasi; Ya Wasi’ apakah engkau tahu siapa aku?
Jawab Muhammad bin Wasi': siapa kamu?
Kata Iblis: saya Iblis
Kata Muhammad bin Wasi: apa yang kamu inginkan?
Kata Iblis: saya ingin kamu tidak mengajarkan doa istiadzah tersebut kepada siapapun dan jika kamu lakukan itu, saya tidak akan menentangmu.
Jawab Muhammad bin Wasi’: demi Allah saya tidak akan melarang orang yang ingin belajar doa itu, berbuatlah sesukamu.
Iblis dengan para perempuan dan mana yang paling dakhsat tipu dayanya
Diriwayatkan dari Ibnu Jauzi dalam kitabnya “Talbis Iblis” dari Hasan bin Sha’ berkata:
Saya mendengar bahwa syetan pernah berkata kepada seorang perempuan “kamu merupakan bagian dari balatentaraku, kamu seperti anak panah yang saya lemparkan dan selalu tepat sasaran tidak pernah meleset, kamu tempat rahasiaku dan kamu utusanku dalam memenuhi keperluanku.
Diriwayatkan juga bahwa Iblis pada suatu hari masuk rumah seorang perempuan tua dan perempuan itu berada di rumahnya, ia kaget dengan kehadiran Iblis karena masuk dengan mendobrak rumahnya, perempuan itu berkata: “Bismillahirrahmanirrahim”.
Iblis berkata kepadanya: Wahai perempuan tua, kamu anggap dirimu cerdik, tipu daya kalian para perempuan begitu besar.
Perempuan tua itu menjawab: benar, saya memang cerdik, tipu dayaku begitu besar. Iblis berkata: saya akan mengikutimu dan saya mau bertaruh denganmu jika kamu benar-benar cerdik atau Iblis yang lebih cerdik.
Jawab perempuan tua: Baik, kalau begitu saya akan membuat masalah, jika kamu dapat menyelesaikan masalahnya kamu mendapatkan upah taruhan tersebut jika saya yang dapat menyelesaikan masalahnya maka saya yang mendapatkan upah taruhan.
Kata Iblis: kalau begitu kita sepakat
Perempuan tua itu pergi menghampiri salah satu pemuda yang sedang mencari kerja, ia mengatakan kepadanya: saya ingin kamu bisa kerja denganku dengan syarat kamu jangan terlalu banyak ikut campur dan jangan banyak bicara dalam keadaan bagaimanapun. Pemuda tersebut menyetujuinya. Ia memang sedang mencari kerja untuk mendapatkan uang.
Perempuan itu pergi bersama dengan pemuda itu ke toko baju, ia memilih beberapa pakaian yang mahal harganya, kemudian menuju ke penjualnya, dan mengatakan: saya ingin engkau bisa mendiscount harga pakaian ini.
Pedagang baju berkata: jika kamu tidak mampu membayarnya, maka kenapa kamu tidak mengambil pakaian yang harganya lebih murah?
Perempuan tua itu berkata: saya tidak menginginkan yang lain hanya pakaian ini dan merayu pedagang itu dan perempuan tua itu memberi isyarat kepada pemuda yang telah ia sewa untuk kerja dengannya, perempuan tua itu berkata kepada pedagang sambil menangis: “apakah kamu melihat pemuda ini? Dia anakku, mencintai perempuan yang sudah menikah, ingin menikahinya jika perempuan itu dicerai suaminya yang pertama, dia ingin menghadiahkan pakaian yang mahal ini ke perempuan tersebut, seandainya ia tidak membeli pakaian itu, ia akan mengusirku dari rumah”.
Kata pedagang: Allah akan menolongmu, ambillah baju ini tanpa bayaran sedikitpun.
Perempuan itu berlalu membawa pakaian tersebut dengan perasaan gembira, perempuan tua itu berkata kepada pemuda tersebut:
Pergilah ke rumahku, ambillah kunci dan duduklah di ruang tamu sampai saya datang.
Kemudian perempuan tua itu pergi ke rumah pedagang baju, dan pintu dibukakan oleh istrinya, istri pedagang itu menanyakan apa perlunya, jawab perempuan tua: saya capai sekali, saya ingin istirahat sebentar di rumahmu.
Istri pedagang mempersilahkan tamunya, ketika perempuan itu ingin pulang ia sengaja pura-pura lupa dengan meninggalkan baju yang dikasih pedagang di rumah istrinya, ketika istri pedagang melihat baju itu ia menyangka kalau perempuan itu lupa, maka istri pedagang itu mengambilnya dan menaruhnya di lemarinya sampai perempuan tua itu ingat kemudian kembali untuk mengambilnya.
Beberapa saat kemudian, pedagang baju menutup tokonya dan kembali ke rumahnya, istrinya menyediakan baginya makan malam, ketika pedagang itu membuka lemari pakaian untuk ganti baju, ia kaget ada baju yang telah diberikan kepada perempuan tua ada di lemarinya. Pedagang pakaian menyangka istrinya telah melakukan perbuatan jahat (selingkuh) dan akhirnya mengusirnya dari rumah. Sebenarnya perempuan tua itu sedang menunggu istri pedagang di luar rumah, maka ia muncul pura-pura mau kembali untuk mengambil pakaian yang lupa tertinggal. Perempuan tua menanyakan kepada istri pedagang apa yang terjadi, istri pedagang bercerita kalau suaminya telah mengusir dari rumahnya saya tidak tahu kemana saya pergi.
Perempuan tua itu mengatakan: kalau begitu, mari bersama saya ke rumahku.
Perempuan itu beserta istri pedagang pergi ke rumahnya dan memasukannya ke salah satu kamar yang lain karena kamar satunya telah ditempati pemuda, kemudian dengan bergegas ia pergi ke kantor polisi dan melaporkan: "di rumahku ada seorang lelaki dengan perempuan asing".
Maka polisi tersebut pergi ke rumah perempuan tua dan menangkap pemuda dan istri pedagang kemudian memasukannya ke penjara.
Perempuan tua berkata kepada Iblis: demi Allah apakah kamu mampu menyelesaikan masalah ini?
Jawab Iblis: bagaimana saya menyelesaikan masalah ini saya tidak bisa melakukannya.
Kata perempuan tua: kalau begitu saya akan menyelesaikan masalahnya dan saya akan mendapatkan uang taruhan.
Perempuan tua itu pergi ke penjara tempat istri pedagang dan pemuda ditahan, perempuan tua itu berkata kepada istri pedagang: ambillah mantelku ini keluarlah dari penjara seakan-akan kamu adalah saya, saya akan menyelesaikan masalah ini.
Kemudian komandan polisi datang untuk menyelesaikan masalah dan memerintahkan agar mendakwa pemuda dan istri pedagang yang tertangkap di rumah perempuan itu, ketika keduanya keluar dari penjara, keduanya kaget dengan masalah yang terjadi, perempuan tua itu berkata:
Saya dan anak saya sedang duduk-duduk, tiba-tiba polisi datang dan menangkap kami, maka marahlah kepala polisi itu kepada anak buahnya dan memerintahkan untuk melepaskan dua tawanan itu.
Ketika keduanya keluar dari pintu penjara, perempuan itu berkata kepada pemuda tersebut ini uang sebagai upah pelayananmu untukku, kamu sekarang pergi.
Kemudian perempuan tua itu pergi ke rumah pedagang agar pedagang itu dapat damai dengan istrinya dan memberitahukannya bahwa ia lupa bajunya tertinggal di rumah pedagang karena istrinya tidak mengetahui tentang baju itu, maka pedagang itu meminta istrinya kembali ke rumah, kemudian perempuan tua itu mengembalikan baju yang sebelumnya telah ia tolak untuk membayarnya dan memberitahukan kepada pedagang tersebut bahwa anaknya telah meninggalkan kekasihnya yang dulu dan menikah dengan perempuan lain kemudian hidup bersamanya.
Iblis berkata: benar, bahwa tipu daya kalian (kaum perempuan) itu sangat besar.
Salah seorang dari mereka (kaum lelaki) mengatakan:
Sesungguhnya kekhawatiran saya terhadap godaan kaum wanita lebih besar daripada kekhawatiran terhadap godaan syetan. Karena Allah swt berfirman dalam surat an-Nisa:76 "sesungguhnya tipu daya syetan itu lemah" dan Allah juga berfirman dalam surat Yusuf:28 tentang tipu daya perempuan "Sesungguhnya tipu daya kalian (kaum perempuan) itu besar".
Pertemuan Iblis dengan Fir’aun
Pada suatu hari Iblis mengetok pintu kamar Fir’aun
Fir’aun berkata: siapa di pintu?
Kata Iblis: Bukankah kamu mengaku tuhan dan kenapa tidak tahu siapa yang mengetok pintumu?. Tahulah Fir’aun siapa yang mengetok pintu dan mengatakan kepadanya:
Masuklah wahai makhluk laknat
Kata Iblis: makhluk laknat masuk ke rumah orang laknat. Maka Iblis masuk
Fir'aun berkata: kenapa kamu tidak sujud kepada Adam, sehingga kamu sekarang menjadi makhluk yang dilaknat?
Jawab Iblis: karena ia sepertimu ada tulang rusuknya
Ketika Iblis duduk, ia berkata kepada Fir’aun: apakah ada orang di permukaan bumi ini yang lebih buruk perilakunya dibandingkan saya dan anda? Ketika anda mengatakan wahai Fir’aun “saya tuhanmu yang maha tinggi” dan kamu tahu kejahatanku sangatlah besar.
Fir’aun berkata: wahai Iblis ada orang yang lebih buruk dibandingkan aku dan kamu yaitu orang yang datang kepada saudaranya untuk meminta maaf dan saudaranya itu tidak menerima maafnya kemudian yang lebih buruk dari itu adalah orang yang mengharapkan saudaranya sesama mukmin hilang kenikmatannya.
Dinyatakan dalam riwayat lain bahwa Iblis membantahnya dengan mengatakan: orang yang dengki lebih buruk dariku dan darimu, karena sifat dengki memakan perbuatan baik sebagaimana api memakan kayu bakar.
Perdebatan antara al-Hallaj, Iblis dan Fir’aun
Pernah ada perdebatan tentang wahyu yang diungkapkan oleh Hallaj, tetapi ini tidak terjadi pada kejadian yang sebenarnya tetapi hanya imajinasi Hallaj saja, akan tetapi kita perlu melihat perbandingan antara ucapannya Hallaj, Iblis dan Fir’aun. Diriwayatkan bahwa Hallaj pernah berkata:
Saya berdebat dengan Iblis dan Fir’aun tentang kewibawaan.
Berkata Iblis: jika saya bersujud kepada Adam, maka jatuhlah kewibawaanku
Berkata Fir’aun: Jika saya beriman kepada Musa, jatuhlah kewibawaanku
Saya berkata (Hallaj): jika saya menarik dakwaanku dan ucapanku (yaitu mengatakan “ana alhaq”-pen), jatuhlah kewibawaanku.
Iblis berkata: (saya lebih baik daripada Adam). Belum ada makhlukpun yang diciptakan sebelum Iblis.
Fir’aun berkata: (tidak ada yang aku ketahui ada tuhan selainku). Ketika itu belum ada seorangpun di kalangan kaumnya yang mengaku dapat membedakan antara Khalik dan makhluk.
Saya (Hallaj) mengatakan: Jika kalian belum mengetahui-Nya, maka ketahuilah lewat atsar-Nya, saya adalah atsar-Nya, saya adalah al-Haq, karena saya selamanya selalu benar.
Dimana mendapatkan Iblis dan balatentaranya?
Dari Ibnu Umar berkata: Umar ra berkhotbah di sebuah bukit, ia berkata: wahai semua manusia, sesungguhnya saya berdiri di depan kalian sebagaimana kedudukan Rasulullah saw di kalangan kita, ketika beliau bersabda: ((Hendaklah kalian selalu dalam kesatuan jamaah dan tinggalkan pecah belah, maka sesungguhnya syetan beserta satu orang dan jika beserta dua orang ia menjauh)).
Perangkap-perangkap syetan
Setiap muslim hendaknya mengenal jalan-jalan dan sarana-sarana yang dapat menyesatkan dan membuka jalan syetan kepada manusia. Alquran telah menceritakan hal tersebut dan juga Rasulullah saw telah menceritakan hal ini dengan sebaik-baiknya. Alquran memberitahu kita cara-cara bagaimana syetan menggoda Adam, Rasulullah saw juga memberitahu sahabat bagaimana syetan mencuri pendengaran dari langit, menyampaikan kalimat yang telah ia dengar kepada dukun atau penyihir dan baginya seratus kebohongan, Rasulullah saw menjelaskan hal itu supaya para sahabat tidak tertipu dan tidak melakukan contoh-contoh seperti itu serta menjelaskan kepada mereka bagaiman syetan membisik-bisiki dan membuat mereka sibuk ketika sudah datang waktu shalat, ketika sudah datang waktu beribadah dan bagaimana syetan berusaha membuat keragu-raguan dalam diri mereka bahwa wudhunya telah batal, di samping itu masalahnya tidak hanya demikian, syetan dapat menggoda suami agar cerai dengan istrinya, bagaimana membisik-bisiki seseorang dengan mengatakan kepada orang tersebut: Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan ini? Sehingga Iblis mengatakan: siapa yang menciptakan Tuhanmu?, maka orang-orang yang tergoda tersebut tergelincir dalam kekufuran karena ragu-ragu.
Iblis disebutkan dalam Injil dan Taurat
Tipu daya Iblis dan kebohongannya kepada manusia disebutkan dalam beberapa kitab Injil dan penjelasannya, seperti injil-injil yang mashur yaitu injil Lukas, Marqus dan Yohannes. Disebutkan dalam kitab Taurat di beberapa ayat yang terpisah-pisah tentang malaikat dan Iblis setelah melakukan pembangkangan dan penolakannya untuk bersujud kepada Adam.
Perdebatan antara Iblis dan Malaikat
Ucapan Iblis dalam salah satu perdebatannya dengan malaikat:
“Saya menerima bahwa Allah swt adalah Tuhanku, Tuhan semua makhluk, Mahamengetahui dan Mampu atas segala sesuatu, tidak perlu ditanyakan lagi kuasa-Nya dan kehendak-Nya, apabila Ia menginginkan sesuatu, Dia hanya mengatakan jadi, maka jadilah, Dia Maha bijaksana, hanya saja apa yang telah dilakukan oleh Allah mengundang beberapa pertanyaan.
Malaikat bertanya: apa itu? Ada berapa pertanyaan?
Jawab laknatulah (Iblis): tujuh pertanyaan, yaitu:
1. Allah swt telah mengetahui apa-apa yang terjadi sebelum menciptakanku, apa-apa yang bersumber dariku dan hasil-hasil dari perbuatanku, kenapa Allah menciptakanku paling pertama? Apa hikmah dibalik penciptaanku?
2. Ketika Allah menciptakanku berdasarkan keinginan dan kehendak-Nya, kenapa Allah mewajibkanku untuk mengenal-Nya dan taat kepadaNya? Dan apa hikmah dengan adanya kewajiban ini setelah ketaatan dan kemaksiatan kepada-Nya tidak ada manfaat dan madharatnya sama sekali.
3. Apabila Allah menciptakanku dan mewajibkanku, maka saya melaksanakan semua kewajiban ini berdasarkan pengetahuan dan ketaatanku dan saya tahu itu, maka kenapa Allah mewajibanku untuk taat kepada Adam as dan bersujud kepadanya? Apa hikmah dibalik kewajiban khusus ini, setelah tidak ada kewajiban tambahan lain selain pengetahuanku dan ketaatanku kepada-Nya?
4. Ketika Allah menciptakanku dan mewajibkanku secara mutlak dan kewajiban ini bersifat khusus, kenapa Allah melaknatku dan mengeluarkanku dari surga ketika saya tidak mau bersujud kepada Adam? Apa hikmah dibalik semua ini setelah saya tidak mau melakukan perbuatan jahat kecuali hanya ucapanku: saya tidak mau sujud kepada Adam dan hanya kepada-Mu saya mau bersujud?
5. Jika Allah menciptakanku dan mewajibanku secara mutlak khususnya ketika saya membangkang, maka Allah melaknatku dan mengusirku, maka kenapa Allah tidak mengembalikanku bertemu Adam lagi sehingga saya juga bisa masuk surga lagi, saya menggodanya dengan bisik-bisikanku, maka Adam memakan buah dari pohon larangan itu dan mengeluarkannya dari surga bersamaku? Dan apa hikmah dibalik kejadian tersebut setelah Allah melarangku masuk surga dan memberikan kesempatan kepada Adam bisa masuk surga lagi dan kekal di dalamnya?
6. Jika Allah menciptakanku dan mewajibanku secara umum dan khusus kemudian melaknatku dan mengembalikanku ke surga lagi, kenapa perlu ada permusuhan antara saya dan Adam? Dan kenapa Allah memberikan kuasa bagiku untuk menggoda anak keturunan Adam, saya dapat melihat mereka dan mereka tidak dapat melihatku, Engkau (Allah) memperingatkan manusia untuk hati-hati terhadap bisikanku dan kenapa Allah tidak memperingatkanku dengan daya upaya, kekuatan, dan kemampuan manusia? Apa hikmah di balik semua ini setelah Allah menciptakan manusia dalam keadaan suci tanpa ada yang mengotorinya, mereka hidup dalam keadaan suci, mendengar dan taat kepadamu itu pantas dan cocok bagi manusia, apa hikmah di balik semua ini?
7. Saya menerima semua ini, Allah telah mewajibanku secara mutlak dan pasti, saya tidak mau berbuat (untuk melakukan sujud) maka Allah melaknat dan mengusirku, jika saya ingin masuk surga lagi sebenarnya mudah bagi Allah untuk menempatkanku dan mengembalikanku, tetapi saya telah melakukan suatu perbuatan (bersujud kepada Adam), maka Allah mengeluarkanku ari surga kemudian Allah memberikan kuasa bagiku untuk menggoda manusia, saya minta ditangguhkan (sampai hari kiamat-pen). Allah menangguhkanku? saya meminta “Ya Allah tangguhkanlah saya sampai hari kiamat? Jawab Allah: maka sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang ditangguhkan sampai hari kiamat”. Apa hikmah dibalik ini semua, jikalau Allah menghancurkanku seketika itu juga dan Adam dengan semua makhluk bisa tenang dari godaanku dan tidak ada sedikitpun keburukan di alam semesta ini? Bukankah ketetapan alam semesta dengan segala kebaikan itu lebih baik daripada terkontaminasi dengan keburukan?. Ini adalah bentuk protesku saya adukan semua masalah ini kepada Allah.
Dalam penjelasan kitab Injil dikatakan bahwa Allah mewahyukan malaikat as untuk mengatakan kepada Iblis:
“Kamu telah menerima bahwa Aku adalah Tuhanmu, Tuhan semua makhluk baik yang tidak percaya maupun yang tidak ikhlas padahal kamu percaya bahwasanya Aku adalah Tuhan semua alam semesta, tidaklah apa yang aku putuskan itu ada “cela”, maka sesungguhnya Allah tiada Tuhan kecuali Aku, Aku tidak pernah meminta apa yang Aku lakukan, dan tanggung jawab semua perbuatan diserahkan kepada semua makhluk.
Posisi Iblis dengan Ali bin Abi Thalib ra
Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang sanadnya shahih: pemeluk Islam terbagi menjadi 73 golongan semuanya masuk neraka kecuali yang mengikutiku dan sahabatku. Sepanjang sejarah Islam jarang dikenal adanya permusuhan sengit antara beberapa kelompok seperti halnya permusuhan yang terjadi pada saat sekarang ini antara ahlussunnah dan Syiah pengikut Imam Ali karramallahu wajhah, dua kelompok tersebut sampai saling bunuh dan saling mengkafirkan satu sama lain. Sikap Imam Ali disebutkan dalam hadits-hadits shahih yaitu bersikap moderat dengan memisahkan hal-hal yang mengarah kepada tuduhan-tuduhan satu sama lain apakah kepada kelompok moderat ataupun kelompok yang fanatik.
Banyak hadits-hadits yang merupakan kumpulan tuduhan-tuduhan dan kebohongan-kebohongan yang dilontarkan oleh setiap kelompok kepada kelompok yang lain, hadits ini terkait dengan masalah Imamah Ali bin Abi Thalib. Abi al-Hasan Ali bin Mitsam merupakan tokoh yang menentang terhadap tuduhan-tuduhan syiah, akan tetapi pada sisi yang lain ia bukan termasuk orang moderat tetapi orang yang keras karena selalu menghina Imam Ali ra. Ada juga Abu Hudzail al-Ilaf termasuk orang yang sangat fanatik terhadap pemikiran syiah. Dalam hal ini tidak penting bagi kita kalau hanya terfokus membicarakan salah satu pendapat mereka sehingga sampai menimbulkan perdebatan. Sebagai berikut cuplikan percakapan mereka berdua yang terdapat dalam beberapa kitab, Abu Hasan bertanya kepada Abu Hudzail:
Abu Hasan: Apakah kamu tahu bahwa Iblis melarang orang melakukan semua perbuatan baik dan memerintahkan semua perbuatan buruk?
Jawab Hudzail: ya
Abu Hasan: Apakah Iblis itu memerintahkan semua perbuatan buruk dan ia sendiri tidak mengetahuinya dan melarang semua perbuatan baik dan ia tidak mengetahuinya?
Jawab Hudzail: tidak
Abu Hasan berkata kepada Hudzail: kalau begitu Iblis telah mengetahui semua keburukan dan kebaikan?.
Jawab Hudzail: tentu saja
Abu Hasan berkata: Beritahukanlah saya tentang imammu (Imam Ali) yang kamu anggap sebagai pemimpin istimewa setelah Rasulullah saw dan keluarganya apakah imammu mengetahui semua kebaikan dan keburukan?
Jawab Hudzail: Tidak
Abu Hasan berkata: maka kalau begitu Iblis lebih tahu dari imammu (Ali ra). Hudzail memutuskan pembicaraan.
Dia (Hudzail) menyebutkan sebuah teks hadits sebagai berikut: Dari Amirul Mukminin Ali ra berkata: saya sedang duduk di Kakbah, maka ada seorang tua dengan punggung bongkok mendatangi Rasulullah saw, maka lelaki tua itu berkata: doakanlah saya mendapatkan ampunan dari Allah, Rasulullah saw mengatakan kepadanya: sia-sia usahamu wahai orang tua, maka ketika orang tua itu pergi. Rasulullah saw berkata: Wahai Ali, ini adalah Iblis, Ali berkata: saya mau menyerangnya dan mencekiknya. Iblis berkata kepadaku: wahai Abu Hasan (Ali bin Abi Thalib), janganlah kamu lakukan itu, maka sesungguhnya aku termasuk hamba yang ditangguhkan sampai hari yang ditentukan (kiamat), demi Allah ya Ali saya sangat mencintaimu, tidak ada seorangpun yang membencimu kecuali kamu ikut serta menggauli istri orang lain, maka lahirlah darinya anak zina. Maka saya (Ali) tertawa dan saya biarkan ia berlalu".
Kata Abu Hudzail: riwayat hadits ini terdapat dalam beberapa kitab, maka apa kamu mengingkari hal itu?
Abu Hasan menjawab: Berdasarkan hadits ini kalian justru telah merusak imamahnya Ali bin Abi Thalib dalam beberapa hal, diantaranya:
1- Apakah Iblis lebih tahu dari Imammu sampai ia perlu memperingatkan Ali dengan mengatakan bahwa Iblis ditangguhkan sampai hari kiamat, siapa yang memerlukan Iblis untuk memperingatinya, tidak sah imamahnya, maka menjadi pucatlah wajahnya pengikut syiah tersebut.
2- Imam Ali telah menjadi seorang pelupa, tidak ada sifat ma’syum pada dirinya karena ia telah melakukan kesalahan dan sering lupa padahal salah dan lupa merupakan ketidak absahan imamah dalam beberapa syarat imamah yang seringkali kalian argumentaasikan.
3- Iblis memerintahkaan Imam Ali secara terang-terangan dengan ucapannya “jangan kamu lakukan” ini adalah fiil amar, Ali menjawab dengan taat, maka barangsiapa yang berhadapan dengan Iblis dengan melaksanakan perintahnya, tidak sah imamahnya.
4- Iblis telah beruntung, karena telah membuat senang Imammu, telah hilang perasaan marah dan dendam pada diri Ali yang ingin mencekiknya kemudian iblis membuat Ali tertawa dan merasa gembira sehingga Ali membiarkan iblis berlalu, iblis tidak menyembunyikan kejadian ini dan menjadikannya rasa persahabatan dan kesenangan antara iblis dan imammu.
Kemudian saya (Abu al-Hasan) mengatakan: tinggalkan perdebatan ini sekarang dan kasih tahu saya apakah iblis masuk surga?
Hudzail menjawab: ya, kalau ada onta bisa masuk ke lobang jarum
Saya (Abu al-Hasan) katakan: bukankah kalian telah meriwayatkan bahwa cinta kepada ketaatan itu menjadikan segala macam kemaksiatan tidak akan menimbulkan madharat, kalian juga telah meriwayatkan bahwa pembagian surga dan neraka berdasarkan pada pecinta dan pembenci, pecinta adalah orang yang akan masuk surga dan pembenci adalah orang yang akan masuk neraka?
Kata Hudzail: tentu saja.
Saya (Abu al-Hasan) berkata: kamu pernah mengatakan bahwa bahwa Iblis bisa masuk surga lagi.
Kata Hudzail: shahih dalilmu:
Saya katakan: Allah menjadikanmu termasuk ahli rasyad (petunjuk) bukankah Iblis mengatakan: “Demi Allah wahai Ali saya mencintaimu”.
Kata Hudzail: tentu saja
Saya katakan: maka apakah Iblis mengingkari atas ucapannya?
Maka Abu Hudzail terdiam dan akhirnya berbicara: Iblis itu tidak membohongi Imam Ali yaitu mencintainya, ini menunjukan bahwa Iblis itu jujur, semestinya ia bisa memasukan Iblis ke surga lagi, apabila tidak bisa memasukannya ke surga lagi, maka kedudukan Ali adalah seorang pelanggar janji atau sebagai seorang pelupa dan barangsiapa yang sifatnya suka melanggar janji tidak sah imamahnya, ini merupakan qiyas atas dasar filosofimu bahwa Iblis bisa masuk surga lagi.
Teks hadits ini berakhir, kita perlu mengcounternya. Disebutkan dari Rasulullah saw bahwa ia bersabda “Saya adalah kotanya ilmu pengetahuan dan Ali adalah pintu gerbangnya”. Termasuk dari sifat Ali adalah mengatakan sesuatu yang tidak pernah berdasarkan hawa nafsunya, karena Ali adalah pintu gerbangnya ilmu pengetahuan, tetapi di sini tingkah laku Ali keluar dari sifatnya tersebut dengan memusuhi Iblis dan berupaya membunuhnya, kemudian Iblis mengungkapkan argumennya, membuat Ali tidak berkutik dengan argumennya iblis dan Ali kembali lagi ke tempat duduknya dalam keadaan senang dan gembira, sebab adanya cinta dari makhluk yang dilaknat oleh Allah dalam kitab-Nya ini dan mengusirnya dari kerahmatan-Nya sampai hari kiamat.
Sebenarnya riwayat ini diragukan dari awal sampai akhir dan ini disebutkan dalam beberapa kitab sejarah. Kami hanya ingin menyebutkan sebagian hadits yang sanadnya berasal dari beberapa orang garis keras pendukung imam Ali dan juga menunjukkan bahwa perpecahan itu merupakan bujuk rayu dan racun Iblis laknatullah. Perbedaan pendapat dari dua pihak ini berdasarkan ucapan Imam Ali, sama saja apakah sanadnya kuat atau memang berdasarkan ucapannya Ali tetapi disisipi dengan cerita-cerita israiliyat dan cerita yang paling terkenal adalah hadits tadi yang menunjukan pada ucapan imam Ali. Hal ini membuat kita berada dalam posisi yang dilematis sehingga wajib kita bicarakan disini sebagaimana cerita tentang nabiyullah Ayyub.
Allah swt memuji hamba-Nya yang bernama Ayyub dalam Alquran, firman Allah swt: Sungguh Kami mendapati Ayyub seorang yang sabar; dia sebaik-baik hamba. Sungguh dia banyak kembali (taubat) (Shaad: 44).
Aubah itu adalah kembali kepada Allah, nabi Ayyub selalu kembali kepada Allah dengan berdzikir, bersyukur dan bersabar. Kesabarannya menjadi sebab keberhasilannya sehingga Allah memujinya, Alquran tidak menceritakan bentuk penyakitnya dan tidak menerangkan secara rinci. Banyak beberapa kisah menceritakan tentang bentuk sakitnya, konon nabi Ayyub terkena penyakit kulit yang menyebabkan banyak orang menjauhinya dan tidak mendekatinya karena takut tertular.
Penyelewengan Taurat
Tidak diagukan lagi bahwa taurat telah mengalami penyelewengan yang dilakukan oleh pendeta Bani Israil yang kufur, mereka melaksanakan perintah Iblis, penyelewengan-penyelewengan mereka terhadap taurat dilakukan oleh orang yang melaksanakan perintah Iblis. Iblis melakukan berbagai bentuk penyelewengan dan kebohongan ketika menggoda nabi-nabi dan wali-wali Allah, diantaranya Imam Ali bin Abi Thalib sebagaimana terdapat pada hadits tadi.
Kejadian yang paling terkenal adalah kisah nabiyullah Ayyub, apa yang dikatakan Taurat tentang Ayyub?
Dikutip dari cerita nabi Ayub dalam taurat: “Syetan keluar dari hadapan Tuhan dan menimpakan kepada nabi Ayyub penyakit bisul yang menjijikan dari dalam telapak kakinya sampai kepalanya, maka Ayyub mendapatkan dirinya seperti tembikar yang mengkilat yang berada di tengah-tengah abu.
Disebutkan dalam surat ini (surat dalam taurat) berdasarkan pada ucapan Ayyub: “saya seperti roti yang diremukan dan direndam dalam kuah sehingga saya merintih dan saya seperti air yang dituangkan pada geriba (wadah air dari kulit).
Pada ayat yang sama, nabiyullah Ayyub menceritakan dirinya sendiri:
“Saya benci diriku dan kehidupanku, saya meratapi kepahitan yang menimpa diriku”.
Semua perkataan-perkataan ayat Taurat ini ditolak secara logis dan praktis seperti halnya juga kita bisa lihat pada ungkapan taurat berikut: syetan keluar dari hadapan Tuhan. Maka “keluar” apa yang dimaksudkan Taurat, kenyataannya Iblis telah keluar dari hadapan Tuhan dalam beberapa tahun sebelumnya sebagai hukuman akibat tidak mau sujud kepada Adam as, maka kapan Syetan kembali lagi ke hadapan Tuhan? Sehingga Allah mengeluarkannya lagi yang kedua kalinya?
Penyimpangan-penyimpangan Taurat yang lain
Disebutkan dalam hadits syarif bahwa Muadz ketika datang dari Yaman bersujud kepada nabi, maka Rasulullah saw mengatakan kepadanya: Wahai Muadz, apa-apaan ini?
Muadz menjawab: sesungguhnya orang-orang Yahudi sujud kepada para pemimpin dan ulamanya dan saya melihat para nasrani sujud kepada para pendeta, saya bertanya kepada mereka: apa-apaan ini? Mereka menjawab: penghormatan kepada nabi, maka Rasulullah saw bersabda: ((mereka telah mendustakan nabinya)).
Allah swt berfirman dalam surat albaqarah: ((Dan Sulaiman itu bukan orang kafir, tetapi syetanlah yang kafir, mereka ajarkan ilmu sihir kepada manusia, dan apa-apa yang diturunkan kepada dua malaikat Harut dan Marut di negeri Babilonia. Keduanya tiada mengajarkan sihir kepada manusia, melainkan lebih dahulu mengatakan: Kami ini hanya mendatangkan cobaan, sebab itu janganlah engkau kafir. Lalu mereka mempelajari dari keduanya apa-apa yang dapat menceraikan antara suami dan istrinya. Mereka itu tiada memberi madharat kepada seorang juapun kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari apa yang menimbulkan madharat kepada mereka dan tiada bermanfaat bagi mereka)) (Albaqarah: 102).
Allah menyebutkan kepada nabi-Nya Muhammad saw sebagian keburukan-keburukan orang-orang Yahudi Bani Israil. Mereka tidak mau beriman kepada Muhammad dan kepada Alquran yang membenarkan Taurat asli yang diturunkan kepada sayyidina Musa as, serta berisi ajakan untuk beriman kepada Allah swt yang esa tidak ada sekutu dan perserupaan bagi-Nya, iman kepada Musa sebagai Rasul dan Nabi dan menerima Islam sebagai agama dan syariat.
Termasuk keburukan-keburukan yang dilakukan oleh orang-orang kafir Bani Israil, diantaranya mereka meninggalkan kitab Zabur sebagai kitabullah di era sayyidina Sulaiman as dan mereka mengikuti apa yang disampaikan oleh syetan dalam kitab-kitab sihir.
Mencuri Pendengaran
Sebelum diutusnya Rasulullah saw, para syetan naik ke langit menembus awan dan mendung untuk mencuri pendengaran dari para malaikat yang sedang bercakap-cakap sebagian apa yang akan terjadi di dunia dengan izin Allah tentang siapa yang meninggal atau masalah yang berkaitan dengan musibah dan lain-lainnya, maka mereka datang kepada dukun kafir yang mereka kira mengetahui hal ghaib dan memberitahukan kepada mereka, maka dukun tersebut memberitahukan kepada manusia yang lain, kemudian mereka mendapatkan berita sebagaimana yang mereka (syetan) katakan, apabila kamu mempercayai kepada para dukun, mereka memasukan kebohongaan pada berita yang mereka sampaikan, maka mereka menambah setiap satu kalimat yang benar dengan 70 kalimat kebohongan dan ucapan-ucapan dukun itu ditulis di dalam kitab-kitab mereka.
Tersebar berita di kalangan bani Israil bahwa Jin dan Syetan mengetahui hal ghaib dan meminta perlindungan kepada Allah, maka nabi Sulaiman as mengumpulkan kitab sihir dengan perantara sebagian tentaranya dan menaruh kitab-kitab itu di dalam kotak dan dikubur di bawah kursi singgasananya. Tidak ada syetanpun yang mampu mendekati kursi singgasana Sulaiman, jika mendekat langsung terbakar. Sulaiman as berkata:
“Saya tidak mendengar seorangpun yang menyebutkan bahwa syetan mengetahui hal ghaib kecuali saya pukul lehernya (bunuh)”
Para syetan tunduk kepada sayyidina Sulaiman as, mereka taat kepada Sulaiman disamping mereka tetap kafir tanpa mau beriman, mereka melayani Sulaiman, mereka bekerja dengan pekerjaan berat yang tidak mampu mengerjakannya selain mereka.
Fitnah Iblis di kalangan Bani Israil
Tatkala Sulaiman as sudah meninggal dan sedikit jumlah ulama yang mengetahui apa yang dilakukan Sulaiman dengan buku-buku sihir. Maka selang beberapa lama kemudian generasi beberapa generasi telah berganti, Iblis menyamar dengan berubah menjadi manusia kemudian mendatangi sekelompok orang Bani Israil dengan mengatakan kepada mereka:
Apakah kalian mau saya tunjukan harta peninggalan yang tidak perlu susah payah mengambilnya?
Mereka menjawab: Iya
Kata Iblis: “Sesungguhnya Sulaiman bukanlah seorang nabi melainkan seorang penyihir, maka galilah di bawah singgasananya”
Banyak kaum muslimin menolak bujuk rayu Iblis, mereka mengatakan: Sulaiman itu seorang nabi muslim dan mukmin”.
Iblis kembali menghias-hiasi keburukan dengan membisik-bisiki kaum kafir Bani Israil yang percaya dengan ucapannya Iblis dan pergi bersama mereka, Iblis memperlihatkan kepada mereka suatu tempat dan berdiri di situ, mereka berkata kepada Iblis:
“Mendekatlah ke sini wahai Iblis”
Jawab Iblis: tidak, saya ada disini di depan kalian, apabila kalian tidak menemukan kotak (yang berisi ilmu sihir) maka bunuhlah aku”. Kaum bani Israil menggali lubang dan mendapatkan kotak kemudian mereka mengeluarkan dari kotak itu beberapa buku sihir, tatkala mereka mengeluarkannya, Iblis laknatullah berkata:
“Sesungguhnya Sulaiman menguasai manusia, syetan dan burung dengan sihir ini”.
Kaum kafir berkata: “Sulaiman merupakan penyihir, ini sihirnya, dengan sihir itu dia memerintahkan kita dan dengannya juga ia memaksa kita”. Kemudian Iblis pergi dan tersebarlah di kalangan masyarakat bani Israil bahwa Sulaiman adalah penyihir yang meminta perlindungan kepada Allah demikian juga sahabatnya “Ashif bin Burkhiya” yang menolong nabi Sulaiman memindahkan singgasana Bilqis dengan karamahnya, Allah memuliakannya. Orang-orang kafir Bani Israil mengamalkan sihir sebagaimana yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut. Sebenarnya sihir itu bukan merupakan perbuatan para nabi dan para wali, nabi Sulaiman tidaklah kafir karena ia seorang nabi di sisi Allah, Allah mensucikannya dari perbuatan dosa besar dan dosa-dosa kecil yang rendah dan hina serta semua keburukan-keburukan, kejelekan-kejelekan dan kesuciannya dari kekafiran, akan tetapi yang kafir itu adalah sebagaimana firman Allah swt: Akan tetapi syetan-syetan itulah yang kafir (Albaqarah:102).
Fitnah Harut dan Marut
Firman Allah : ((Dan Sulaiman itu bukan orang kafir, tetapi syetanlah yang kafir, mereka ajarkan ilmu sihir kepada manusia, dan apa-apa yang diturunkan kepada dua malaikat Harut dan Marut di negeri Babilonia. Keduanya tiada mengajarkan sihir kepada manusia, melainkan lebih dahulu mengatakan: Kami ini hanya mendatangkan cobaan, sebab itu janganlah engkau kafir. Lalu mereka mempelajari dari keduanya apa-apa yang dapat menceraikan antara suami dan istrinya. Mereka itu tiada memberi madharat kepada seorang juapun kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari apa yang menimbulkan madharat kepada mereka dan tiada bermanfaat bagi mereka. Sesungguhnya mereka itu lebih tahu, siapa yang mengerjakan sihir, tak ada bagian untuknya di akhirat. Sesungguhnya amat jahat orang-orang yang menjual dirinya dengan sihir, jika mereka mengetahui )) (Albaqarah: 102)
Maka tatkala banyak orang-orang mempelajari sihir dari para syetan di era sayyidina Sulaiman as dan banyaknya mereka yang mengaku-ngaku nabi, mempengaruhi manusia dengan sihir, Allah menurunkan dua malaikat yaitu Harut dan Marut, keduanya termasuk jajaran Malaikat yang paling mulia di sisi Allah dan mengajarkan sihir kepada manusia agar supaya manusia tahu perbedaan sihir dan mukjizat.
Harut dan Marut adalah dua malaikat mulia dari malaikat-malaikat Allah yang tidak pernah membangkang perintah Allah dan selalu melaksanakan perintah Allah.
Kebohongan sihir menjadikan mereka mengaku-ngaku sebagai nabi agar supaya tidak ada orang yang melihat keadaan mereka sebenarnya, maka sihir dilawan dengan sihir yang lebih kuat dan penyihir dikalahkan oleh penyihir yang lain dan di dalam sihir itu terdapat kamuflase dan ilusi kepada manusia, tipuan-tipuan dan sulapan-sulapan, di sisi yang lain sihir itu merupakan bentuk pengamalan syetan karena syetan itu berbentuk lembut yang tidak dapat dilihat oleh manusia. Sihir itu kadang-kadang diamalkan dengan menaruh beberapa tumpukan bahan tertentu yang dikumpulkan lalu dibakar dan diambil darinya abu dan tinta kemudian dibacakan di atasnya kalimat-kalimat atau nama-nama kemudian dipraktekkan jika dibutuhkan. Adapun mukjizat merupakan perkara yang luar biasa tidak ada yang menyerupai dengannya, terdapat pada orang yang menjadi nabi dan dijadikan penguat kenabiannya.
Turunnya Harut dan Marut
Turunnya Harut dan Marut untuk mengajarkan kepada manusia bagaimana perbedaan antara sihir yang harus dijauhi dan mukjizat yang merupakan bukti kenabian, Harut dan Marut mengajarkan sihir sebagai peringatan bukan sebagai motivasi.
Jika ada seseorang bertanya tentang zina atau pembunuhan, maka dikatakan untuk dijauhi atau keduanya mengatakan: janganlah kamu kafir yaitu janganlah kalian mempelajari sihir dengan keyakinan bahwa sihir itu benar maka kalian menjadi kafir.
Keduanya tidak mengajarkan sihir kepada seorangpun sampai keduanya menasehatinya bahwa keduanya itu dijadikan sebagai cobaan dan ujian. Allah menjelaskan dalam Alquran bahwa dua malaikat tersebut tidaklah mengajarkan bagaimana menceraikan antara suami dan istrinya, tidaklah hal ini menimbulkan madharat kecuali atas kehendak Allah karena Allah swt yang memberikan manfaat dan madharat, kemudian Allah menyatakan bahwa orang yang mempelajari sihir dan mengamalkan sihir, maka madharatnya kembali kepada orang tersebut dan dampaknya akan buruk pada orang itu.
Oleh karena itu tidaklah benar kalau ada cerita yang mengatakan bahwa Harut dan Marut adalah dua malaikat yang bertemu dengan seorang wanita cantik, maka keduanya melakukan perbuatan zina kepada keduanya, perkataan ini dikategorikan sebagai kafir dan mendustakan Alquran.
Kesimpulan
Orang-orang Yahudi melanggar kitab Allah dan mereka mengikuti kitab-kitab sihir dan sulapan yang dibaca di era Sulaiman as, disamping itu syetan mencuri pendengaran di langit kemudian mereka memformulasikan apa yang telah mereka dengar dengan kebohongan-kebohongan itu dan menghiasinya kemudian mereka sampaikan kepada para dukun, sihir-sihir itu mereka tulis dalam beberapa buku yang mereka baca dan mereka ajarkan kepada manusia, hal ini tersebar pada zaman nabi Sulaiman as, sampai mereka mengatakan bahwa Jin mengetahui yang ghaib dan mereka mengatakaan bahwa ini adalah ilmunya Sulaiman as, tidak sempurna kekuasaan Sulaiman as kecuali dengan ilmu ini, dengan ilmu tersebut Sulaiman dapat mengendalikan Jin, manusia, burung dan angin. Allah menurunkan kedua malaikat Harut dan Marut untuk mengajarkan kepada manusia tentang sihir sebagai cobaan dari Allah dan untuk membedakan antara sihir dan mukjizat dan menampakkan perbedaan antara perkataan para nabi as dan perkataan penyihir. Harut dan Marut tidak mengajarkan sihir kepada seorangpun sampai keduanya menasehatinya dan mengatakan bahwa kami adalah cobaan dari Allah swt, maka siapa yang belajar sihir kepada kami dan meyakininya serta mengamalkannya maka orang itu telah kafir, siapa yang belajar sihir dan tidak mengamalkan perbuatan sihir itu, dia tetap beriman. Banyak orang belajar kepada Harut dan Marut ilmu sihir sehingga menjadi sebab perceraian suami istri, Allah menjadikan diantara suami istri itu ketidak harmonisan dan perselisihan, mereka tidak akan mampu mencelakakan orang lain dengan sihir itu kecuali dengan izin Allah karena sihir itu tidak dapat mempengaruhi jiwa manusia kecuali atas perintah dan kehendak Allah dan sihir itu merupakan bagian dari ciptaan-Nya. Banyak manusia belajar sihir padahal sihir itu dapat mencelakakan mereka dan sama sekali tidak memberikan kemanfaatan apapun di akhirat karena mereka mempraktekkan ilmu ini untuk mencelakakan manusia. Orang-orang Yahudi mengetahui bahwa siapa yang mengganti kitabullah dengan sihir maka bagi orang tersebut tidak mendapatkan balasan surga di akhirat, seburuk-buruk perbuatan yang telah mereka lakukan dan sesungguhnya Allah menurunkan Harut dan Marut dengan menunjukkan pada keduanya kebenaran yang dibawa oleh Sulaiman dengan disempurnakannya kekuasaan Sulaiman dan menunjukan kepada keduanya kebatilan yang dibawa oleh dukun dengan sihirnya serta membedakan antara mukjizat dan sihir, jika didapatkan kisah selain kisah ini, maka jelaslah bahwa kisah tersebut merupakan riwayat israiliyat yang penuh dengan kebohongan dan kesalahan.
Bab III
Iblis bersama Nabi-nabi
Bersama Nabi Allah Isa as
Berkata Abu Daud dalam buku ‘al-Qadar’: “Isa bin Maryam bertemu Iblis.”
Berkatalah si Iblis: “Apa yang kuketahui bahwa Dia (Allah) tidak akan menghukummu kecuali dengan apa yang telah digariskan untukmu. Karena itu, pergilah engkau (Isa as) ke puncak gunung ini, lalu loncatlah, dan perhatikan apakah engkau tetap hidup atau mati.”
Isa kemudian menjawab: “Sejauh yang saya ketahui, bahwa Allah swt berfirman: “Hamba-Ku tidak mungkin mengujiku karena Aku (Allah) berbuat sekehendak-Ku. Sesungguhnya hamba tidak menguji Tuhannya, tetapi Allah swt yang menguji hamba-Nya.”
Dalam riwayat lain, Abu Daud berkata: “Pada suatu hari, syetan mendatangi Isa bin Maryam seraya berkata: “Bukankah engkau (Isa) masih menghendaki bahwa engkau orang yang benar? Maka, loncatlah ke jurang, niscaya engkau akan mendapati dirimu di sana.”
Isa menjawab: “Celakalah kamu (syetan)! Bukankah Allah swt telah mengatakan kepada anak Adam: janganlah engkau bertanya kepada-Ku (Allah) tentang binasanya jiwamu, karena Aku (Allah) berbuat sekehendak-Ku.”
Hadis ini muncul sebagai penguat/penjelas atas riwayat-riyawat yang bermacam-macam dan dari tempat-tempat yang beragam.
Disebutkan juga dari Abu Taubat al-Rabi’i bin Nafi’i diceritakan Husain bin Talhah kepada kami, saya mendengar dari Khalid bin Yazid berkata: “Syetan menyembah Tuhan (peny.) bersama Isa selama sepuluh atau dua tahun. Pada suatu hari, Isa berdiri di tepi jurang gunung, dan kemudian syetan berkata: “Bagaimana pendapatmu (Isa), jika aku loncat ke jurang tersebut, apakah Allah akan menghukumku sesuai dengan apa yang telah digariskan kepadaku. Isa tahu bahwa yang muncul di hadapannya adalah syetan, dia (Isa) kemudian menjawabnya dengan berkata: “Sesungguhnya aku bukan yang menguji Tuhanku, tetapi Tuhanku sesuai kehendak-Nya yang mengujiku. Sejak saat itu, syetan memisahkan diri dari Isa.
Dan dari Abu Bakar bin Abu al-Dunya: Syuraih bin Yunus menceritakan kepada kami, ’Ali bin Tsabit menceritakan kepada kami dari al-Khitab bin al-Qasim dari Abu Utsman bahwa Isa as, pada suatu hari, shalat di puncak gunung, lalu Iblis mendatanginya seraya berkata: “Engkau (Isa) yang menghendaki bahwa segala sesuatu harus sesuai dengan ‘Qadla dan Qadar’.
Isa menjawab: “Ya”.
Iblis menimpali: “Terjunlah kamu dari gunung ini, dan katakan bahwa hal ini ditaqdirkan atasku”.
Isa kemudian menjawabnya kembali: “Wahai makhluk yang terlaknat! Allah-lah yang menguji hamba-Nya, bukan para hamba yang menguji Allah swt.”
Iblis Mendebat Isa
Dari Ibnu Abbas berkata: “Setelah Isa menginjak usia tiga puluh tahun, Allah swt mengutusnya kepada Bani Israil, kemudian dia bertemu dengan Iblis yang dilaknat Allah di Uqbah (pintu masuk) Bait al-Maqdis seraya berkata kepadanya: “Wahai Nabi Isa! Engkau yang telah mencapai pada keagungan ketuhananmu bahwa engkau tercipta tanpa ayah?
Isa menjawab: “Tetapi keagungan hanya milik Allah...yang telah menciptakanku sebagaimana Dia menciptakan Adam dan Hawa..”
Iblis berkata: “Wahai Isa! Engkau yang telah mencapai pada keagungan ketuhananmu bahwa engkau bisa berbicara ketika bayi dan masih dalam buaian?
Isa menjawab: “Wahai Iblis! Keagungan hanyalah milik Dzat yang telah menjadikanku bisa berbicara pada masa beliaku. Jika Dia berkehendak, maka Dia mampu membuatku bisu...
Iblis kembali bertanya: “Engkau yang telah mencapai pada keagungan ketuhananmu bahwa engkau tercipta dari tanah liat berbentuk burung, kemudian ditiupkan ruh padanya, maka ia menjadi seekor burung?
Isa menjawab: “Keagungan hanya milik Dzat yang menciptakanku dan menciptakan apa yang dibentangkan untukku.”
Iblis kembali bertanya: “Engkau yang telah mencapai pada keagungan ketuhananmu bahwa engkau bisa menyembuhkan orang sakit?
Isa menjawab: “Keagungan hanya milik Dzat yang dengan izin-Nya aku menyembuhkan mereka, dan jika Dia berkehendak sangat mudah untuk membuatku sakit.”
Iblis kembali bertanya: “Engkau yang telah mencapai pada keagungan ketuhananmu bahwa engkau mampu menghidupkan kembali orang yang telah mati?
Isa menjawab: “Keagungan hanya milik Dzat yang dengan izin-Nya aku menghidupkan mereka, dan aku juga harus mematikan apa yang telah aku hidupkan dan Dia sangat mampu untuk membuatku mati.
Bersama Nabi Allah Yahya
Iblis menampakkan diri kepada Yahya as dengan memperlihatkan kepadanya (Yahya) sesuatu yang menggantung padanya. Kemudian Yahya bertanya kepadanya: Wahai Iblis! Apa yang menggantung padamu?
Iblis menjawab: “Ini merupakan nafsu (syahwat) yang kudapatkan dari anak Adam.
Yahya berkata: “Apakah aku memiliki hal yang demikian juga?
Iblis menjawab: “Jika engkau telah merasa kenyang, maka kami akan memberatkanmu untuk mengerjakan shalat, dan kami juga akan memberatkanmu untuk berdzikir kepada Allah swt.
Yahya bertanya: “Apalagi selain itu?
Iblis menjawab: “Tidak ada, demi Allah.”
Yahya berkata: “Aku bersumpah demi Allah, aku tidak akan memenuhi perutku dengan makanan selamanya.”
Iblis menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan menasehati orang Islam selamanya.”
Penggolongan Manusia (Anak Adam) menurut Iblis
Iblis muncul di hadapan Yahya bin Zakariya as seraya berkata kepadanya: “Aku akan menasehatimu?
Yahya menjawab: “Aku tidak menghendaki hal itu. Tetapi, beritahu aku tentang anak Adam.”
Kemudian Iblis berkata: “Bagi kami, mereka terdiri dari tiga golongan.
Pertama, golongan yang termasuk kelompok yang paling berat buat kami. Kami pindahkan salah seorang di antara mereka untuk diuji agamanya, dan kami pun berhasil menguasainya. Namun, dia segera kembali beristigfar (memohon ampun kepada Allah) dan bertaubat. Hal itu, merusak segala sesuatu yang telah kami dapatkan darinya. Kemudian kami kembali kepadanya, dan dia pun segera kembali beristigfar dan bertaubat. Namun demikian, kami tidak pernah putus asa untuk selalu menggodanya dan kami pun tidak tahu kepentingan kami kepadanya. Karena, kami dan dia sama-sama saling bekerja keras untuk mengalahkan antara yang satu dengan yang lain.
Kedua, golongan orang-orang, yang bagi kami, bagaikan bola di tangan anak-anak anda sekalian. Kami bisa menangkap mereka kapan kami mau, dan kami telah dicukupkan dengan bantuan mereka.
Ketiga, golongan orang-orang yang sepertimu (Yahya) yang terbebas dari dosa, sehingga kami tidak mampu mengusai mereka atas suatu perkara pun.
Iblis di Kapal Nabi Nuh
Ketika Nabi Nuh menaiki kapalnya, ia melihat orang tua yang tidak dikenalnya telah berada di dalam kapal tersebut, kemudian Nuh berkata kepadanya: “Aku tidak merasa memasukkan kamu?
Iblis yang menyerupai orang tua menjawab: “Aku masuk untuk menggoda hati-hati para sahabatmu, sehingga hati mereka berada dalam kekuasaanku sedangkan badan mereka bersamamu.”
Nuh kemudian berkata kepadanya: “Keluar! Wahai musuh Allah.”
Iblis menjawabnya: “Lima perkara yang aku gunakan untuk membinasakan manusia, dan aku hanya akan menceritakan tiga di antaranya kepadamu, sementara dua hal lainnya tidak akan aku ceritakan.”
Kemudian Allah swt mewahyukan kepada nabi Nuh as bahwa Nuh (kamu) tidak membutuhkan pada tiga hal tersebut: “Suruh dia (Iblis) untuk menceritakan dua perkara yang lain. Iblis lalu berkata bahwa dengan dua perkara itu dirinya akan menghancurkan manusia. Sebab, dua perkara tersebut tidak bisa untuk dibohongi yakni kedengkian dan ketamakan. Dengan kedengkian aku dilaknat dan aku dijadikan syetan yang terkutuk. Dengan ketamakan aku telah menjual surga dan seisinya kepada Adam, sehingga aku dapat melampiaskan kebutuhanku, sehingga aku dikeluarkan dari surga.
Keadaan Iblis bersama Nabi Musa as dan Syarat Taubatnya Iblis
Iblis bertemu Musa as seraya berkata: “Wahai Musa! Engkau yang dipilih Allah swt dengan risalah-Nya, sehingga Dia berbicara kepadamu secara langsung. Sementara, aku makhluk Allah yang telah berbuat dosa dan ingin bertaubat, maka sampaikanlah doa (syafa’at) untukku pada Tuhanku agar Dia mengampuniku.
Musa kemudian berdoa kepada Tuhannya, dan dikatakan: “Wahai Musa! Hajatmu telah ditunaikan.”
Musa kemudian bertemu Iblis seraya berkata: “Kamu diperintahkan untuk bersujud pada kuburan nabi Adam dan Dia (Allah) akan mengampunimu.”
Iblis pun menyombongkan diri dan marah seraya berkata: “Aku tidak pernah mau bersujud kepadanya (Adam) ketika masih hidup, bagaimana mungkin aku bersujud kepadanya ketika dia (Adam) telah mati?
Kemudian Iblis berkata: Wahai Musa! Engkau mempunyai hak atas doa (syafa’at) yang telah engkau sampaikan kepada Tuhanmu, maka ingatlah aku pada tiga situasi yang mana aku akan membinasakan mereka: jika engkau mengingatku ketika marah, maka aku menjadi penyemangat dalam hatimu, mataku berada di matamu, dan aku mengalir dalam dirimu dalam aliran darah. Jika manusia mengingatku ketika bertemu gerombolan tentara, maka aku akan mendatangi anak Adam untuk mengingat kembali pada anak, istri, dan keluarga hingga dia dikuasai. Hendaknya engkau menjauhi untuk duduk bersama perempuan yang bukan muhrim, karena aku menjadi utusan (perempuan) bagimu, dan aku juga menjadi utusanmu baginya.
Hadis yang serupa diriwayatkan dari sanad lain.
Pada suatu hari, datanglah Iblis kepada Musa as dan berkata: “Aku ingin menasehatimu dengan 1003 nasehat.”
Musa kemudian mengetahuinya seraya berkata: “Saya tidak membutuhkan nasehatmu (Iblis).”
Jibril as kemudian turun seraya berkata: “Wahai Musa! Allah berfirman kepadamu: “Sesungguhnya nasehat Iblis yang seribu merupakan berita bohong, tetapi dengarkan nasehatnya yang tiga perkara.”
Musa as lalu berkata kepada Iblis: “Berikan kepadaku tiga nasehat dari nasehat-nasehatmu yang berjumlah seribu tiga itu.”
Iblis menjawab:
a. “Jika engkau berkeinginan untuk berbuat baik, maka segerakanlah untuk melakukannya, karena kalau tidak segera melaksanakannya aku akan menghalangi keinginanmu tersebut;
b. Jika engkau berkhalwat (bercampur) dengan seorang wanita yang bukan muhrimmu, maka jangan terlena bahwa aku akan memaksamau untuk berbuat maksiat;
c. Jika kamu marah melampui batas, maka aku akan mewajibkan adanya fitnah.
Dengan apa yang telah kunasehatkan kepadamu berupa tiga nasehat (menjadi hakku atasmu), maka mohonkan kepada Allah untuk mengasihaniku dan mengampuni dosaku?
Musa pun menyampaikan permintaan Iblis kepada Allah swt, maka Allah swt berfirman: “Persyaratan untuk mengampuni dosa-dosa syetan adalah dia harus mau pergi ke kuburan Adam as dan bersujud kepada “debu kuburannya”.
Musa pun kemudian menyampaikan apa yang diperintahkan Allah kepada Iblis.
Iblis pun menjawabnya dengan penuh kesombongan: “Wahai Musa! Ketika nabi Adam masih hidup, aku tidak pernah mau bersujud kepadanya, bagaimana mungkin aku mau bersujud kepada debu kuburannya sekarang?
Ketika Musa as duduk di tengah teman-teman duduknya, tiba-tiba Iblis menemui mereka dengan menggunakan sal yang memancarkan warna-warni. Tatkala Iblis mendekati Musa, ia melepaskan sal dan meletakkannya, lalu ia mendekati Musa seraya berkata kepadanya: “Assamu’alaika Ya Musa”, semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu wahai Musa!
Musa menjawabnya: “Semoga keselamatan terlimpahkan baginya (‘Alaihi al-Salam): Siapa kamu?
Dia menjawabnya: “Aku Iblis
Musa kembali bertanya: “Apa kamu tidak malu dengan apa yang kamu bawa?
Iblis menjawab: “Aku datang untuk menyerahkan diri kepadamu karena kedudukan dan posisimu di sisi Allah swt.”
Musa kembali bertanya: “Apa yang terlihat padamu?
Iblis menjawab: “...dengan benda itu aku bisa merampas hati-hati anak Adam.”
Musa bertanya: “Perbuatan manusia seperti apa yang kamu bisa turut campur (kuasai)?
Iblis menjawab: “Jika manusia bersikap takjub dengan dirinya, memperbanyak amal perbuatannya, dan melupakan dosa-dosanya, maka aku peringatkan engkau atas tiga perkara.
1. Janganlah engkau sekali-kali berkhalwat (bercampur) dengan seorang perempuan yang tidak halal bagimu, karena tidak mungkin seorang laki-laki menyendiri dengan perempuan kecuali aku sebagai temannya hingga dia (laki-laki) terkena fitnah (dengan perempuan itu).
2. Janganlah engkau sekali-kali berjanji kepada Allah kecuali kamu tunaikan janjimu kepada-Nya, karena seseorang yang berjanji kepada Allah kecuali aku menjadi temannya tanpa melibatkan sahabatku hingga aku ubah antara dirinya dan janjinya kepada Allah.
3. Janganlah engkau sekali-kali mengeluarkan shadaqah melainkan engkau tunaikan pada jalan yang benar, karena seorang laki-laki yang mengeluarkan shadaqahnya tetapi tidak ditunaikan dengan baik, maka aku akan menjadi sahabatnya tanpa melibatkan sahabatku hingga aku belokkan antara dirinya dan shadaqahnya.
Musa kemudian berpaling seraya berkata wahai makhluk yang celaka (tiga kali). Musa pun mengetahui apa yang diwaspadai anak Adam.
Bersama Nabi Ayyub
Ujian dan cobaan yang menimpa nabi Ayyub berhubungan dengan syetan yang mencampuradukkan antara yang benar dan batil dalam bebagai bentuk. Tetapi, riwayat yang paling terkenal berkenaan dengan cobaan nabi Ayyub dan kesabarannya adalah riwayat berikut ini:
“Para malaikat bumi saling berbincang di antara mereka mengenai makhluk dan ibadah mereka. Salah satu di antara mereka berkata: “Tidak ada sesuatu apapun yang lebih baik dari Ayyub di muka bumi ini. Dia merupakan seorang mukmin yang paling tinggi imannya dan paling banyak ibadahnya kepada Allah swt. Aku bersyukur atas nikmat yang diberikan (Allah) kepadanya dan aku pun berdoa untuk kesembuhannya.”
Syetan mendengar apa yang dikatakan para malaikat, maka dia (syetan) pun mencela hal tersebut. Si Iblis kemudian terbang menuju Ayyub berusaha untuk mengelabuinya.
Tetapi, Ayyub adalah seorang Nabi sehingga syetan tidak menemukan cara untuk membujuknya. Iblis merasa putus asa untuk terus membujuk Ayyub seraya mengadu kepada Allah swt: “Ya Tuhan, hambamu yang bernama Ayyub yang menyembah-Mu dan mensucikan-Mu, sebenarnya tidak menyembah karena cinta, namun dia (Ayyub) menyembah-Mu karena tujuan-tujuan tertentu. Ayyub menyembah-Mu sebagai ganti atas apa yang Engkau berikan kepadanya berupa harta dan anak keturunan, dan atas pemberian-Mu kepadanya berupa kekayaan dan harta yang tak bergerak. Dia (Ayyub) bersikap tamak untuk menjaga harta, kekayaan, dan anak-anaknya. Seolah nikmat yang berlimpah yang Engkau berikan kepadanya merupakan rahasia semangat ibadahnya. Dia sangat takut kehilangan hartanya. Dengan demikian, ibadahnya bercampur-aduk antara cinta dan kebencian yang dipenuhi dengan rasa takut dan tamak. Ibadahnya bukan karena keikhlasan dan bukan karena cinta yang tulus.
Diceritakan dalam suatu riwayat bahwa Allah swt berfirman kepada Iblis: “Sesungguhnya Ayyub merupakan seorang mukmin yang imannya tulus kepada Allah. Ayyub juga merupakan sosok yang bisa menjaga keimanan dan suri tauladan yang hebat dalam kesabaran. Aku (Allah) perbolehkanmu untuk mengambil harta dan kekayaan yang tak bergerak. Lakukan apa saja yang kamu kehendaki, kemudian lihat apa yang akan terjadi.”
Dengan hal tersebut di atas, syetan bertolak turun ke bumi untuk mendatangi tanah, kekayaan, tanaman, dan kenikmatan Ayyub untuk menghancurkan semuanya. Dan, Ayyub pun jatuh dari puncak kekayaan ke level terendah kefakiran secara mendadak. Maka, syetan menunggu sikap Ayyub selanjutnya.
Ayyub berkata: “Kekayaan, tanaman, dan kenikmatan merupakan pinjaman Allah, dan hari ini, semua itu kembali kepada-Nya. Hal itu juga merupakan titipan Allah yang diamanatkan kepada kami, kemudian diambil-Nya. Kami merasa telah menikmatinya selama bertahun-tahun. Karena itu, segala puji bagi Allah atas apa-apa yang telah diberikan yang hari ini telah terambil dari kami. Dan, segala puji bagi Allah yang Maha Pemberi dan Peminta, Maha Pemberi Ridlo dan Pemarah, Maha Pemberi Manfaat dan Pemberi Marabahaya. Dan, Dia (Allah) Yang mempunyai kerajaan, Yang memberikan kerajaan kepada orang yang Dia kehendaki dan Dia cabut kerajaan dari orang yang Dia kehendaki. Dia muliakan orang yang Dia kehendaki dan Dia hinakan orang yang Dia kehendaki.
Ayyub kemudian jongkok untuk bersujud dan meninggalkan Iblis di tengah keterkejutannya yang memalukan.
Syetan pun kembali dan berkata kepada Allah swt: Wahai Tuhan, jika Ayyub tidak menerima nikmat kecuali dengan puji syukur dan menerima musibah dengan kesabaran. Mungkin hal itu tidak akan berlaku dengan anak-anak yang dimilikinya. Karena itu, dia bersikap rakus untuk bekerja keras dan berusaha mengembalikan kekayaan demi anak-anaknya.
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Allah swt memperbolehkan syetan untuk mengambil anak-anak Ayyub. Kemudian gempa menimpa rumah yang mereka huni, dan matilah semua penghuninya.
Dari musibah ini Ayyub memanjatkan doa kepada Tuhannya: “Allah yang memberi, dan Allah juga yang mengambil. Dan, segala puji bagi-Nya yang Maha Pemberi dan Pencabut, Maha Pemarah dan Pemberi Ridlo, dan Maha Pemberi Manfaat dan Marabahaya.”
Ayyub kemudian jongkok untuk bersujud dan meninggalkan Iblis di tengah keterkejutannya yang memalukan. Iblis kembali berdoa kepada Allah swt: “Ya Tuhan, Ayyub masih sangat sabar atas musibah yang diterimanya, karena badannya masih diberi kesehatan. Jika engkau memberiku kekuasaan wahai Tuhan untuk merusak badannya, niscaya dia akan berhenti untuk bersabar.”
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Allah swt membolehkan syetan untuk berbuat semaunya terhadap badan Ayyub. Maka, syetan memukul badan Ayyub dari kepala hingga telapak kakinya. Ayyub pun menderita sakit kulit yang dagingnya mengeluarkan nanah dan berjatuhan hingga dia diusir keluarga dan sahabatnya. Tak seorang pun yang mau kembali dengannya kecuali istrinya.
Meski demikian, Ayyub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah atas musibah yang dideritanya. Dia memuji Allah swt tatkala sehat dan begitu juga ketika dia sakit. Dia tetap bersyukur kepada-Nya pada dua kondisi yang berbeda.
Kemarahan syetan bertambah, dan dia (syetan) tidak tahu lagi apa yang akan diperbuat. Iblis kemudian mengumpulkan penasehat-penasehatnya dari bangsa syetan untuk menceritakan kepada mereka tentang kisah Ayyub dan meminta pendapat mereka setelah (Iblis) merasa putus asa untuk mengelabui atau mengeluarkan kesabaran dan rasa syukurnya kepada Allah swt.
Salah satu syetan berkata: “Adam, bapak bani Adam, telah terusir dari surga, dari mana kamu lakukan?
Iblis menjawab: “Hmm..Hawa yang kamu maksud?
Terlintas ide baru di benak pikiran Iblis. Dia kemudian mendatangi istri Ayyub untuk dimasuki dengan rasa putus asa, sehingga ia pun pergi kepada Ayyub dengan mengatakan kepadanya: “Sampai kapan kamu disiksa Allah swt? Di mana harta, keluarga, teman, dan sahabat? Di mana masa mudamu yang telah pergi dan kemuliaan yang lama?
Ayyub menjawab pertanyaan istrinya: “Kamu telah diperdayai syetan untuk melakukan sesuatu. Apa kamu masih menangisi atas kemulian yang telah hilang dan anak-anak yang telah mati?
Istri Ayyub bertanya: “Kenapa engkau tidak berdoa kepada Allah swt untuk menghilangkan deritamu, menyembuhkanmu, dan melenyapkan kesedihanmu?
Ayyub menjawabnya: “Berapa tahun kita telah merasakan kesenangan?
Istrinya menjawab: “Delapan puluh tahun.
Ayyub kembali bertanya: “Berapa tahun kita menikmati ujian ini?
Istrinya menjawab: “Tujuh tahun.
Ayyub berkata: “Aku malu untuk memohon kepada Allah swt agar menghilangkan deritaku, karena ujian yang kurasakan tidak sebanding dengan kenikmatan yang telah aku lalui. Wahai istriku, imanmu mulai melemah, dan hatimu dengan ketentuan Allah mulai merasa sempit. Jika aku sembuh dan kembali kuat, niscaya akan aku pukul kamu dengan seribu tongkat. Dan, haram bagiku setelah ini untuk memakan makanan atau minuman yang dihasilkan dari tanganmu atau mungkin aku telah membebanimu, maka pergilah kamu dari hadapanku!.
Istri Ayyub kemudian pergi, dan kini dia tinggal dalam kesendirian dengan penuh kesabaran; dia mampu mengemban beban apa yang tidak mampu diemban oleh gunung sekalipun.
Akhirnya Ayyub merasa takut kepada Allah; berdoa dengan penuh kelembutan yang jauh dari kemarahan; berdoa kepada Allah swt agar menyembuhkan penyakitnya, maka Allah swt mengabulkan doanya.
Riwayat ini merupakan riwayat yang paling terkenal mengenai cobaan Ayyub dan kesabarannya. Tetapi, banyak orang yang menyangkal hal-hal yang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Kisah tersebut tampak jelas banyak disusupi cerita-cerita Israiliyyat, khususnya pada bagian cerita yang selaras dengan apa yang telah disebutkan Taurat mengenai penyakit Ayyub yang sampai merusak seluruh badannya, sebagaimana diceritakan orang-orang terdahulu. Hal itu, tentu tidak selaras dengan kemuliaan para nabi di mata Tuhan mereka yang Maha Tinggi dan Maha Berkuasa. Dia (Allah) tidak mungkin akan membiarkan mereka seperti itu, meskipun Dia sang pemberi cobaan; membiarkan Ayyub menjadi mainan di tangan makhluk Allah swt paling hina ‘Iblis’ dan teman-temannya. Kita kembali merujuk pada al-Qur’an yang mulia “untuk melihat sifat-Nya dalam cobaan Ayyub, karena itu merupakan kebenaran yang tidak tercampuri kebatilan dari kekuasaan-Nya dan tidak datang dari luar jangkauan-Nya:
Allah berfirman dalam surat al-Anbiya yang berbunyi:
“Dan, (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS 21: 83-84).
*****
Pemahaman Qur’ani
Dari kisah tersebut di atas, kita dapat memahami bahwa Allah swt hendak menguji Ayyub as dengan harta, keluarga, dan badannya. Semua hartanya lenyap hingga menjadi fakir setelah sempat menjadi orang yang terkaya. Dia juga kehilangan keluarganya, sehingga dia mulai mengenal arti kesendirian. Begitu pula dengan badannya yang mengalami sakit parah yang sangat menyiksanya, tetapi dia tetap bersabar dan bersyukur atas semua musibah yang dialaminya.
Sakit dan cobaan yang diterimanya berkepanjangan. Orang-orang pun meninggalkannya, sehingga dia habiskan hari-harinya dalam kesendirian dengan rasa sakit dan sedih yang mengelilinginya dari segala penjuru. Meskipun demikian, dia tidak lupa untuk bersabar. Bahkan, kesabarannya melampaui dan melebihi ujian yang menimpanya.
Sisi Rasionalitas dalam Kisah
Iblis berusaha menggunakan kesempatan sebaik mungkin dan tidak mau menyia-nyiakannya untuk menyesatkan Nabi Allah Ayyub as, maka si iblis datang menggodanya sambil berkata: “Wahai Ayyub! Rasa sakit dan adzab yang engkau rasakan akibat sentuhan yang berasal dariku. Jika engkau (Ayyub) berhenti untuk tidak bersabar sehari saja, niscaya rasa sakit akan pergi darimu dan engkau pun akan sembuh.
Dan orang-orang akan mengatakan tentang urusanmu: “Jika Allah mencintai seseorang, tidak mungkin Dia memberi cobaan kepadanya dengan cobaan seperti yang ditimpakan kepadanya (Ayyub). Namun, Ayyub tetap kukuh dengan pendiriannya untuk terus bersabar, beribadah, dan bersyukur kepada-Nya.
Ayyub Komplain tentang Tindakan Memata-matai yang dilakukan Syetan
Ayyub marah atas tindakan memata-matai dan menyamar yang dilakukan syetan pada dirinya. Karena hal itu, syetan dapat menyesatkan dan mengelabui (Ayyub) yang menghabiskan waktunya dalam kesendirian, keputus-asaan, dan rasa sakit yang dideritanya. Hal tersebut, setidaknya, merupakan sisi yang dapat dipahami dari perkataan Ayyub kepada Tuhannya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan” (QS 38: 41).
Adalah tindakan salah dan berani, jika kita berprasangka buruk kepada Nabi-nabi Allah swt. Berbeda dengan berita yang tersebar, Ayyub sebenarnya tidak meyakini penyakit yang dirasakannya datang dari syetan. Sebab, Nabi-nabi Allah swt terbebas dari dosa dan kesempurnaan mereka yang tidak sesuai dan tidak cocok dengan kemuliaan mereka di mata Tuhan. Konon, Ayyub ingin melakukan komplain kepada Tuhannya atas keberanian dan penyamaran syetan atas dirinya sehingga dia bisa mengelabui Ayyub.
Istri nabi Ayyub datang telat dan dia mendapati Ayyub sedang marah. Dia (istri Ayyub) menutupi kepalanya dengan kain penutup. Dia pun membawakan makanan yang lezat untuk Ayyub. Ayyub pun bertanya kepada istrinya: “Dari mana kamu dapatkan uang? Ayyub pun bersumpah untuk memukul istrinya seratus kali dengan tongkat ketika dirinya sembuh, setelah mengetahui bahwa istrinya telah memotong rambutnya demi mendapatkan makanan yang disantap Ayyub.
Doa Nabi Ayyub
Nabi Allah Ayyub keluar rumah menuju gunung untuk berdoa kepada Tuhannya, sebagaimana firman Allah swt:
“Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan". (Allah berfirman): "Hantamkanlah kakimu: inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum". Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (QS 38:41-44).
Allah swt memerintahkan nabi Ayyub untuk mandi, di salah satu mata air yang berada di gunung, dan minum air dari mata air tersebut. Ayyub pun berlari untuk mandi dan minum sesuai dengan perintah Allah swt. Tatkala tenggukan air yang diminum Ayyub belum habis, dia tiba-tiba merasa sembuh secara spontan. Rasa panas lenyap dalam sekejap, dan begitu juga rasa sakitnya. Allah swt mengembalikan Ayyub keluarga dan pengikutnya sebagai rahmat dari Tuhannya yang Maha Suci. Kini Ayyub, kini, tidak lagi sendiri, dan Allah swt kembali melimpahkan kekayaannya sebagai kemulian dari-Nya. Ayyub tidak lagi fakir, kesehatannya pulih setelah merasakan sakit yang panjang. Ayyub bersyukur kepada Allah. Adapun sumpahnya untuk memukul istrinya seratus kali dengan tongkat tatkala sembuh, dan sekarang dia telah sembuh. Namun demikian, Allah swt mengetahui bahwa Ayyub tidaklah bermaksud untuk memukul istrinya. Karena itu, agar tidak menyalahi sumpahnya atau berbohong tentang hal tesebut, Allah swt memerintahkan Ayyub untuk mengumpulkan seikat kayu Raihan sebanyak seratus batang. Dengan kayu tersebut, Ayyub memukul istrinya sekali pukul. Dengan demikian, Ayyub telah terbebas dari sumpahnya dan tidak berbohong atas sumpahnya.
Bab IV
Keadaan Iblis Bersama Makhluk Paling Mulia Muhammad saw
Bersama Nabi Terpilih Muhammad dalam Shalatnya...
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah saw berdiri untuk menjalankan shalat subuh dan dia (Iblis) mengikuti membaca hingga bacaan Nabi menjadi kacau. Setelah usai shalat, nabi bersabda: “Jika saja dia menampakkan diri kepadaku dan Iblis hinggap di tanganku, niscaya akan aku cekiknya hingga ludah dinginnya terdapat di antara jariku, yakni antara ibu jari dan jari telunjuk. Jika bukan karena doa saudaraku Sulaiman, niscaya Iblis akan terikat di salah satu tiang di antara tiang-tiang Masjid, menjadi bahan mainan anak-anak kota Madinah. Barang siapa di antaramu yang bisa untuk tidak merubah antara dirinya dan dan hati, maka lakukanlah.
Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda: “Sungguh Ifrit dari bangsa jin berlari bersama kegelapan malam untuk memotong shalat, maka aku diberi izin Allah swt untuk mengikatnya pada salah satu tiang dari tiang-tiang Masjid hingga kalian bangun pagi dan kamu sekalian melihatnya. Kemudian aku menyebutkan perkataan saudaraku Sulaiman: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi” (QS 38:35), maka dia pun dikembalikan dengan hina.
Cobaan Syetan
Diriwayatkan oleh Ibnu al-Jauzy dalam bukunya ‘Talbis Iblis’ dari Abu Tiyaj berkata: “Aku berkata kepada Abdurahman bin Hunain, aku menyaksikan nabi saw bersabda: “Ya. Aku bertanya: “Bagaimana Rasulullah saw membuat malam ujian/cobaan syetan?
Rasulullah saw menjawab: “Sungguh, syetan pada malam itu melepaskan diri dari Rasulullah saw, lalu Jibril as turun seraya berkata: “Wahai Muhammad, katakan! Nabi saw menjawab: “Apa yang harus aku katakan? Katakan, aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan apa yang diturunkan dari langit, dari kejahatan yang timbul karenanya, dari kejahatan yang berupa cobaan siang dan malam hari, dan dari kejahatan semua pengetuk pintuk kecuali pengetuk pintu yang melakukannya dengan baik-baik wahai Tuhan yang Maha Pengasih. Jibril berkata: “Maka api mereka akan dipadamkan.”
Teriakan Iblis
Nabi saw bersabda:
“Iblis berteriak dengan teriakan keras, maka berkumpullah kepadanya para Ifrit. Para sahabat bertanya: “Yang Mulia (Muhammad) teriakan apa ini?
Nabi menjawab: “Celaka bagimu (iblis dan kawan-kawannya)! Hari kamu sekalian sebagaimana harinya Isa. Demi Allah dia akan menyesatkan makhluk pada hari itu.
Nabi bersabda: “Kemudian turun al-Qur’an yang berbunyi:
“Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.” (QS 34:20).
Rasul saw kembali bercerita: “Iblis berteriak dengan teriakan yang keras, Ifrit pun kembali mendekat padanya.”
Sahabat bertanya: “Wahai yang Mulia! Teriakan apa lagi ini?
Nabi menjawab: “Celaka bagimu (Iblis)! Allah menceritakan, demi Allah, bahwa ucapanku bersumber dari al-Qur’an. Dan beliau membaca ayat tersebut di atas yang diturunkan kepadanya.
Kemudian dia (Iblis) mengangkat kepalanya menghadap ke langit seraya berkata: “Demi keagungan dan kemulian-Mu, aku akan menyerang/memusuhi semua kelompok.
Salah seorang dari sahabat berkata bahwa Nabi saw bersabda: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.” (QS 15:42).
Nabi kemudian melanjutkan perkatannya: “Iblis lalu berteriak dengan teriakan yang keras, maka Ifrit pun kembali datang kepadanya.”
Sahabat bertanya: “Wahai yang Mulia! Suara apa, teriakan yang ketiga ini?
Iblis menjawab: “Demi Allah, suara tersebut berasal dari teman-temanku, tetapi dengan keagungan dan kemulian-Mu ya Tuhan, aku akan menghiasi mereka (bani Adam) dengan maksiat hingga mereka menjadi orang yang sangat Engkau murkai.
Salah seorang sahabat berkata: “Lalu berkata Abu Abdullah ra: “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad saw dengan kebenaran, bagi Iblis dan Ifrit, orang Mukmin lebih banyak daripada serangga pada daging, dan seorang mukmin lebih kuat daripada adonan (semen). Sementara, untuk memecahkan adonan tersebut hanya bisa jika dipecah dengan kapak. Dengan demikian, seorang mukmin tidak pernah akan lepas dari agamanya.
Peringatan Iblis untuk Anak Adam
Dari perkataan Iblis yang memberi peringatan kepada Anak Adam:
“Hendaknya engkau jika berjanji kepada Allah swt untuk tidak menunaikannya. Sebab, tidak seorang pun yang mengadakan perjanjian dengan Allah melainkan akan menjadi temannya (nabi Muhammad) dan tidak menjadi teman-temanku, hingga aku alihkan antara dirinya dan penepatan janji. Dan jika engkau ingin memberikan shadaqah, maka segerakanlah. Sebab, jika seorang hamba berkeinginan untuk mengeluarkan shadaqah, maka engkaulah yang akan menjadi temannya dan bukan teman-temanku, hingga aku ubah antara diri dan niat shadaqahnya itu.
Rasul saw bersabda: “Iblis berkata kepada pasukannya: Hembuskan pada mereka kedengkian dan kedzaliman karena keduanya menuntun mereka kepada perbuatan syirik kepada Allah.
Amir al-Mukminin ra berkata: “Aku telah mendengar dengungan syetan ketika wahyu sedang turun kepada Nabi saw lalu aku pun bertanya: “Wahai utusan Allah! Dengungan apa ini? Rasulullah saw menjawab: “Ini syetan yang putus asa untuk menyembah-Nya. Kamu mendengar apa yang saya dengar. Kamu juga melihat apa yang saya lihat. Hanya saja kamu bukan seorang Nabi, akan tetapi seorang menteri. Dan sesungguhnya kamu benar-benar orang baik.
Hadis Mu’adz bin Jabal
Dari ribuan hadis-hadis yang bersumber dari Rasulullah saw, kita cukupkan pada hadis yang diriwayatkan Mu’adz bin Jabal ra dari Ibnu Abbas. Hadis tersebut menceritakan tatkala para sahabat sedang duduk bersama Rasulullah saw, tiba-tiba ada bunyi ketukan pintu. Ketika mereka kembali bertanya untuk mengetahui siapa yang datang, sang tamu menjawab bahwa para sahabat membutuhkannya. Jawaban tersebut terkesan sangat aneh. Meski terasa aneh, Rasulullah dengan spontan mengatakan kepada mereka (sahabat) bahwa dia Iblis.
Teks Hadis
Berkata Mu’adz dari Ibnu Abbas (Radhiyallahu ‘Anhuma): “Kami bersama Rasulullah saw di rumah salah seorang dari kaum Anshar dalam suatu perkumpulan, tiba-tiba seseorang memanggil: “Wahai pemilik rumah, apakah engkau mengijinkanku untuk masuk, karena kamu sekalian membutuhkanku? Rasulullah saw kemudian bersabda: “Apakan anda sekalian tahu siapa yang memanggil?
Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.
Kemudian Umar bin Khattab ra berkata: “Apakah engkau ya Rasulullah saw mengijinkanku untuk membunuhnya?
Nabi saw kemudian bersabda: “Pelan-pelan wahai Umar! Apakah kamu tidak mengetahui bahwa dia (iblis) termasuk makhluk yang tetap hidup hingga hari kiamat?
Namun demikian, bukalah pintu baginya karena dia diperintah, dan pahami apa yang dikatakannya, serta dengarkan apa yang diceritakan kepadamu.
Gambaran tentang Iblis
Iblis dibukakan pintu. Kemudian, masuklah kepada kami orang tua yang bermata juling, jenggotnya berjumlah tujuh helai rambut bagaikan kuda tua, gigi taringnya menjulur keluar bagaikan gigi taring babi, dan bibirnya bagaikan bibir banteng.
Iblis kemudian berkata: “Keselamatan semoga tercurahkan bagimu wahai Muhammad! Keselamatan semoga tercurah kepadamu wahai orang-orang Islam.
Nabi menjawab: “Keselamatan hanya milik Allah wahai yang terlaknat, aku telah mendengar keperluanmu, apa saja?
Iblis berkata kepadanya: “Wahai Muhammad aku mendatangimu bukan atas pilihan, tetapi aku mendatangimu karena keterpaksaan.
Nabi kembali bertanya: “Apa yang memaksamu wahai yang terlaknat?
Iblis menjawab: “Datang kepadaku malaikat yang diperintah Allah yang Maha Perkasa seraya berkata: Allah swt menyuruhmu (Iblis) untuk mendatangi Muhammad dan kamu harus merasa hina dan bersikap rendah hati untuk membaritahu dia bagaimana kamu mengelabui Anak Adam dan bagaimana kamu menyesatkan mereka. Kamu harus bersikap jujur tentang apa saja yang ditanyakan kepadamu. Demi Allah yang Maha Perkasa dan Maha Mulia, jika kamu berbohong sekali saja dengan tidak berbuat jujur, niscaya Allah akan menjadikan kamu debu yang ditiup angin dan menjadikan musuh-musuhmu gembira melihatmu. Untuk itu, aku mendatangimu wahai Muhammad sebagaimana aku diperintahkan. Maka, bertanyalah kepadaku tentang apa saja yang engkau kehendaki. Dan, jika aku tidak berbuat jujur kepadamu tentang apa yang engkau tanyakan kepadaku, niscaya musuh-musuhku akan gembira melihatku, karena tidak ada yang lebih susah dari perbuatan untuk menjadikan gembira para musuh.
“Dari sini kita mengetahui bahwa mahluk yang terkutuk datang kepada Muhammad dengan keterpaksaan bukan karena pilihan, karena membawa perintah dari Allah, Tuhan yang Maha Mulia dan Perkasa. Permasalahan semakin jelas ketika Iblis menjelaskan dan memberitahukan tentang bagaimana mengelabui Anak Adam. Allah swt menuntun kita dengan sabda Nabi Muhammad saw yang merupakan hikmah pertama dalam hadis ini yang artinya: “Tidak ada yang lebih susah dari perbuatan untuk menjadikan gembira para musuh.”
Kembali pada teks hadis:
Rasulullah saw bersabda: “Jika kamu jujur dan dapat dipercaya, maka beritahu saya siapa orang yang kamu benci?
Iblis menjawab: “Engkau wahai Muhammad, makhluk Allah yang paling kubenci, dan orang-orang yang berperangai sepertimu.
Nabi kembali bertanya: “Siapa lagi yang kamu benci?
Iblis menjawab: “Pemuda yang bertaqwa yang memberikan hidupnya untuk Allah swt.
Nabi bersabda: “Lantas siapa lagi?
Iblis menjawab: “Seorang yang alim dan bertaqwa.
Nabi bertanya: “Siapa lagi?
Iblis menjawab: “Orang yang terus-menerus menjaga tiga kesucian...
Nabi bertanya: “Lantas siapa lagi?
Iblis menjawab: “Orang fakir yang penyabar, jika kefakirannya dibeberkan kepada orang lain dan tidak mengeluh atas kesusahannya.
Nabi bertanya: “Bagaimana kamu tahu bahwa dia penyabar?
Iblis kembali menjawab: “Wahai Muhammad! Jika dia mengeluh atas kesusahannya kepada orang yang senasib dengannya, maka selama tiga hari Allah tidak mencatatnya termasuk dalam golongan orang-orang yang bersabar.
Nabi bertanya: “Siapa lagi?
Iblis menjawab: “Orang kaya yang bersyukur.
Nabi kembali bertanya: “Bagaimana kamu tahu bahwa dia orang kaya yang bersyukur?
Iblis menjawab: “Jika aku perhatikannya, dia mengambil sesuatu dari tempat yang halal dan meletakkannya pada tempatnya.
Nabi kembali bertanya: “Bagaimana keadaanmu jika umatku menjalankan shalat?
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku akan terserang panas dingin.
Nabi bertanya: “Kenapa hal itu bisa terjadi wahai yang terlaknat?
Iblis menjawab: “Sungguh jika seorang hamba bersujud sekali sujud kepada Allah, Allah meninggikan derajatnya.
Nabi bertanya: “Bagaimana jika mereka berpuasa?
Iblis menjawab: “Aku akan terkekang hingga mereka berbuka.
Nabi bertanya: “Kalau umatku menjalankan ibadah haji?
Iblis menjawab: “Aku akan menjadi gila.
Nabi kemudian bertanya: “Bagaimana jika umatku membaca Al-Qur’an?
Iblis kembali menjawab: “Aku akan meleleh sebagaimana melelehnya mesiu di atas api.
Kluster Shadaqah
Nabi bertanya: “Bagimana jika mereka bershadaqah?
Iblis menjawab: “Seolah orang yang bershadaqah mengambil gergaji dan memotongku menjadi dua bagian.
Nabi kemudian bersabda kepadanya: “Kenapa hal itu bisa terjadi wahai pembawa kepahitan hidup?
Iblis menjawab: “Sesusngguhnya dalam shadaqah itu ada empat kluster, di antaranya: Allah akan memberikan berkah pada hartanya, menambahkan kecintaan pemberi shadaqah kepada-Nya di sepanjang hidupnya, dan Dia menjadikan shadaqahnya sebagai penghalang antara dirinya (pemberi shadaqah) dan api neraka, dan shadaqah itu dapat menolak bencana dan bala’.
Nabi kemudian bersabada: “Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad! Dia (Abu Bakar) tidak mau taat kepadaku pada masa Jahiliyah, bagaimana mungkin dia akan taat kepadaku pada masa Islam.
Nabi bertanya: “Bagaiamana pendapatmu tentang Umar bin Khattab?
Iblis menjawab: “Demi Tuhan, aku belum pernah bertemu dengannya. Dan, jika bertemu dengannya, aku akan lari darinya.
Nabi bertanya: “Bagaimana pendapatmu tentang Utsman bin Affan?
Iblis menjawab: “Aku akan merasa malu sebagaimana malaikat Allah merasa malu kepadanya.
Nabi berkata: “Bagaimana pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib?
Iblis menjawab: “Semoga aku mendapatkan satu kepala darinya untuk ditukar satu kepala, dan jika dia meninggalkanku, maka akan kutinggalkan dia, tetapi dia tidak pernah berbuat hal semacam itu.
Rasulullah saw kemudian bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyusahkanmu hingga hari kiamat.
Kecuali hamba-hamba Allah yang Ikhlas...
Iblis yang terkutuk kemudian berkata kepadanya: Tidak mungkin! Tidak mungkin! Di mana letak kebahagian umatmu, sementara aku hidup dan tidak mati hingga hari kiamat. Bagaimana engkau bisa bergembira atas umatmu, sementara aku bisa masuk dalam diri mereka di aliran darah, daging, dan mereka tidak bisa melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan memberiku kesempatan hidup hingga hari pembangkitan (kiamat), maka aku akan sesatkan mereka semua, baik yang bodoh dan yang pintar, yang buta aksara dan yang melek aksara, yang jahat dan yang alim, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.
Rasulullah bertanya: “Siapa mereka yang tergolong dalam orang-orang ikhlas menurutmu?
Cinta Harta...
Iblis berkata: Apa yang kuketahui wahai Muhammad! Bahwa orang yang mencintai dirham dan dinarnya tidak termasuk dalam golongan orang-orang ikhlas kepada Allah swt. Jika aku melihat orang yang tidak suka dirham dan dinar, dan tidak suka pujian dan sanjungan, sepanjang yang kuketahui dia termasuk golongan orang yang ikhlas kepada Allah swt, maka segera kutinggalkan dia. Seorang hamba selama masih mencintai harta, sanjungan, dan hatinya masih terkoptasi dengan hasrat-hasrat duniawi, maka dia termasuk orang yang paling rakus sebagaimana yang telah kusebutkan ciri-cirinya kepada kamu sekalian.
Apa yang kuketahui bahwa kecintaan terhadap harta termasuk dalam kategori dosa-dosa besar wahai Muhammad! Dan, apa yang kuketahui bahwa kecintaan terhadap jabatan termasuk dalam kategori dosa-dosa besar, dan bersikap takabbur (menyombongkan diri) termasuk juga dalam kategori dosa-dosa besar.
Iblis Memiliki Tujuh Puluh Ribu Anak
Wahai Muhammad! Apa yang kuketahui bahwa aku memiliki 70.000 anak. Tiap anak dari mereka memiliki tujuh puluh syetan. Di antara syetan tersebut ada yang kutugasi untuk menggoda ulama, pemuda, orang-orang tua, dan orang-orang jompo. Adapun para pemuda, tidak ada selisih diantara kami dan mereka. Sementara, balita-balita akan diajak bermain-main dengan mereka kapanpun mereka mau. Salah satu di antara mereka telah kuberi wewenang untuk menggoda ahli ibadah. Dan salah satu di antara mereka kutugasi untuk menggoda ahli zuhd. Dengan demikian, syetan-syetan dapat masuk ke dalam diri mereka dan bisa keluar dari waktu ke waktu, dan dari pintu ke pintu, sehingga membuat para ahli ibadah untuk mengumpat karena sebab-sebab tertentu. Dengan umpatan tersebut, aku akan ambil keikhlasan mereka. Dengan begitu, mereka menyembah Allah swt tanpa keikhlasan yang tidak disadari mereka.
Iblis Mengumumkan “Lepas Tanggung jawab”
Apa yang aku ketahui wahai Muhammad bahwa “Barshesho” pendeta yang mengikhlaskan hidupnya untuk Allah selama tujuh puluh tahun. Dia selalu berdoa untuk meminta kesembuhan bagi orang yang sakit. Aku tidak pernah putus asa untuk menggodanya hingga dia berbuat zina, membunuh, dan kafir. Dan, dialah orang yang disebutkan Allah swt dalam Kitab-Nya yang kokoh dengan firman-Nya yang berbunyi: “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syetan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta Alam". QS 59:16.
Pengakuan Iblis: Aku adalah makhluk yang paling pertama berbohong
Apa yang aku ketahui wahai Muhammad bahwa perbuatan bohong asalnya dariku dan aku adalah makhluk yang pertama berbohong, maka barang siapa yang berbohong dia adalah temanku. Dan barang siapa yang berjanji kepada Allah tetapi membohonginya, maka dia adalah kekasihku. Apa yang aku ketahui wahai Muhammad! Sungguh aku telah berjanji kepada Allah untuk Adam dan Hawa bahwa aku (bagi mereka) termasuk orang-orang pemberi nasehat. Dengan demikian, sumpah bohong (palsu) membuat senang hatiku. Ghibah dan adu-domba merupakan buah-buahan dan kesenangan bagiku. Saksi palsu menyedapkan pandangan mataku dan keridhaanku. Dan barang siapa berjanji untuk mentalak (istrinya) mendekatkannya untuk berbuat dosa meskipun hanya sekali dan jika dia jujur. Karena, barang siapa yang membiasakan lisannya untuk mengucapkan talak, maka sesungguhnya bagi orang tersebut diharamkan untuk menggauli istrinya. Dan jika hal terus berlangsung hingga mereka beranak-pinak sampai hari kiamat, maka mereka semua menjadi anak hasil dari perzinaan, dan akan masuk neraka karena kata-kata.
Mengakhirkan Shalat...
Wahai Muhammad! Ada sebagian dari umatmu yang suka mengakhirkan shalat sejam demi sejam. Tatkala ingin mengerjakan shalat yang menjadi kewajibannya, maka aku menggodanya dengan mengatakan: waktunya masih ada sementara kamu masih sibuk hingga dia mengakhirkan shalat dan menjalankannya di luar waktunya. Dengan itu, wajahnya akan dipukul (pada hari kiamat). Jika dia bisa mengalahkanku, maka aku akan kirimkan kepadanya satu syetan yang berbentuk manusia yang menyibukkan waktu shalatnya. Jika dia dapat mengalahkanku, aku tinggalkan dia hingga dia menjalankan shalat akan aku katakan kepadanya untuk melihat ke arah kanan dan ke arah kiri, maka dia pun mengikuti perintahku untuk melihat ke kanan dan ke kiri. Ketika itu, aku usap wajahnya dengan tanganku, aku cium bagian di antara kedua matanya, dan aku katakan kepadanya apa yang telah kamu lakukan tidak akan sah selamanya. Sementara, engkau wahai Muhammad mengetahui bahwa siapa pun yang banyak bergerak (tengok kanan dan kiri) dalam shalatnya, maka dia akan dipukul (pada hari kiamat). Jika dia menjalankan shalat sendirian, aku akan perintahkan untuk melakukannya dengan tergesa-gesa, seolah-olah seperti ayam yang sedang mematuk biji-bijian dengan cepat. Jika dia dapat mengalahkanku karena menjalankan shalatnya berjamaah, aku akan mengekangnya dengan rantai. Kemudian aku angkat kepalanya sebelum gerakan imam dan aku akan letakkan sebelum gerakan imam. Engkau wahai Muhammad telah mengetahui bahwa barang siapa yang melakukan perbuatan semacam itu, maka batal-lah shalatnya. Dan, Allah swt akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiamat. Jika dia mampu mengalahkanku dengan hal itu, aku akan perintahkannya untuk meretakkan jari-jarinya dalam shalat, sehingga dia termasuk orang mau memujiku, sementara dia dalam keadaan shalat.
Jika hal tersebut dapat mengalahkanku, maka aku akan hembuskan angin pada hidungnya hingga dia menguap dalam keadaan shalat. Jika dia tidak meletakkan tangannya pada mulutnya, syetan akan masuk pada perutnya, maka dengan hal itu akan menambah ketamakan dan kecintaannya pada dunia, dan dia akan mendengar dan mentaati apa yang kami perintahkan. Kebahagian macam apa yang bisa didapatkan umatmu, sementara aku penyeru orang-orang miskin untuk meninggalkan shalatnya dengan mengatakan kepadanya: “Tidak ada kewajiban bagimu untuk menjalankan shalat, karena shalat itu hanya diwajibkan bagi orang yang diberi Allah swt nikmat sehat. Karena, Allah swt berfirman: “Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang) (QS 48: 17). Jika engkau sadar, kamu menjalankan shalat, dan jika tidak sadar kamu tidak menjalankan shalat hingga dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dalam keadaan sakit dan meninggalkan shalat, maka dia akan bertemu dengan Allah swt yang sangat marah atas perbuatannya wahai Muhammad.
Seperenam Umat
Jika aku berbohong atau melakukan tipu daya, maka memohonlah kepada Allah swt untuk menjadikanku Abu.
Wahai Muhammad! Apakah engkau senang dengan umatmu sementara aku akan keluarkan seperenam umatmu dari Islam?
Nabi saw bertanya: “Wahai yang terkutuk! Siapa teman dudukmu?
Iblis menjawab: “Pemakan Riba.
Nabi bertanya: “Siapa temanmu?
Iblis menjawab: “Pezina.
Nabi bertanya: “Siapa teman tidurmu?
Iblis menjawab: “Pemabuk.
Nabi bertanya: “Siapa tamumu?
Iblis menjawab: “Pencuri
Nabi bertanya: “Siapa utusanmu?
Iblis menjawab: “Penyihir.
Nabi bertanya: “Apa yang menyenangkan pemandangan matamu?
Iblis menjawab: “Orang yang berjanji untuk mentalak (istrinya).
Nabi bertanya: “Siapa kekasihmu?
Iblis menjawab: “Orang yang sengaja meninggalkan shalat Jum’at.
Rasulullah saw bertanya: “Wahai yang terkutuk! Benda apa yang bisa memecahkan punggungmu?
Iblis menjawab: “Suara kuda yang sedang berperang di jalan Allah.
Nabi bertanya: “Apa yang bisa melelehkan badanmu?
Iblis menjawab: “Taubatnya orang benar-benar bertaubat.
Nabi bertanya: “Apa yang bisa menggosongkan hatimu?
Iblis menjawab: “Banyak beristigfar kepada Allah di malam dan siang hari.
Nabi bertanya: “Apa yang bisa memalukan/menghina wajahmu?
Iblis menjawab: “Shadaqah yang dilakukan secara sembunyi.
Nabi bertanya: “Apa yang bisa merusak matamu?
Iblis menjawab: “Shalat Fajar.
Nabi bertanya: “Apa yang bisa menundukkan kepalamu?
Iblis menjawab: “Banyaknya shalat berjama’ah.
Nabi bertanya: “Siapa orang yang paling bahagia menurutmu?
Iblis menjawab: “Orang yang meninggalkan shalat secara sengaja.
Nabi bertanya: “Siapa orang yang paling susah menurutmu?
Iblis menjawab: “Orang-orang bakhil.
Nabi bertanya: “Apa yang bisa melalaikanmu dari pekerjaanmu?
Iblis menjawab: “Majlisnya para ulama
Nabi bertanya: “Bagaimana kamu makan?
Iblis menjawab: “Aku makan dengan tangan kiriku dan jari-jariku
Nabi bertanya: “Di mana tempat berlindung anak-anakmu di waktu cuaca dan udara panas?
Iblis menjawab: “Di bawah kuku-kuku manusia.
***
Iblis Meminta 10 Macam Pada Tuhan..
Nabi saw bertanya: “Berapa banyak kebutuhan yang kamu minta pada Tuhanmu?
Iblis menjawab: “Sepuluh macam.
Nabi bertanya: “Apa saja wahai yang terlaknat?
Iblis menjawab: “Aku meminta kepada-Nya agar memperbolehkan aku untuk berserikat pada harta dan anak-anak Adam, maka dibolehkan aku untuk berserikat pada mereka sesuai dengan firman-Nya yang berbunyi: “Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syetan kepada mereka melainkan tipuan belaka” (QS 17:64). Setiap harta yang tidak dizakati, maka aku akan menjadi pemakannya dan pemakan dari setiap makanan yang dicampuri riba dan barang haram. Setiap harta yang tidak dimintakan perlindungannya kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Setiap orang yang tidak meminta perlindungan kepada Allah ketika bersenggama, yakni: apabila seseorang menggauli istrinya, maka syetan pun turut menggauli bersamanya yang akan menghasilkan anak yang taat dan menurut kepadanya. Dan, barang siapa menunggangi kendaraan untuk mencari sesuatu yang tidak halal, maka aku menjadi temannya sebagaimana yang difirmankan Allah swt: “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki” (QS 17: 64).
Aku meminta kepada-Nya untuk membuatkan rumah bagiku, maka Dia ciptakan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku meminta kepada-Nya untuk menjadikan Masjid untukku, maka Dia ciptakan pasar sebagai tempatku beribadah.
Aku meminta kepada-Nya untuk menjadikan Qur’an bagiku, maka Dia ciptakan syair.
Aku meminta kepada-Nya untuk menjadikan teman tidur untukku, maka Dia utus para pemabuk.
Aku meminta kepada-Nya untuk menjadikanku penolong, maka Dia ciptakan kekayaan.
Aku meminta kepada-Nya untuk menjadikan teman bagiku, maka Dia jadikan orang-orang yang membelanjakkan harta mereka pada kemaksiatan, kemudian dibacakan firman Allah yang berbunyi: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS 17:27).
Syarat Mempercayai Iblis..
Nabi saw bersabda: “Jika saja kamu tidak mendatangiku untuk membenarkan semua perkataan yang termuat dalam Kitab Allah (al-Qur’an), niscaya aku tidak akan mempercayaimu.
Kita berhenti di sini untuk melihat syarat selanjutnya yang diletakan Rasulullah saw untuk mempercayai apa yang dikatakan Iblis, yaitu perkataannya yang sesuai dengan apa tertulis dalam Kitab Allah (al-Qur’an). Perkataan yang harus kita jadikan tolok ukur pembacaan pada perkataan Iblis yang terlaknat dalam penjelasan hadis secara globat di atas.
Kebanggaan Iblis
Iblis berkata: “Wahai Muhammad, aku telah memohon Allah swt agar aku bisa melihat anak-anak Adam, sedangkan mereka tidak bisa melihatku. Maka, Allah swt memasukanku pada keringat dan peredaran darah mereka yang memberikan kesempatan bagiku untuk mengitarinya sekehendakku dan semauku meski itu pada jam satu malam. Allah swt berfirman kepadamu apa yang telah aku minta. Aku sangat bangga dengan hal itu hingga hari kiamat tiba. Karena, anak Adam yang bersamaku lebih banyak daripada yang bersamamu, dan keturunan Adam lebih banyak yang bersamaku hingga hari kiamat.
Aku juga memiliki anak yang kuberi nama “’Atamah” yang siap mengencingi telinga hamba Allah agar tertidur apabila tiba waktu untuk shalat berjamaah. Jika tidak ada itu, niscaya tidak akan ada seorang pun yang tertidur sehingga mereka semua bisa melaksanakan shalat.
Al-Mutaqadhi..
Aku memiliki anak yang kuberi nama al-Mutaqadhi. Jika seorang hamba melakukan ketaatan secara sembunyi dan dia menginginkan untuk memendam dan masih tidak mengakuinya di antara manusia hingga dia memberitahukan hal tersebut kepada mereka. Maka, Allah swt menghapus sembilan puluh sembilan pahala dari seratus pahala yang diterimanya.
Kuhaila
Aku memiliki anak yang kuberi nama Kuhaila. Dia yang membuat gelap mata manusia dalam majlis-majlis ulama dan ketika khatib berkhutbah hingga dia tertidur untuk mendengarkan perkataan ulama, maka Allah swt tidak mencatatkan pahala selamanya.
Keluarnya Seorang Perempuan...
Dan tiada seorang perempuan pun yang kelur dari rumah melainkan diikuti syetan yang duduk di bagian belakangnya dan syetan yang duduk di batu yang digunakan mempercantik pandangan penglihatnya. Kedua syetan itu kemudian berkata keluarkanlah tanganmu, maka keluarlah tangan perempuan tersebut yang kemudian tampaklah kuku-kukunya yang akan menghancurkanmu.
Sungguh Aku Tercipta Sebagai Penggoda
Iblis kemudian berkata: “Wahai Muhammad! Aku tidak memiliki kemampuan untuk menyesatkan, tetapi aku terlahir sebagai penggoda dan penghias dunia. Jika hak untuk menyesatkan manusia berada di tanganku, niscaya tak seorang pun yang kubiarkan di atas muka bumi ini untuk sesat meskipun dia mengucapkan “tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, tetapi tidak berpuasa dan tidak menjalankan shalat.
Seolah-olah dia, bagimu, tidak mendapatkan hidayah, tetapi engkau adalah seorang utusan penyampai segala kebenaran. Jika kekuasaan berada di tanganmu (Muhammad), niscaya tidak akan engkau biarkan seorang pun di muka bumi ini yang kafir. Namun, engkau adalah penyampai hujjah Allah atas makhluknya. Sementara, aku hanya sebagai penyebab bagi orang-orang yang sengsara. Dan, kebahagiaan adalah bagi siapa yang dibahagiakan Allah semenjak berada dalam perut ibunya. Kesengsaraan adalah bagi siapa yang disengsarakan Allah tatkala masih dalam perut ibunya.
Rasulullah saw kemudian membaca firman Allah swt yang mengatakan: “Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya”, (QS 11:119). Kemudian beliau membacakan firman Allah swt yang berbunyi: “Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku”, (QS 33:38).
Rasulullah saw Mengajak Iblis Untuk Bertaubat
Kemudian Nabi saw bertanya kepada Iblis: “Apakah kamu memiliki keinginan untuk bertaubat dan kembali kepada jalan Allah swt, karena aku jamin kamu akan masuk surga?
Iblis menjawab: “Wahai Rasulullah! Sesuatu telah diputuskan dan pena pun sudah kering sesuai dengan apa yang telah ditetapkan hingga hari kiamat. Maka, maha suci Allah yang telah menjadikanmu nabi yang paling mulia di antara para nabi dan menjadi pengkhotbahnya ahli surga yang telah mengkhususkan dan memilihmu. Sementara, aku telah diciptakan sebagai makhluk yang paling sengsara dan menjadi pengkhotbah ahli neraka dan aku adalah makhluk yang sengsara dan terusir. Inilah akhir dari apa yang bisa kuberitahukan kepadamu dan engkau telah membenarkannya.
Penutup
Khutbah Iblis pada Hari Kiamat
Petualangan kita berakhir sebagaimana yang tertulis dalam buku-buku sirah (perjalanan) yang berupa hadis-hadis dan perkataan musuh Allah, Iblis, dan sebagian penolongnya dari jin dan syetan. Yang penting bagi kita adalah kembali menelaah untuk meyakinkan atas langkah yang telah kita mulai dari buku ini. Tujuan utama setelah menelaah perkataan-perkataan iblis yang terlaknat adalah sikap untuk mengambil hikmah dari sebagian perkataannya agar kita mendapat petunjuk sesuai dengan apa yang diskenariokan Allah swt atas lisannya, yang di antaranya: menghindari dan menjauhi atas permusuhannya terhadap Anak Adam, yang ditakdirkan Allah bagi semua makhluk dan ini berlangsung hingga hari kiamat, permusuhan yang membara, tidak pernah melemah, dan tidak pula ada rekonsiliasi di dalamnya. Kita hendaknya berusaha sekuat tenaga untuk menyaring informasi yang benar dan meneguhkan untuk selalu ingat kepada-Nya dari setiap berita yang keluar dari lisan makhluk terlaknat ini, ia mengatakan berdasarkan apa yang dapat dingatnya dan apa yang dapat dilakukannya.
****
Kita akhiri petualangan dengan ayat yang terkenal dari al-Quran (Kitab Allah) yang mungkin bisa disebut dengan “Khutbah Iblis”, yakni ayat Qur’an yang dibaca hingga hari kiamat. Kenapa dinamakan dengan nama ini, karena Iblis pada hari kiamat menjadi khatib di dalam neraka, di atas mimbar yang terbuat dari api, dan didengar oleh semua makhluk. Konon, Iblis membawakan khutbahnya tersebut setelah mendengar penghuni neraka yang mencaci dan memukulnya atas tipu daya yang dilakukannya sehingga anak Adam masuk ke neraka. Sebagaimana tertulis dalam tafsir al-Qurtubi:
Allah berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (إبراهيم:22)
“Dan berkatalah syetan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS 14:22).
Syetan berkata kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar” atau Allah menjanjikan kepadamu janji yang benar dengan memberi pahala bagi yang taat kepada-Nya dan memberi sangsi bagi yang berbuat maksiat, maka tepatilah janji-janjimu kepada-Nya. “Aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya” atau aku menjajikan kepadamu bahwa tidak akan ada hari kebangkitan, tidak ada pahala, dan tidak ada sangsi, namun membohongimu dan menyalahi janji. “Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu” atau tidak ada kekuasaan bagiku untuk mengusai kamu sekalian. “Melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku” atau dengan godaan dan dekorasi lalu kamu mematuhi seruanku atas pilihanmu. “Oleh sebab itu janganlah kamu mencercaku akan tetapi cercalah dirimu sendiri” atau janganlah kamu mengulang untuk mencercaku hari ini (kiamat), akan tetapi cercalah dirimu karena dosa, dosamu. “Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku” atau aku tidak dapat membantumu dan begitu juga kamu yang tidak bisa membantuku dari adzab Allah. “Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu” atau aku kafir dengan persekutuanmu dan aku dengan Allah swt dalam ketaatan. “Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih” atau sungguh bahwa orang-orang musyrik (menyekutukan Tuhan) akan mendapat siksaan yang sangat pedih dan menyakitkan. Ini keterbukaan Iblis tentang perseteruannya dengan anak Adam dan mengakui untuk memberikan informasi pada manusia agar bertambah penyesalannya.
Referensi dan Kitab-kitab
Fathul Bari syarah Shahih Bukhari “Li ibni Hajar al-Asqalani
Shahih Muslim
Dalailul Khairat
Makaidus Syaithan
Tafsir fi Dzilalil Qur’an karya “Sayyid Qutub”
Talbis Iblis “li ibni Qayyim al-Juziyah”
Iblis “Dirasah fi Tarikh as-Syarr” karya al-Aqqad
Al-Masih karya al-Aqqad